• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum



Mengenal HIV dan AIDS


 28 Nov 2014   Penulis Tiopan Sipahutar  0 Komentar


Mam, setiap tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai hari HIV dan AIDS sedunia. Kedua kata ini merupakan momok yang mengerikan bagi kehidupan manusia. Selain karena penyakit yang harus diderita, stigma masyarakat juga sangat menyudutkan penderita HIV dan AIDS. Untuk memperjelas pandangan kita mengenai HIV dan AIDS, yuk, kita kupas tuntas dulu mengenai definisi HIV dan AIDS ini.

Apa yang dimaksud dengan HIV?
“HIV” merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. Untuk memahami definisinya, mari kita pisahkan satu per satu huruf:

  • H – Human: Virus ini hanya dapat menginfeksi manusia.
  • I – Immunodeficiency: HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan menghancurkan sel penting yang melawan penyakit dan infeksi. Sistem kekebalan yang tidak sempurna ini tidak dapat melindungi anda.
  • V – Virus: Sebuah virus yang hanya dapat berkembang biak dengan cara mengambil alih sebuah sel di dalam tubuh inangnya.

HIV kebanyakan mirip seperti virus lainnya, termasuk virus yang menyebabkan flu atau demam. Tetapi ada perbedaan yang penting dari waktu ke waktu, sistem kekebalan tubuh dapat melenyapkan banyak virus di dalam tubuh Anda . Pada HIV lain lagi masalahnya, sistem kekebalan tubuh manusia tidak dapat menyingkirkannya. Yang artinya bahwa sekali tubuh kita memiliki HIV, Anda akan memilikinya seumur hidup.

HIV dapat bersembunyi untuk jangka waktu yang lama dalam sel-sel tubuh dan menyerang bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, sel T atau sel CD4. Padahal tubuh manusia harus memiliki sel-sel ini untuk melawan infeksi dan penyakit, tetapi HIV menyerang mereka dan menggunakan mereka untuk membuat lebih banyak salinan dari dirinya sendiri, dan kemudian menghancurkan mereka.

Seiring waktu, HIV dapat merusak begitu banyak sel CD4 sehingga tubuh tidak dapat melawan infeksi dan penyakit lagi. Ketika itu terjadi, infeksi HIV dapat menyebabkan AIDS, tahap akhir dari infeksi HIV.

Namun, tidak semua orang yang memiliki HIV berkembang menjadi AIDS. Dengan pengobatan yang tepat, yang disebut “terapi antiretroviral” (ART), kita dapat menjaga tingkat virus HIV dalam tubuh tetap rendah. ART adalah penggunaan obat-obatan HIV untuk melawan infeksi HIV dan dikonsumsi dengan kombinasi obat HIV setiap hari. Obat – obat HIV ini dapat mengendalikan virus sehingga penderita HIV dapat hidup lebih lama, hidup lebih sehat dan mengurangi risiko penularan HIV kepada orang lain. Sebelum ART diperkenalkan pada pertengahan 1990-an, orang-orang dengan HIV bisa berkembang menjadi AIDS hanya dalam beberapa tahun. Hari ini, orang yang didiagnosis dengan HIV dan diobati sebelum penyakit ini terlalu jauh berkembang, dapat memiliki harapan hidup hampir seperti orang normal. Tidak ada obat yang aman dan efektif untuk HIV saat ini ada, tetapi para ilmuwan bekerja keras untuk menemukannya, dan tetap berharap.

Apa yang dimaksud dengan AIDS?
“AIDS” kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Untuk memahami definisinya, mari kita pisahkan satu per satu huruf:

  • A – Acquired: AIDS bukan sesuatu yang diwariskan dari orang tua. AIDS didapatkan setelah lahir.
  • I – Immuno: Sistem kekebalan tubuh Anda yang mencakup semua organ dan sel yang bekerja untuk melawan infeksi atau penyakit.
  • D – Deficiency: Anda mengidap AIDS ketika sistem kekebalan tubuh tidak sempurna (kekurangan) atau tidak bekerja sebagaimana seharusnya.
  • S – Syndrome – Sindrom adalah kumpulan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit. AIDS adalah sindrom, bukan merupakan penyakit tersendiri atau tunggal karena ini merupakan penyakit yang kompleks dengan berbagai komplikasi dan gejala.

Seperti disebutkan di atas, AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, dan tidak semua orang yang memiliki HIV masuk ke tahap ini. Orang yang berada pada tahap akhir HIV ini memiliki sistem imun yang telah rusah parah yang membuat mereka berisiko terhadap infeksi oportunistik.

Dan dianggap telah berkembang menjadi AIDS jika memiliki satu atau lebih infeksi oportunistik khusus, kanker tertentu, atau jumlah sel CD4 yang sangat rendah. Jika sudah menderita AIDS, Anda memerlukan intervensi medis dan pengobatan untuk mencegah kematian.

Cara penularan HIV dan AIDS:

  • Cairan darah
    Melalui transfusi darah yang tercemar HIV. Pemakaian jarum suntik secara bergantian dan tidak steril, misal pengguna narkotika suntik, tattoo, alat facial wajah.
  • Cairan sperma dan cairan vagina
    Melalui hubungan intim penetratif dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom.
  • Cairan ASI
    Penularan ini dimungkinkan dari ibu yang positif HIV, dan melahirkan melalui persalinan normal lalu menyusui sendiri bayinya dengan ASI. 

Namun, AIDS tidak ditularkan melalui:

  • Makan dan minum bersama, serta pemakaian alat makan dan minum bersama.
  • Pemakaian fasilitas umum secara bersama, seperti WC umum, telepon umum, dan kolam renang.
  • Berciuman, bersenggolan, pelukan, berpegangan tangan, atau kegiatan sehari-hari lainnya.
  • Melalui keringat dan gigitan nyamuk.

Selalu waspada, hindari seks bebas, penggunaan narkotika, dan selalu hidup sehat untuk menghindari tertularnya HIV. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

  • Kehamilan Dengan HIV AIDS
  • Alat Kontrasepsi: Kondom
  • Amankah Donor ASI?
Bagi artikel ini dengan IbuDanMama lainnya...
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Pin on Pinterest0Email this to someone

Tiopan Sipahutar

More Posts

Related



Baca Juga:


Gejala HIV dan Tahapan Infeksi
01 Dec 2014

Kehamilan Dengan HIV AIDS
26 Nov 2014

Yuk Komentar Mam!


  • Cari Artikel IbuDanMama

  • Artikel Populer

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru LahirDaftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir 145,545 views
    • 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 85,604 views
    • 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 67,365 views
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 BulanMPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan 64,327 views
    • Tips Mengatasi Kaki PegalTips Mengatasi Kaki Pegal 60,768 views
  • Recent Posts

    • 5 Tips Atasi Balita Rewel Saat Beribadah
      December 20, 2014
    • Tumis Okra dengan Ubi Manis
      December 20, 2014
    • Resep: Shrimp with Potato Tomato Sauce
      December 19, 2014
  • Survey

    Apakah Anda menyukai artikel yang sedang Anda baca? Bantu kami untuk menjadi lebih baik. Silahkan usulkan topik artikel menarik lainnya yang menurut Anda patut IbuDanMama tulis!

    Nama Anda (wajib)

    E-mail Anda (wajib)

    Topik artikel yang diinginkan



  • Tentang IbuDanMama

    IbuDanMama.com adalah tempat dimana anda dapat menjelajah dan bertemu dengan ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar kehamilan, pola asuh, dan rumah tangga.
  • Recent Posts

    • 5 Tips Atasi Balita Rewel Saat Beribadah
      December 20, 2014
    • Tumis Okra dengan Ubi Manis
      December 20, 2014
    • Resep: Shrimp with Potato Tomato Sauce
      December 19, 2014

Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id