3 Jenis Makanan untuk Anak Penderita Hemofilia

Anak penderita hemofilia mengalami kelainan dalam proses pembekuan darah sehingga pantang jatuh dan terluka. Selain perhatian ekstra dalam mengasuhnya, orang tua juga harus memperhatikan asupan nutrisinya.

Anak dengan hemofilia memang harus berhati-hati dalam beraktivitas untuk menghindari risiko terluka dan juga benturan. Jika sudah terluka, perdarahan yang dialaminya lebih lama dibandingkan dengan anak normal.

Meskipun harus berhati-hati dalam beraktivitas, orang tua sebaiknya tidak membatasinya untuk tetap bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Dengan penanganan yang tepat, anak penderita hemofilia bisa tetap sehat dan optimal dalam menjalani hidupnya layaknya anak normal. Selain penanganan dan pengobatan, nutrisi juga menjadi bagian penting yang tak boleh dilewatkan dalam merawat anak penderita hemofilia. Beberapa jenis makanan disarankan untuk diberikan kepada si Kecil penderita hemofilia. Memang sifatnya tidak dapat menyembuhkan, namun dapat membantu proses pembekuan darah dan membantu mengurangi risiko terjadinya perdarahan yang berlebihan. Beberapa jenis makanan yang disarankan untuk penderita hemofilia adalah sebagai berikut.

  • Sumber makanan yang mengandung vitamin K
    Asupan nutrisi makanan yang kaya akan vitamin K dapat membantu mengatasi efek hemofilia. Vitamin K berperan dalam pembentukan protrombin yang berperan dalam proses pembekuan darah. Selain itu, vitamin K juga berperan dalam pembentukan glikogen yang dapat meningkatkan fungsi hati saat proses pembekuan darah. Ibu dapat menyajikan makanan kaya akan vitamin K dari bayam, kedelai, roti gandum, dan brokoli.
  • Sumber makanan yang mengandung vitamin C
    Vitamin C dikenal dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ternyata, vitamin C juga dapat meningkatkan pembekuan darah. Asupan vitamin C juga dapat membantu tubuh dalam memproduksi kolagen yang berperan penting dalam mengurangi memar berlebihan yang berkaitan dengan penyakit hemofilia. Ada banyak buah dan sayuran kaya vitamin C yang dapat disajikan untuk penderita hemofilia, seperti apel, strawberry, kiwi, pepaya, nanas, jeruk, bayam, kubis, dan paprika.
  • Makanan tinggi kalsium
    Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi. Mineral juga dapat mendukung pembentukan trombosit dan pembekuan darah. Konsumsi makanan kaya kalsium dapat membantu mencegah luka dengan perdarahan berlebihan pada penderita hemofilia. Beberapa sumber makanan kaya kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, susu kedelai, tahu, asparagus, dan brokoli.

Semoga bermanfat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :