Apakah kehamilan Anda sehat, Mam? Atau Anda diharuskan menjalani istirahat total (bedrest)?
Istirahat total saat masa kehamilan memang sering dialami oleh ibu hamil yang kesehatan dirinya atau janin terganggu. Bedrest bertujuan menjaga keselamatan janin yang berada dalam kandungan Anda yang rentan dan lemah.
Tidak semua ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan diharuskan menjalani bedrest. Berikut ini beberapa kondisi ibu hamil yang mewajibkan Anda harus menjalani bedrest.
- Ibu hamil dengan leher rahim yang lemah. Kondisi ini membutuhkan bedrest untuk mencegah leher rahim terbuka terlalu dini dan memungkinkan kelahiran prematur. Bahkan, kondisi ini sangat serius hingga memerlukan operasi penutupan leher rahim sampai usia kehamilan aman untuk kelahiran.
- Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Bedrest bermanfaat untuk menurunkan hipertensi yang dapat membahayakan janin.
- Ibu hamil dengan perdarahan vagina selama kehamilan yang dapat memicu keguguran janin.
- Ibu hamil dengan permasalahan kondisi plasenta yang juga dapat menyebabkan keguguran janin, seperti kasus placenta previa, yaitu plasenta yang menutupi jalan lahir.
- Ibu hamil dengan pengalaman kontraksi atau gejala lain yang dapat memicu kelahiran prematur.
- Ibu hamil dengan kehamilan kembar dua atau lebih.
- Ibu hamil dengan tanda-tanda, gejala atau hasil tes yang mengindikasikan adanya masalah pada pertumbuhan dan perkembangan janin.
- Ibu hamil yang memiliki serviks yang tidak terlalu kuat menopang beban tekanan dari rahim yang membesar.
- Ibu hamil yang mengandung janin di luar rahim.
Sebelum Anda melakukan bedrest, sebaiknya Anda menanyakan terlebih dahulu kepada dokter mengenai jenis tingkatan bedrest yang harus Anda lakukan. Bedrest tidak melulu mengharuskan Anda hanya tidur di tempat tidur dan tidak boleh melakukan apa-apa. Namun, ada tiga tipe bedrest, yaitu sebagai berkut.
- Bedrest modifikasi
Ibu hamil harus terus menerus berada di tempat tidur, tapi masih diperbolehkan beraktivitas ringan. - Bedrest ketat
Ibu hamil harus berada di tempat tidur atau sofa, tidak boleh bergerak terlalu banyak, dan hanya boleh turun dari tempat tidur ketika ke kamar mandi saja. - Bedrest lengkap
Ibu hamil harus beristirahat total di rumah sakit, tidak boleh turun dari tempat tidur, buang air kecil menggunakan pispot, dan mewajibkan ibu hamil berbaring dengan aturan posisi tertentu, seperti berbaring pada salah satu sisi tubuh saja untuk mengurangi tekanan dari rahim terhadap serviks.
Menjalani bedrest memang menimbulkan rasa bosan atau jenuh. Namun, Anda pasti akan rela melakukan ini semua demi kesehatan janin. Anda juga dapat memastikan dengan menanyakan kepada dokter mengenai berapa banyak aktivitas yang diperbolehkan dilakukan selama bedrest. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







