4 Metode Berkebun di Lahan yang Sempit

Mam, apakah Anda ingin atau memiliki hobi berkebun namun lahan yang Anda miliki terbatas? Jangan putus asa dulu, Mam. Masih ada solusinya. Anda masih tetap bisa bercocok tanam walaupun lahan yang dimiliki sempit. Lantas, bagaimana caranya? Berikut 4 metode berkebun di lahan terbatas yang bisa Anda coba sendiri di rumah.

1. Metode Tabulampot 

Metode Tabulampot

Tabulampot (tanaman buah dalam pot) mungkin sudah tidak asing bagi Anda. Wadah tanam yang digunakan bisa berupa pot tanah liat, pot plastik, pot kayu, kaleng logam, dan polybag. Pot tanah liat dan kayu sangat cocok untuk metode ini karena memiliki pori-pori sehingga temperatur dan kelembaban media tanam tetap terjaga. Apabila Anda ingin menggunakan polybag, maka Anda harus teliti dalam menggunakannya, karena polybag mudah robek dan tidak tahan lama. Untuk media tanam (berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan menopang postur tanaman) yang biasa digunakan adalah campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Metode tabulampot memerlukan proses pemupukan karena media tanamnya memiliki cadangan nutrisi yang terbatas. Pemupukan pertama sebaiknya dilakukan sebulan setelah penanaman, selanjutnya dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik.

Untuk peletakkannya, usahakan meletakkan pot di tempat terbuka dan terekspos sinar matahari. Siram setiap hari, di pagi atau sore ketika kemarau. Saat musim hujan, siram tanaman saat media tanam terlihat kering saja.

2. Metode Vertikultur

Metode Vertikultur

Metode ini memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat berkebun. Vertikultur terbilang metode yang murah, karena Anda cukup menyiapkan botol atau pipa paralon bekas sebagai wadah tanam. Model vertikultur beragam, ada yang model gantung, tempel, tegak, hingga membentuk rak. Untuk model tegak, siapkan pipa paralon berdiameter 4 cm, beri lubang sebagai tempat untuk menanam bibit tanaman yang sudah disemai. Letakkan pipa pada kaleng atau pot, lalu semen agar pipa berdiri tegak. Masukkan media tanam berupa campuran tanah, kompos dan arang sekam ke dalam pipa sampai penuh, lalu tanam bibit pada setiap lubang pipa. Siram secara rutin ya, Mam. Alirkan air dari bagian atas. Vertikultur sangat cocok untuk menanam tanaman yang berumur singkat seperti sayuran.

3. Metode Hidroponik 

Metode Hidroponik menggunakan botol bekas

Hidroponik adalah metode berkebun yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, melainkan air. Untuk mengganti nutrisi dari tanah, maka air yang digunakan dalam metode hidroponik ini diberi unsur hara yang penting untuk tanaman. Penerapan metode hidroponik ini tergolong mudah, Anda cukup menyiapkan botol bekas. Pertama, potong botol bekas menjadi dua bagian, lubangi bagian atas leher botol untuk aliran udara dan pemasangan sumbu (lebih bagus gunakan kain flanel sebagai sumbu), lalu pasang sumbu pada botol dan masukkan botol ke potongan botol bagian bawah secara terbalik. Isi bagian atas botol dengan sekam, pecahan bata dan cocopeat (serbuk kelapa) sebagai media tanam. Setelah itu, masukkan bibit tanaman yang sudah disemai ke dalam media tanam dan siram dengan air yang sudah dicampur dengan unsur hara. Letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari dan tidak perlu disiram.

4. Metode Aeroponik 

Metode Aeroponik

Aeroponik adalah cara berkebun dengan memanfaatkan udara sebagai media tanamnya. Metode ini tidak menggunakan tanah, akar tanaman dibiarkan menggantung di udara. Akar tanaman disemprot dengan nutrisi yang berupa campuran air dan larutan hara, nutrisi tersebut akan diserap akar dan akan mengalirkannya ke batang dan daun tanaman. Metode aeroponik juga tidak memerlukan dana yang banyak, Anda cukup menggunakan lembaran styrofoam/gabus yang sudah diberi lubang. Tancapkan bibit tanaman yang sudah disemai sebelumnya ke dalam setiap lubang dan akar tanaman akan menggantung bebas. Letakkan penyemprot di bagian bawah untuk menyemprot campuran air dan unsur hara ke akar tanaman. Metode aeroponik cocok untuk tanaman sayuran, seperti kangkung, selada, sawi, dan sebagainya.

Nah, Mam, tertarik untuk mencobanya? Selain tidak memerlukan lahan yang luas, 4 metode di atas juga tidak memerlukan biaya yang mahal.

Semoga bermanfaat, Mam.

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :