Ineke menderita penyakit diabetes sejak usia 24 tahun. Ketika ia mengetahui ia hamil, ia sempat khawatir akan efek penyakitnya terhadap perkembangan janinnya. Tetapi dokter yang merawatnya memberikan perhatian ekstra dalam mendampingi Ineke. Pesan dari dokter untuk Ineke adalah mulai mengonsumsi 400mcg asam folat setiap harinya, awasi pola makan dengan sangat ketat selama kehamilan, dan istirahat yang cukup.
Salah satu penyakit yang lebih sering menyerang perempuan dibandingkan para pria adalah diabetes. Perempuan memiliki kecenderungan 50 persen lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan para pria dan berisiko mendapatkan penyakit ini ketika sedang hamil. Tetapi, para perempuan yang menyandang diabetes tak perlu khawatir akan mengalami kehamilan yang sulit atau tidak dapat melahirkan bayi yang sehat dan normal. Yang paling penting dilakukan bagi para ibu yang mengidap diabetes adalah kontrol pendampingan penuh oleh dokter kandungan dan dokter spesialis diabetes selama masa-masa kehamilan.
Meski kebanyakan penderita diabetes harus diobati dengan insulin, sebagian lagi dapat ditangani dengan pola makan khusus, atau dengan kombinasi pola makan khusus dan tablet penurun gula darah. Memang tak perlu dipungkiri, kehamilan dapat mempersulit penderita diabetes, serta menyebabkan fungsi ginjal yang kurang efektif dan perubahan pada fungsi penglihatan. Tuntutan ekstra dari kehamilan ini menyebabkan pada sebagaian besar kasus, dokter meresepkan insulin, jadi ada baiknya penderita diabetes yang berencana hamil untuk beralih ke insulin sebelum pembuahan (konsepsi). Pastikan pada saat merencakan kehamilan, Anda sudah memeriksakan ke dokter kondisi penyakit dan mengencalikan kadar gula darah, fungsi ginjal, serta kesehatan mata.
Bagi para penderita diabetes dapat berarti bayinya berisiko lebih besar memiliki masalah jantung dan skelet (kerangka tubuh). Namun dengan kontrol yang baik, risiko tersebut bisa diturunkan secara signifikan. Biasanya kadar insulin yang dibutuhkan akan berubah seiring perkembangan kehamilan. Untuk 3 bulan pertama, wanita hamil hanya memerlukan sedikit insulin. Setelah itu, tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon yang memiliki efek anti insulin, sehingga membutuhkan lebih banyak insulin daripada sebelumnya. Wanita hamil yang menderita diabetes akan mengalami penambahan pemeriksaan ke dokter pada minggu ke 28, 32, dan 36 untuk memeriksa perkembangan bayinya.
Apa Saja Yang Perlu Dilakukan?
Apabila gula darah sang ibu tinggi, gula akan menyeberang lewat plasenta ke janin dan diubah menjadi lemak, otot, dan pembesaran organ. Bayi kemudian menjadi kelebihan berat badan. Janin juga akan memproduksi insulin dalam jumlah banyak untuk mengatasi tingginya gula dalam darah. Pada saat kelahiran, ketika ia tiba-tiba terputus dari sumber gulanya, bayi akan mengalami penurunan gula darah yang tiba-tiba, padahal produksi insulinnya tetap tinggi. Apabila tidak dirawat, hal ini bisa menyebabkan hipoglikemia parah (kekurangan gula darah), yang pada akhirnya bisa mengakibatkan koma dan kematian. Tapi hal ini bisa dicegah dengan perawatan prenatal (sebelum kelahiran).
Bayi yang lahir prematur dari penderita diabetes juga bisa sangat mudah terkena sindrom gawat nafas, karena diabetes menghalangi paru-paru bayi untuk memproduksi surfaktan yang dibutuhkan untuk membantu pernafasan. Beberapa hal yang paling direkomendasikan untuk wanita hamil adalah cermat dalam mengendalikan makanan dan istirahat yang cukup, apabila diabetes tetap berada di bawah kendali, wanita hamil yang mengidap diabetes akan mampu melakukan persalinan normal. Anda akan disarankan untuk menjalani induksi di minggu 38 jika bayinya belum lahir saat itu. Hal ini bertujuan agar bayinya tidak berkembang terlalu besar. Disarankan agar jantung janin dimonitor secara terus menerus untuk mendeteksi keadaan janin.
Bayi baru lahir yang ibunya mengidap diabetes harus diperiksa secara cermat untuk memeriksa berbagai komplikasi. Di beberapa rumah sakit, semua bayi dengan ibu penderita diabetes akan dibawa ke unit perawatan khusus agar kadar gula darahnya bisa diperiksa dengan cermat. Ibu dianjurkan untuk menyusui secepatnya untuk menghindari hipoglikemia (kekurangan gula darah) yang mungkin akan dialami bayinya setelah dilahirkan.
Meski ibu hamil mengidap diabetes berisiko tinggi, tetapi tetap mampu melahirkan normal dan memiliki bayi yang sehat dan menggemaskan. Yang perlu diingat adalah bahwa asupan gizi pada ibu hamil perlu diperhatikan dan harus menjaga pikiran supaya penyakit yang diderita tidak menjadi beban psikologis dari ibu hamil.







29 Jan 2013
Penulis Conny Manurung
1 Komentar