5 Tips Bacakan Dongeng Untuk Anak Sebelum Tidur

Anak-anak paling suka dibacakan dongeng sebelum tidur. Bahkan, ia tak pernah bosan dengan dongeng yang pernah dibacakan orangtuanya. Mendongeng ternyata sangat bermanfaat untuk perkembangan otak si kecil.

Sejak zaman dulu, orangtua rajin membacakan dongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur. Dongeng kancil mencuri ketimun, kancil dan buaya, menjadi dongeng yang akrab di ingatan anak, bahkan hingga dewasa. Orangtua pun dulu memilih membacakan dongeng untuk anak-anaknya karena anak lebih cepat tidur jika sudah dibacakan dongeng.

Bagaimana dengan Anda, apakah sering mendongengi anak sebelum tidur? Banyak orangtua yang tak sempat mendongengi anaknya sebelum mereka tidur karena alasan kesibukan atau karena memang anak lebih tertarik dengan hal lain. “Bagaimana mau mendongeng, mereka lebih tertarik utak-atik tablet,” begitu mungkin salah satu jawaban orangtua. Ya, seiring berkembangnya teknologi, banyak anak yang kini lebih tertarik dengan games dan gadget. Bahkan, sampai ia terlelap, barang elektronik ini seringkali berada di genggamannya. Kalau sudah begitu, anak tak akan mendengar dongeng indah yang dibacakan orangtuanya.

Menurut sebuah penelitian yang dirilis oleh Times of India, dongeng dapat meningkatkan kinerja otak, yakni dapat meningkatkan imajinasi dan daya kreativitas mereka. Selain itu, seorang pendongeng dari Inggris bernama Jo Blake Cave, mengatakan bahwa dongeng merupakan bentuk seni konvensional yang dapat mengantarkan anak pada suatu imajinasi yang berkaitan dengan visualisasi alur dan karakter. Kondisi saat ini, yakni anak-anak lebih dekat dengan jejaring sosial dan juga teknologi internet, disinyalir oleh para ahli sebagai penyebab matinya imajinasi anak-anak.

Bagaimana Mom, sayang bukan kalau melewatkan kesempatan mendongengi anak menjelang tidurnya dengan menilik manfaatnya di atas? Apalagi, di siang hari anak sudah terlalu banyak bermain dengan aneka macam permainannya, misalnya gadget, PS, dan sebagainya. Sehingga, saat menjelang tidur, barang-barang tersebut sebaiknya sudah tak di dekatnya lagi.

Dengan mendongengi anak menjelang tidur, ibu pun akan semakin dekat dengannya. Jika di siang hari ibu tak berada di sampingnya karena harus bekerja, momen mendongeng menjelang tidur ini bisa Anda manfaatkan dengan maksimal. Biarkan anak bersandar di pangkuan Anda, elus-elus rambutnya sambil bacakan dongeng untuk mereka. Imajinasi anak pun akan terasah saat ibunya mendongeng.

Kini, memang tak semua anak-anak bisa anteng dan menurut ketika dibacakan dongeng. Bagi beberapa anak, mainan atau gadget lebih membuatnya tertarik. Lalu, bagaimana tips supaya anak suka dan antusias dibacakan dongeng oleh ibunya? Berikut ini tipsnya.

  1. Ciptakan suasana nyaman untuk anak
    Ketika anak sudah diajak ke kamar untuk tidur dan Anda siap untuk membacakan dongeng, sebaiknya dengan suasana yang nyaman dan tidak bising. Anda bisa mematikan televisi di ruang tamu, mematikan musik di komputer, dan menyuruh ayah atau kakak untuk tidak gaduh. Jangan lupa pastikan anak sudah cuci tangan, kaki, serta menggosok kaki sehingga dalam keadaan bersih dan setelah dibacakan dongeng bisa mudah tertidur.
  2. Jauhkan dari mainan, gadget atau ponsel yang bisa membuatnya tidak fokus
    Saat Anda membacakan dongeng untuk si kecil, tujuannya supaya ia mendengarkan bukan? Kalau Anda membaca dongeng, sementara ia sibuk sendiri bermain dengan mainannya atau dengan utak-atik gadget, artinya ia kurang mendengarkan dongeng yang tengah Anda bacakan. Hem, sudah capek-capek tapi tak didengar tentu membuat jengkel. Apalagi manfaat dari mendongeng sendiri tidak akan maksimal. Oleh karena itu, lebih baik jauhkan dulu anak dari mainannya.
  3. Libatkan anak untuk memilih dongeng yang ingin dibacakan
    Seringkali anak tak ingin dibacakan dongeng karena menurutnya isi ceritanya tidak menarik atau sudah sering dibacakan. Untuk mensiasatinya, Anda bisa bertanya kepada anak sambil menyodorkan buku kumpulan dongeng supaya ia memilih sendiri dongeng yang ingin dibacakan. “Hari ini Adek mau dibacakan dongeng tentang apa?” pertanyaan tersebut dapat dilontarkan kepadanya. Dengan begitu, ia pun akan lebih antusias mendengarkan dongeng pilihannya sendiri.
  4. Belajar menjadi pendongeng yang disukai anak
    Anak sering bosan jika ibunya sekadar membacakan dongeng tanpa memerankan tokoh-tokoh di dalam dongeng. Padahal, dengan menirukan karakter tokoh dalam dongeng, misalnya tokoh harimau dengan sesekali menirukan suara harimau, menirukan suara kucing, dan hewan lainnya bisa membuat anak semakin tertarik dan tak mau melewatkan sedikit pun cerita demi cerita yang dibacakan ibunya. Tak harus bagus, yang penting anak tertarik dan ingin didongengi oleh ibunya sebelum tidur, hingga menjadi rutinitas.
  5. Rangsang imajinasi anak
    Saat membacakan dongeng untuk anak, berikan beberapa pertanyaan untuk merangsang imajinasinya. Hal ini supaya imajinasi anak berkembang dan membuatnya kreatif. Jika dongengnya bercerita mengenai singa si raja hutan, Anda bisa berimajinasi dengannya bahwa di hutan ternyata ada sebuah kerajaan hutan, begitu juga dengan dongeng yang lainnya. Jangan kaget bila anak berimajinasi dengan hal-hal yang terkadang aneh dan lucu. Justru hal ini berarti imajinasi anak hidup.

Selamat mendongeng untuk buah hati ya Mom!

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :