• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum



Sariawan Pada Balita


 23 Jan 2014   Penulis Dewi Novianingsih  0 Komentar


Sariawan tak hanya diderita orang dewasa, balita pun bisa mengalaminya.  Dan saat si Kecil mengalami sariawan, maka biasanya anak tidak mau makan dan cenderung rewel. Bila hal ini terjadi, tentu akan membuat Anda bingung kan, Mam? Terlebih jika sariawan kerap dialami si Kecil.

Balita yang biasanya ceria berubah menjadi rewel dan tak mau makan. Ia yang masih kecil belum bisa bilang kalau mulutnya sakit. Disuapi tak mau, diberi camilan tak mau, bahkan minum pun susah, dan di malam hari sering terbangun dan tak nyenyak tidur. Setelah diselidiki, ternyata si Kecil mengalami sariawan.

Sariawan tak hanya menjadi penyakit pengganggu orang dewasa, anak kecil pun bisa mengalaminya. Anda yang sering mengalami dan merasakan perihnya tentu bisa membayangkan bagaimana perih yang dirasakan buah hati. Namun terkadang, beberapa orangtua menganggap sariawan yang diderita balitanya sebagai hal yang sepele. Mam, sariawan dapat mengganggu pencernaan si Kecil lho, karena ia tak mau makan sehingga tidak ada asupan makanan yang masuk.

Sariawan atau yang juga dikenal dengan stomatitis, merupakan radang yang biasanya terjadi di mukosa mulut, berupa bercak putih kekuningan. Bisa berupa bercak tunggal dan bisa pula mengelompok dengan jumlah lebih dari satu. Sariawan ini dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir dalam, gusi, lidah, dan langit-langit bagian dalam mulut.

Ada 3 jenis sariawan yang sering dialami anak-anak, yakni:

– Stomatitis afthosa, yang terjadi karena tergigit atau terjadi benturan dengan sikat gigi hingga menimbulkan sariawan.

– Oral thrush atau moniliasis, yang terjadi karena jamur candida albicans (sariawan yang banyak di jumpai di lidah).

– Stomatitis herpetic, yang disebabkan oleh virus bernama herpes simpleks yang sering menyerang sekitar belakang tenggorokan.

Bagaimana dengan si Kecil Mam? Apakah ia sering terkena sariawan pada berbagai tempat di mulutnya?

Dalam sebuah buku berjudul Smart Parenting karangan Ayu Bulan Febry S.KM dan dr. Zulfito Marendra, diulas mengenai sebab-sebab anak sariawan, gejala yang dialami anak saat sariawan, cara pengobatan, pencegahan, hingga pengaturan pemberian makanan untuk anak yang menderita sariawan.

Dalam buku tersebut, diulas bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya sariawan pada anak-anak. Anak atau balita yang menderita sariawan bisa disebabkan oleh daya tahan tubuh yang rendah, buruknya kondisi mulut dan gigi anak dan balita, mulut mengalami luka karena makanan atau minuman yang terlalu panas, tubuh mengalami alergi atau infeksi, kekurangan vitamin B dan C, dan karena menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai bagian mulutnya dan menimbulkan sariawan. Balita yang mengalami sariawan biasanya disertai dengan gejala tertentu, yakni terjadi demam meskipun tidak terlalu tinggi, dan akan mengalami berkurangnya nafsu makan.

Supaya sariawan tidak dialami oleh buah hati, bisa dilakukan pencegahan, seperti: perhatikan kebersihan mulut dan gigi si Kecil, yaitu rutin menyikat giginya. Apabila si Kecil sudah mampu menyikat giginya sendiri, beritahu padanya untuk pelan-pelan saat menyikat, ini untuk menghindari terjadinya luka yang memicu sariawan di mulutnya. Selain itu, dalam memberikan makanan untuk si Kecil, pastikan makanan yang akan dimakannya tidak terlalu panas, karena hal itu juga bisa menjadi pemicu timbulnya sariawan.

Apabila si Kecil menderita sariawan, sebaiknya segera diobati, karena sariawan akan membuat si Kecil rewel dan bahkan tidak mau makan. Pengobatan sariawan pada anak dapat dilakukan dengan pemberian obat, baik salep, tetes, maupun obat kumur. Selain itu, saat ini terdapat pasta gigi (odol) yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya sariawan pada anak-anak.

Sariawan biasanya sembuh dalam waktu sekitar 10-14 hari.  Namun, sariawan yang cukup parah bisa menimbulkan demam pada balita, sehingga untuk mengobatinya harus diberikan obat penurun panas dan antibiotik. Beberapa pengobatan yang dilakukan ini dapat menyembuhkan sariawan dalam waktu 4 hari. Jika ternyata kondisi anak tidak semakin membaik dan sariawannya tidak segera sembuh, bawa si Kecil ke dokter segera.

Menyoal pengaturan pemberian makanan bagi anak yang menderita sariawan, Ayu Bulan Febri S.KM dan dr Zulfito menyebutkan beberapa makanan yang bisa menjadi pilihan. Makanan-makanan yang bisa di konsumsi si Kecil saat sariawan, misalnya makanan yang kaya akan vitamin B3, yakni terdapat dalam ayam, daging, serelia, hati, kacang-kacangan, kurma, telur, dan ikan. Berikan juga sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin C dan juga serat yang sangat bagus untuk mencegah dan juga bermanfaat dalam penyembuhan sariawan. Selain itu, kurangi asupan gula dan garam saat sedang sariawan, karena garam bisa menimbulkan iritasi bagi penderita sariawan. Makanan yang perlu dihindari yakni makanan yang bisa menimbulkan reaksi pada rongga mulut, seperti gandum, susu, stroberi, tomat, dan bisa pula jeruk.

Bagi artikel ini dengan IbuDanMama lainnya...
Share on Facebook63Tweet about this on Twitter1Pin on Pinterest0Email this to someone

Dewi Novianingsih

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

More Posts

Related



Baca Juga:


Jika Si Kecil Mimisan
24 Apr 2014

Mudahnya Penularan Konjungtivitis Pada Anak
23 Apr 2014

Jika Si Kecil Terkena Campak
17 Apr 2014

Yuk Komentar Mam!


  • Cari Artikel IbuDanMama

  • Artikel Populer

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir 179,383 views
    • 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 111,146 views
    • 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 110,959 views
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan 110,804 views
    • Tips Mengatasi Kaki Pegal Tips Mengatasi Kaki Pegal 84,070 views
  • Recent Posts

    • Beef Steak
      April 29, 2015
    • Resep Nasi Goreng Hongkong
      April 28, 2015
    • Kenali Kleptomania Pada Anak dan Cara Mengatasinya
      April 28, 2015
  • Survey

    Apakah Anda menyukai artikel yang sedang Anda baca? Bantu kami untuk menjadi lebih baik. Silahkan usulkan topik artikel menarik lainnya yang menurut Anda patut IbuDanMama tulis!

    Nama Anda (wajib)

    E-mail Anda (wajib)

    Topik artikel yang diinginkan



  • Tentang IbuDanMama

    IbuDanMama.com adalah tempat dimana anda dapat menjelajah dan bertemu dengan ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar kehamilan, pola asuh, dan rumah tangga.
  • Recent Posts

    • Beef Steak
      April 29, 2015
    • Resep Nasi Goreng Hongkong
      April 28, 2015
    • Kenali Kleptomania Pada Anak dan Cara Mengatasinya
      April 28, 2015

Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id