Sariawan tak hanya diderita orang dewasa, balita pun bisa mengalaminya. Dan saat si Kecil mengalami sariawan, maka biasanya anak tidak mau makan dan cenderung rewel. Bila hal ini terjadi, tentu akan membuat Anda bingung kan, Mam? Terlebih jika sariawan kerap dialami si Kecil.
Balita yang biasanya ceria berubah menjadi rewel dan tak mau makan. Ia yang masih kecil belum bisa bilang kalau mulutnya sakit. Disuapi tak mau, diberi camilan tak mau, bahkan minum pun susah, dan di malam hari sering terbangun dan tak nyenyak tidur. Setelah diselidiki, ternyata si Kecil mengalami sariawan.
Sariawan tak hanya menjadi penyakit pengganggu orang dewasa, anak kecil pun bisa mengalaminya. Anda yang sering mengalami dan merasakan perihnya tentu bisa membayangkan bagaimana perih yang dirasakan buah hati. Namun terkadang, beberapa orangtua menganggap sariawan yang diderita balitanya sebagai hal yang sepele. Mam, sariawan dapat mengganggu pencernaan si Kecil lho, karena ia tak mau makan sehingga tidak ada asupan makanan yang masuk.
Sariawan atau yang juga dikenal dengan stomatitis, merupakan radang yang biasanya terjadi di mukosa mulut, berupa bercak putih kekuningan. Bisa berupa bercak tunggal dan bisa pula mengelompok dengan jumlah lebih dari satu. Sariawan ini dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir dalam, gusi, lidah, dan langit-langit bagian dalam mulut.
Ada 3 jenis sariawan yang sering dialami anak-anak, yakni:
– Stomatitis afthosa, yang terjadi karena tergigit atau terjadi benturan dengan sikat gigi hingga menimbulkan sariawan.
– Oral thrush atau moniliasis, yang terjadi karena jamur candida albicans (sariawan yang banyak di jumpai di lidah).
– Stomatitis herpetic, yang disebabkan oleh virus bernama herpes simpleks yang sering menyerang sekitar belakang tenggorokan.
Bagaimana dengan si Kecil Mam? Apakah ia sering terkena sariawan pada berbagai tempat di mulutnya?
Dalam sebuah buku berjudul Smart Parenting karangan Ayu Bulan Febry S.KM dan dr. Zulfito Marendra, diulas mengenai sebab-sebab anak sariawan, gejala yang dialami anak saat sariawan, cara pengobatan, pencegahan, hingga pengaturan pemberian makanan untuk anak yang menderita sariawan.
Dalam buku tersebut, diulas bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya sariawan pada anak-anak. Anak atau balita yang menderita sariawan bisa disebabkan oleh daya tahan tubuh yang rendah, buruknya kondisi mulut dan gigi anak dan balita, mulut mengalami luka karena makanan atau minuman yang terlalu panas, tubuh mengalami alergi atau infeksi, kekurangan vitamin B dan C, dan karena menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai bagian mulutnya dan menimbulkan sariawan. Balita yang mengalami sariawan biasanya disertai dengan gejala tertentu, yakni terjadi demam meskipun tidak terlalu tinggi, dan akan mengalami berkurangnya nafsu makan.
Supaya sariawan tidak dialami oleh buah hati, bisa dilakukan pencegahan, seperti: perhatikan kebersihan mulut dan gigi si Kecil, yaitu rutin menyikat giginya. Apabila si Kecil sudah mampu menyikat giginya sendiri, beritahu padanya untuk pelan-pelan saat menyikat, ini untuk menghindari terjadinya luka yang memicu sariawan di mulutnya. Selain itu, dalam memberikan makanan untuk si Kecil, pastikan makanan yang akan dimakannya tidak terlalu panas, karena hal itu juga bisa menjadi pemicu timbulnya sariawan.
Apabila si Kecil menderita sariawan, sebaiknya segera diobati, karena sariawan akan membuat si Kecil rewel dan bahkan tidak mau makan. Pengobatan sariawan pada anak dapat dilakukan dengan pemberian obat, baik salep, tetes, maupun obat kumur. Selain itu, saat ini terdapat pasta gigi (odol) yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya sariawan pada anak-anak.
Sariawan biasanya sembuh dalam waktu sekitar 10-14 hari. Namun, sariawan yang cukup parah bisa menimbulkan demam pada balita, sehingga untuk mengobatinya harus diberikan obat penurun panas dan antibiotik. Beberapa pengobatan yang dilakukan ini dapat menyembuhkan sariawan dalam waktu 4 hari. Jika ternyata kondisi anak tidak semakin membaik dan sariawannya tidak segera sembuh, bawa si Kecil ke dokter segera.
Menyoal pengaturan pemberian makanan bagi anak yang menderita sariawan, Ayu Bulan Febri S.KM dan dr Zulfito menyebutkan beberapa makanan yang bisa menjadi pilihan. Makanan-makanan yang bisa di konsumsi si Kecil saat sariawan, misalnya makanan yang kaya akan vitamin B3, yakni terdapat dalam ayam, daging, serelia, hati, kacang-kacangan, kurma, telur, dan ikan. Berikan juga sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin C dan juga serat yang sangat bagus untuk mencegah dan juga bermanfaat dalam penyembuhan sariawan. Selain itu, kurangi asupan gula dan garam saat sedang sariawan, karena garam bisa menimbulkan iritasi bagi penderita sariawan. Makanan yang perlu dihindari yakni makanan yang bisa menimbulkan reaksi pada rongga mulut, seperti gandum, susu, stroberi, tomat, dan bisa pula jeruk.







23 Jan 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











