Ibu hamil sudah sepantasnya selalu menjaga kebiasaan-kebiasaan baik dan sehat selama kehamilan. Namun, tidak sedikit ibu hamil yang mengabaikan kebiasaan positif tersebut. Ada beberapa ibu hamil yang secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan kebiasaan buruk selama kehamilan. Jika hal tersebut berlanjut maka akan berisiko mengancam kesehatan ibu hamil dan janinnya. Karena itu, dibutuhkan kesadaran untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Di bawah ini beberapa macam kebiasaan buruk seputar kebiasaan pola makan, pola gaya hidup, dan pola pikir yang sering dilakukan oleh ibu hamil.
Kebiasaan Buruk Pola Makan
- Mengonsumsi minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi, teh, cokelat jika dikonsumsi secara berlebihan akan membahayakan ibu hamil dan janin. Ibu akan mengalami darah tinggi, insomnia, sedangkan bayi akan berisiko lahir prematur, berat kurang, bahkan keguguran.
- Mengonsumsi makanan berkomponen bahan kimia
Makanan berpengawet, berpemanis buatan, serta mengandung MSG sangat berbahaya bagi perkembangan otak. Selain itu, makanan kaleng juga terpapar oleh bahan kimia sehingga dapat berdampak buruk terhadap kesehatan janin.
- Mengonsumsi manis dan asin secara berlebihan
Makanan yang mengandung gula dan garam secara berlebihan berisiko menyebabkan ibu hamil mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi.
- Kurang minum
Ibu hamil yang kekurangan cairan dapat terserang dehidrasi, sembelit, pusing, mual, pegal, bengkak, bahkan proses sirkulasi darah dan distribusi nutrisi ke janin terganggu. Minumlah air putih 8–10 gelas/hari sangat disarankan untuk Anda.
- Makan banyak dengan intensitas sering
Pola makan yang aman bagi ibu hamil adalah makan sedikit namun sering. Jika Anda makan banyak dengan intensitas sering maka akan menyebabkan obesitas, nyeri heartburn, diabetes, dll.
- Menuruti setiap panggilan ngidam
Apabila Anda selalu menuruti hasrat ngidam maka tak heran jika berat badan Anda akan cepat naik.
Kebiasaan Buruk Pola Gaya Hidup
- Malas berolahraga
Ibu hamil yang malas berolahraga membuat badan terasa kurang bugar, seperti pegal, pusing, mual, mudah lelah, sulit pada proses persalinan, dll.
- Mengonsumsi alkohol dan merokok
Ibu hamil yang minum minuman beralkohol dan merokok akan mengancam keselamatan janin, seperti bayi lahir prematur, cacat, bahkan keguguran.
- Mengolah makanan terlalu matang ataupun mentah
Mengolah masakan terlalu matang akan menghilangkan kandungan nutrisi yang terdapat dalam makanan. Sedangkan, mengolah masakan kurang matang akan membahayakan kesehatan Anda dan janin karena kemungkinan bakteri yang ada dalam bahan masakan belum mati.
- Berpakaian ketat
Pakaian ketat dapat menyebabkan napas ibu sesak dan perut terasa tidak nyaman karena tertekan.
- Memakai alas kaki bertumit tinggi
Sepatu atau sandal bertumit dapat menyebabkan kaki ibu menjadi pegal dan berisiko terjatuh.
- Beraktivitas berat
Ibu hamil yang bekerja berat (tenaganya diforsir) berisiko akan menderita sakit pada sendi, lemas, bahkan keguguran.
- Posisi tidur tengkurap
Posisi tidur tengkurap dilarang bagi ibu hamil karena akan menekan perut dan bayi dalam kandungan.
- Bercinta di usia muda kehamilan
Bercinta di usia kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya dihindari karena berisiko membuat janin keguguran.
- Posisi tubuh membungkuk
Jaga postur tubuh selalu tegak. Jika Anda ingin mengambil barang yang jatuh, jangan langsung membungkuk ya, Mam, tapi jongkoklah terlebih dulu untuk mengambilnya agar tidak menekuk perut Anda.
- Terpapar bahan kimia dari kosmetik
Mewarnai rambut, menikur, dan pedikur juga dapat membahayakan janin karena bahan kimia yang dikandung dalam cat rambut dan cat kuku. Bahan kimia tersebut dapat menyebabkan bayi lahir cacat dan keguguran.
Kebiasaan Pola Pikir
- Berpikir negatif
Pikiran negatif , perasaan cemas, sedih, dll dapat membuat ibu hamil stres sehingga berisiko membuat bayi lahir prematur, memiliki alergi, menurunnya tingkat kekebalan tubuh, bahkan keguguran.
Nah, ternyata cukup banyak ya, Mam kebiasan-kebiasaan buruk yang bisa saja Anda lakukan selama hamil. Selalu sayangi janin Anda dengan melakukan pola makan, gaya hidup, dan pikir yang sehat. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







