Cara Bijak Tingkatkan Prestasi Anak

prestasi anak

Punya anak-anak yang berprestasi adalah harapan semua orangtua. Namun, bagaimana jika tiba-tiba prestasi anak menurun? Orangtua harus memiliki cara yang bijak untuk kembali meningkatkan prestasinya.

Prestasi anak tiba-tiba menurun dan membuat orangtuanya kaget. Hal ini kerapkali dialami oleh banyak orang tua. Padahal, orangtua mana yang tidak ingin anaknya memiliki prestasi akademis yang bagus, yakni punya nilai yang tinggi hingga mendapat ranking di kelasnya.

Performa prestasi yang menurun pada anak-anak merupakan hal yang wajar sekali terjadi. Setiap anak akan mengalaminya, sehingga orangtua tak perlu panik dan berujung pada menyalahkan anak. Penyebab menurunnya prestasi anak ini bisa datang dari dalam diri anak sendiri atau dari luar dirinya. Dari dalam diri, misalnya anak kurang tidur, kurang istirahat, dan sakit. Sedangkan penyebab yang berasal dari luar misalnya, lingkungan pertemanan, adaptasi dengan kelas barunya, yang menyangkut jam belajar yang lebih panjang, guru yang berbeda, hingga pelajaran yang semakin sulit.

Sebagai ilustrasi jika penyebabnya dari dalam diri anak, yakni ketika anak sakit perut atau pusing, ia sudah sulit untuk berkonsentrasi dan menerima pelajaran. Belum lagi kalau matanya sulit sekali diajak berkompromi karena mengantuk, tentu ia akan sulit menerima pelajaran dengan baik. Contoh lain jika penyebabnya datang dari luar, misalnya lingkungan pertemanan anak yang kurang baik, juga akan berpengaruh pada akademisnya. Anak yang berteman dengan teman yang hobinya main dan lupa belajar akan membuatnya ikut-ikutan menomorduakan belajar. Contoh lain yang berasal dari luar diri anak, yakni saat anak harus beradaptasi dengan kelas barunya. Anak sudah naik level di kelas yang lebih tinggi, banyak perubahan yang akan dirasakan, mulai dari pelajaran semakin sulit, guru yang berbeda, hingga jam sekolahnya. Di sini, beberapa anak akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi, meskipun pada beberapa anak lainnya bisa mulus-mulus saja dan tak memengaruhi prestasinya. Oleh karena itu, Anda sebagai orangtua sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu penyebab performa prestasi anak menurun dan bukan memarahi dan menyalahkannya.

Anda sebagai orangtua juga bisa melakukan instrospeksi diri, bisa jadi salah satu penyebabnya karena perhatian orangtua yang kurang, ataukah ada masalah keluarga yang ikut memengaruhi prestasinya. Seringkali, prestasi anak akan menurun ketika kedua orangtuanya tidak harmonis dan sering bertengkar di hadapan mereka.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak meningkatkan prestasinya. Berikut ini caranya:

  • Tetapkan waktu belajar
    Anda bisa membuat kesepakatan dengan anak mengenai waktu belajar ini. Lakukan kesepakatan dengannya untuk belajar 1 hingga 2 jam dalam sehari, waktunya bisa siang hari selepas tidur siang atau malam hari sebelum tidur. Dengan belajar setiap hari secara teratur sebagai rutinitas, anak akan terbantu dalam memahami pelajaran di sekolah karena di rumah akan diulangi kembali. Selain itu, tidak menutup kemungkinan ia sudah terlebih dahulu mempelajari materi yang belum dijelaskan oleh guru di sekolah sehingga membuatnya semakin siap menerima materi baru.
  • Tetapkan waktu istirahat
    Istirahat yang cukup sangat penting bagi tubuh. Ketika Anda menetapkan waktu istirahat untuk anak, misalnya tidur siang pukul 14.00 kemudian di malam hari anak-anak sudah harus tidur pukul 21.00, anak akan memperoleh waktu istirahat yang cukup. Hal ini berkaitan dalam aktivitas kesehariannya, yakni jika anak cukup istirahat tentu tidak akan mengantuk di kelas. Saat bangun pagi, tubuhnya akan segar dan siap beraktivitas. Di sekolah anak akan mudah berkonstrasi menerima pelajaran tanpa didera rasa kantuk.
  • Ciptakan suasana belajar yang tenang
    Seringkali anak belajar di kamarnya, tetapi televisi di ruang keluarga terdengar. Ibu, ayah, dan adik tengah asyik menonton sinetron kesukaan. Hal ini tentu membuat kakak yang tengah belajar di kamarnya terganggu, apa yang dipelajarinya tak bisa dipahami karena ia terganggu suara televisi. Menciptakan suasana yang tenang bagi anak saat ia belajar tentu membuatnya bisa berkonsentrasi. Ibu bisa mematikan televisi saat anak belajar, menasihati adik untuk tidak membuat kegaduhan, dan pergi menjauh ke ruangan lain jika ingin mengobrol bersama ayah.
  • Dampingi anak belajar
    Mendampingi anak belajar sebaiknya dilakukan, supaya bisa diketahui apa kesulitan anak. Dalam hal ini, orangtua bisa menjelaskan jika memang anak belum jelas. Selain itu, orangtua juga bisa mengetahui sejauh mana kemampuan anaknya, sehingga bisa mencari solusi apabila ia tertinggal dalam mata pelajaran tertentu. Dengan didampingi orangtuanya, tentu anak tak akan takut bertanya jika ia tak mengerti materi yang tengah dipelajarinya.
  • Berikan penghargaan atas prestasinya
    Anak paling suka diberi hadiah. Ketika ia mendapatkan nilai bagus atau mendapatkan ranking di kelasnya, janjikan untuk memberinya hadiah. Motivasi belajarnya bisa terpompa dan melecut semangatnya untuk menjadi yang terbaik.

 

Yuk, jadikan anak-anak kita anak yang berprestasi!

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :