Ketika Anda dihadapkan dengan serangkaian kosmetik di deretan counter, yang manakah yang akan Anda beli? Apakah yang melembapkan? Mencerahkan? Mengurangi kerutan? Atau adakah yang menjawab semua masalah kulit dalam satu produk?
Ketika ingin menggunakan sebuah produk, penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkankulit Anda, bukan sekedar apa yang Anda inginkan. Jangan karena teman Anda banyak yang memakai compact powder berbahan dasar minyak, yang membuat kulit pemakainya tampak lebih lembap, lantas memancing Anda untuk memakainya juga, padahal Anda sendiri memiliki kulit yang sudah sangat berminyak.
Saat memmbeli produk kecantikan, pastikan Anda tahu jenis kulit Anda dan kandungan apa yang cocok dan tidak cocok untuk jenis kulit tersebut. Berikut beberapa formula yang sering digunakan dalam kosmetik yang patut Anda ketahui.
AHAs
Alpha-Hydroxy Acids adalah semacam asam yang melakukan eksfoliasi pada kulit. AHAs sering menjadi bahan dasar kosmetik pencerah baik itu dalam bentuk krim ataupun pencuci muka. Cara kerja AHAs adalah aktif setiap pemakaian,
atau dengan kata lain, bahan ini akan terus mengupas kulit setiap kali Anda mengaplikasikannya.
Jika Anda memakai produk yang mengandung AHAs setiap hari, maka AHAs akan ‘mengupas’ kulit Anda setiap hari. Hal tersebut akan mengakibatkan terkupasnya setiap lapisan teratas kulit, khususnya kulit mati dan mendorong jaringan kulit Anda untuk bekerja lebih keras dalam menghasilkan lapisan kulit baru pada tingkat yang lebih cepat.
Produksi lapisan kulit baru memang akan membuat kulit Anda terlihat lebih segar. Tetapi bila digunakan berlebihan, dapat menimbulkan efek negatif. Pada dasarnya menggunakan bahan AHAs tidak sepenuhnya salah, namun penting untuk tetap memerhatikan porsi penggunaannya.
Alkohol
Alkohol seringkali dijadikan salah satu bahan face toner. Biasanya hal ini bertujuan agar pemakai merasa kulit wajahnya lebih segar setelah memakai toner tersebut. Kandungan alkohol akan membuat Anda merasa sensasi sedikit tersengat pada kulit. Sebenarnya sensasi tersengat ini adalah sebuah pertanda yang dikirimkan kulit ke otak bahwa telah terjadi gangguan pada kulit.
Alih-alih mendapat kulit yang segar dan sehat, Anda malah mendapat kulit yang lebih kering. Bahkan, untuk Anda yang memiliki jenis kulit sangat sensitif, kandungan alkohol dapat menyebabkan iritasi kulit yang cukup berat.
Collagen
Bahan ini sering digunakan untuk menciptakan kosmetik anti-penuaan (kerutan, kendur, dan garis halus), karena itu sering diasosiasikan sebagai zat pemberi elastisitas pada kulit. Collagen biasanya berasal dari plasenta anak sapi yang baru dilahirkan, mungkin itu juga yang menyebabkan rata-rata harga kosmetik yang mengandung collagen relatif lebih mahal dibanding kosmetik lainnya.
Satu hal yang penting diingat, collagen tidak membawa efek yang bersifat long-lasting, lebih cenderung memberi efek jangka pendek—a daily fix. Saat pemakaian, Anda akan mendapati kerutan terlihat lebih halus. Namun ketika pemakaian dihentikan, efeknyapun perlahan akan memudar.
Vitamin C & E
Vitamin C dan E adalah dua kandungan yang sering dijadikan bahan tambahan pembuat kosmetik, khususnya kosmetik pencerah dan peremajaan kulit. Vitamin C disebut sebagai salah satu bahan anti-oksidan yang baik untuk menghindari radikal bebas, serta berguna untuk meningkatkan kecerahan kulit. Itulah mengapa ada perawatan pencerah kulit dengan cara menyuntikkan vitamin C ke tubuh, namun biayanya cukup merogoh dompet.
Sementara vitamin E sangat dipercaya sebagai bahan nutrisi terbaik untuk menjaga performa kulit dan menjaga keremajaannya. Vitamin E dapat membuat tekstur kulit terlihat lebih baik dan terasa halus. Sehingga, bagi para wanita berusia 17 hingga 25 tahun, sangat baik untuk memilih kosmetik yang mengandung Vitamin C dan E.







09 Jan 2013
Posted by Kontributor IbudanMama
0 Comment










