Semua orangtua pasti menginginkan tumbuh kembang anaknya optimal. Sehat, lincah, pintar, aktif menjadi harapan setiap orangtua. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama di masa-masa golden period, kebutuhan nutrisinya tak boleh diabaikan.
Perlu dipahami bahwa anak balita, terutama yang berusia 0-3 tahun sangat membutuhkan kecukupan nutrisi yang tepat untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Masa-masa penting yang sering disebut golden period atau masa emas ini sangat menentukan pertumbuhan dan kesehatan seorang anak dalam jangka panjang. Sebenarnya, golden period pada individu, terjadi dalam dua tahap, tahap yang pertama ketika masih di dalam kandungan, dan tahap yang kedua ketika sudah terlahir hingga usianya sekitar 30 bulan. Pada masa golden period, otak berkembang dengan sangat pesat, dan perkembangan otak pada masa ini akan sangat mempengaruhi kecerdasan anak. Tak heran, jika stimulasi dan nutrisi menjadi bagian yang sangat penting bagi si Kecil. Sayang sekali jika orangtua sampai melewatkannya.
Di masa emas anak ini, pemberian gizi yang cukup dan seimbang akan sangat berpengaruh pada otak, sistem imun, dan juga kesehatan fisiknya. Faktor nutrisi atau gizi menjadi kebutuhan dasar setiap anak dan dapat memberikan dampak buruk jika kebutuhan akan gizi tidak terpenuhi dengan baik. Pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan langkah terbaik untuk mencukupi nutrisinya sebelum mendapatkan MPASI dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Anda, sebagai orangtua, sangat berperan penting dalam pemenuhan gizi buah hatinya. Seringkali seorang ibu akan mendapati tantangan ketika buah hatinya tidak mau makan. Anda sudah susah-susah membuatkan makanan bergizi, tapi anak malah menolak dan tak mau makan. Selain itu, ada pula anak yang tak mau makan karena pilih-pilih makanan. Jika anak tidak suka dengan makanannya, si Kecil pasti menolak walau hanya sesuap, tapi….itulah anak-anak. Dibutuhkan kesabaran dari para ibu dalam menghadapi sikap buah hati yang seperti ini. Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan kreativitas dalam mengolah makanan bergizi sehingga kebutuhan nutrisi anak tercukupi.
Nutrisi bagi anak di masa emasnya ini harus diberikan secara tepat dan seimbang. Setiap harinya, menu anak sebaiknya bervariasi dan memiliki kecukupan akan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sumber karbohidrat yang diberikan kepada anak bisa dari padi-padian, jagung, gandum, dan singkong. Sumber protein, bisa didapatkan dari hati, telur, ikan, ayam, susu, tahu, dan tempe. Lemak terdapat dalam daging yang berlemak, keju, dan minyak goreng. Sedangkan vitamin dan mineral, terdapat dalam aneka sayuran dan buah-buahan yang mudah dijumpai di sekitar kita. Dalam buku Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita, disebutkan bahwa vitamin yang berperan penting dalam perkembangan otak bayi dan balita, adalah vitamin A (membantu pembentukan sel saraf), B6 (untuk metabolism asam amino), B9 (asam folat), dan vitamin C (pembentuk neurotransmitter). Mineral yang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita adalah sodium, potasium, besi, seng, klorida, kalsium, dan yodium.
Bila si Kecil sering tak mau makan atau memilih makanan tertentu, sebaiknya Anda jangan menyerah. Tentu ada banyak strategi untuk mengatasi hal tersebut. Misalnya, buatkan makanan kesukaannya dengan menambahkan aneka jenis bahan makanan lain yang mengandung nutrisi penting untuk buah hati. Sebagai contoh, si Kecil suka sekali makan dengan lauk dadar telur, tapi sayang ia susah makan sayuran. Untuk membuatnya mau makan sayuran, Anda bisa mencampurkan sayuran ke dalam telur tersebut, misalnya masukkan irisan wortel, bayam, dan tomat ke dalamnya. Kemudian sajikan dengan nasi hangat-hangat dan suapi si Kecil.
Susu juga menjadi nutrisi penting bagi tumbuh kembang buah hati dan sangat bagus diberikan di masa golden period, apalagi bagi anak yang sudah tak mendapatkan ASI. Namun, jika ia tak suka minum susu, bisa dicampurkan ke dalam olahan makanan lain, misalnya untuk camilannya. Anda bisa membuat puding alpukat susu, puding roti susu, dan sebagainya. Bukankah sangat mungkin si Kecil suka dengan olahan makanan bercampur susu yang Anda buat?
Tak hanya menyoal makanan sarat gizi yang harus diperhatikan, jenis makanan bergizi yang disajikan untuk buah hati pun juga sebaiknya variatif. Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun akan merasa bosan jika makanan yang ia makan tak pernah berganti menu. Sumber makanan dari karbohidrat seperti nasi, bisa divariasikan dari nasi putih ke nasi merah, gandum, dan sebagainya. Lauk sumber protein untuk buah hati pun setiap hari sebaiknya berganti-ganti, misalnya pagi ikan, siang telur, sore tempe, besoknya daging ayam, dan sebagainya. Begitu pun sayuran dan buah, ada banyak sayuran dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral yang bisa diberikan untuk buah hati secara variatif untuk mendukung kecukupan nutrisinya.
Yang tak kalah penting, buatlah sajian untuk si Kecil semenarik mungkin. Apalagi, anak-anak sangat senang dengan hal yang membuatnya penasaran. Menu makan untuk buah hati bisa dikreasikan dengan bermacam-macam bentuk lho Mam. Nasi putih, bisa Anda sulap menjadi menarik dengan dihias bentuk kura-kura berikut dengan lauk pauk yang ditata semenarik mungkin.







