Adalah hal yang wajar bila selama hamil, Anda merasakan napasnya terasa lebih pendek dibanding ketika sebelum hamil. Hal ini disebabkan karena rahim membesar sehingga menekan dinding dada atau diafragma ibu hamil. Kondisi itu menyebabkan rongga paru-paru akan berkurang sehingga napas menjadi lebih pendek atau merasa agak sesak.
Napas pendek tentu membuat Anda merasa terganggu dan tidak nyaman. Lantas, bagaimana mengatasinya sehingga terhindar dari napas pendek ataupun sesak napas?
- Biasakan berolahraga ringan, seperti jalan kaki, berenang, ataupun yoga untuk mengatur sistem pernapasan. Berolahraga selama 30 menit setiap hari untuk mendapatkan oksigen yang baik bagi tubuh.
- Hindari situasi atau lingkungan yang membuat Anda stres, seperti hindari kebiasaan melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, hindari situasi atau lingkungan yang ramai, panas, ataupun pengap. Selalu kerjakan sesuatu dengan santai dan tenang agar tubuh Anda tetap rileks.
- Hindari aktivitas tubuh yang berlebihan sehingga membuat Anda kelelahan, seperti berjalan kaki dalam jarak jauh, membawa barang berat, dan lain-lain.
- Tidurlah dengan berkualitas. Tidurlah dengan posisi miring ke kanan atau kiri. Hindari tidur dengan posisi telentang karena dapat memicu gejala sesak napas. Ganjal punggung dan kepala Anda dengan beberapa bantal.
- Biasakan duduk dengan posisi bahu dan punggung tegak agar ruang paru-paru tidak tertekan dan memiliki ruang lebih untuk bernapas lega.
- Makanlah dengan porsi cukup. Jangan makan berlebih dan membuat perut Anda sangat kenyang. Hal ini dapat memicu sesak napas.
- Jangan merokok, bahkan hindari sebagai perokok pasif sekalipun. Asap yang ditimbulkan oleh rokok dapat juga membuat napas Anda sesak.
Jika Anda sudah mengalami napas pendek atau sesak napas, berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk meringankan atau menghilangkan sesak napas, seperti:
- Segeralah latihan pernapasan. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, hembuskan dengan perlahan melalui hidung juga. Lakukan hal ini beberapa kali. Fokuskan perhatian Anda pada tarikan dan hembusan napas sehingga tubuh Anda menjadi lebih rileks.
- Segeralah beristirahat duduk dengan punggung bersandar pada kursi jika napas pendek atau sesak napas menyerang. Baik itu saat Anda berdiri atau berjalan kaki.
Napas pendek ataupun sesak napas bukanlah penyakit yang membahayakan bagi Anda dan janin. Namun, hal ini menjadi keluhan yang sangat mengganggu kenyamanan ibu hamil. Mudah-mudahan, tips di atas dapat membantu Anda dalam mencegah gangguan napas pendek atau sesak napas yang Anda alami.
Jika napas Anda tetap pendek dan sesak napas masih saja mengganggu, segera konsultasikan dengan dokter Anda ya Mam. Semoga bermanfaat.







