Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) awalnya terjadi ketika pasangan mencoba mendominasi dan mengontrol Anda lalu diikuti dengan adanya kekerasan, seperti kekerasan fisik, psikis, dan sebagainya. Ada beberapa tanda dari hubungan yang berisiko KDRT, salah satunya adalah Anda merasa takut dengan pasangan Anda. Anda menjaga perkataan dan melakukan apa yang diinginkan pasangan agar pasangan tidak marah pada Anda.
Terkadang ada beberapa orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Untuk mengetahui kondisi hubungan Anda dan pasangan, cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini. Apabila jawaban Anda kebanyakan ‘iya’, maka kemungkinan besar rumah tangga Anda berada dalam kondisi yang mengarah pada kekerasan.
- Apakah Anda:
- Merasa takut dengan pasangan?
- Menghindari beberapa topik pembicaraan yang dapat membuat pasangan marah?
- Merasa bahwa apapun yang Anda lakukan selalu salah di mata pasangan?
- Merasa bahwa Anda pantas untuk disakiti?
- Merasa tidak berdaya?
- Apakah pasangan Anda:
- Menghina, mempermalukan atau membentak Anda?
- Memperlakukan Anda dengan buruk sehingga membuat Anda malu pada teman dan keluarga?
- Acuh tak acuh terhadap opini atau pencapaian Anda?
- Menyalahkan Anda atas kekerasan yang terjadi?
- Melihat Anda sebagai properti atau objek seks daripada sebagai manusia?
- Menyakiti atau mengancam menyakiti atau membunuh Anda?
- Bertemperamen buruk atau tidak dapat diprediksi?
- Mengancam akan mengambil anak-anak atau menyakiti anak-anak Anda?
- Mengancam akan bunuh diri apabila Anda meninggalkannya?
- Memaksa Anda untuk berhubungan intim?
- Merusak barang-barang Anda?
- Cemburu dan posesif secara berlebihan?
- Mengawasi kemana Anda pergi atau apa yang Anda lakukan?
- Melarang Anda berkumpul bersama teman atau keluarga?
- Membatasi penggunaan uang, mobil atau telepon?
Selain menggunakan kekerasan fisik dan psikis, pelaku KDRT juga biasanya menggunakan kekerasan finansial untuk mengontrol Anda. Oleh karena itu, tidak jarang KDRT terjadi akibat faktor ekonomi. Adapun hal yang pasangan lakukan terkait kekerasan finansial sebagai berikut:
- Tidak memberi uang atau akses kartu kredit
- Meminta Anda untuk menjelaskan setiap uang yang Anda gunakan
- Tidak memberi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan sebagainya
- Membatasi uang saku
- Melarang Anda untuk bekerja
- Mengambil uang Anda
Jika Anda mengalami atau rumah tangga Anda berpotensi KDRT, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan, sebagai berikut:
- Telepon polisi setempat
Apabila Anda merasa berada dalam kondisi yang berbahaya atau mengalami KDRT, segera telepon polisi setempat. Polisi dapat melindungi dan menyelamatkan Anda beserta anak-anak. Polisi juga bisa menangkap pelaku apabila ditemukan bukti yang cukup bahwa Anda mengalami KDRT. Ceritakan segala bentuk kekerasan yang Anda alami dan simpan bukti kekerasan tersebut karena sewaktu-waktu diperlukan untuk pemeriksaan lebih lanjut (misalnya Anda dipukul dan meninggalkan bekas lebam, maka ambil foto lebam di tubuh Anda tersebut).
- Minta dukungan teman dan keluarga
Ceritakan segala bentuk kekerasan yang Anda alami pada teman, keluarga atau rekan kerja yang dapat dipercaya.
- Pergi ke tempat yang aman
Memang bagi sebagian orang hal ini terasa tidak adil, Anda harus meninggalkan rumah karena kekerasan yang dilakukan pasangan Anda. Namun, terkadang meninggalkan rumah adalah cara yang terbaik demi keamanan Anda dan anak-anak.
- Meminta bantuan medis
Jika Anda terluka, maka segera pergi ke rumah sakit atau dokter. Catatan medis kemungkinan menjadi sangat penting dalam kasus KDRT karena bisa menjadi bukti bahwa Anda mengalami kekerasan.
- Membuat rencana
Kekerasan bisa terjadi tidak hanya sekali, bisa jadi pada hari-hari berikutnya hal yang sama menimpa Anda kembali. Oleh karena itu, rencanakan apa yang harus Anda lakukan sebelum atau ketika Anda merasa tidak aman. Adapun rencana tersebut sebagai berikut:
- Simpan nomor telepon penting pada ponsel Anda. Nomor telepon tersebut meliputi nomor telepon polisi, teman, keluarga, dan sebagainya.
- Minta tetangga Anda untuk segera memanggil polisi atau bantuan apabila mereka mendengar atau melihat kekerasan yang terjadi di rumah Anda. Ajarkan anak untuk menelepon polisi apabila KDRT terjadi kembali.
- Pikirkan cara keluar rumah dengan selamat apabila KDRT menimpa Anda. Pikirkan juga tujuan kemana Anda akan pergi, misalnya rumah keluarga, dan sebagainya.
- Singkirkan barang-barang yang bisa dijadikan senjata untuk menyerang Anda saat KDRT terjadi.
- Selamatkan dokumen-dokumen berharga Anda, seperti paspor, ijazah Anda dan anak-anak, dan sebagainya.
Semoga bermanfaat, semoga keluarga Anda tetap harmonis dan dijauhkan dari segala bentuk kekerasan.
Baca juga:







