Melahirkan normal adalah dambaan bagi setiap ibu yang sedang hamil, namun bagaimana halnya jika janin mengalami kondisi yang tidak normal, seperti posisi sungsang? Apakah masih memungkinkan untuk melahirkan secara normal?
Bayi sungsang merupakan sebutan untuk posisi bayi yang letaknya mengalami kelainan di dalam perut ibu, misalnya posisi kepala yang seharusnya berada di bawah tapi malah berbalik ke arah atas. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah bentuk rahim ibu yang tidak normal, produksi air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor dalam rahim, posisi plasenta yang menutupi jalan lahir, bayi terlilit tali pusar, kepala bayi yang terlalu besar, dan kondisi dari janin itu sendiri.
Biasanya semenjak trisemester kedua kehamilan, ibu hamil sudah bisa mengetahui posisi bayinya apakah sungsang atau tidak dengan menggunakan bantuan ultrasonografi. Terkadang dokter juga melakukannya secara manual, yaitu dengan meraba bagian luar perut ibu.
Namun, di luar itu semua, posisi sungsang seperti ini tentunya menghalangi keinginan sebagian besar ibu untuk melahirkan secara normal, sebab bayi yang dalam keadaan sungsang biasanya jalan keluarnya hanyalah melalui operasi caesar. Lantas bagaimana halnya jika ada ibu yang tetap bersikeras melahirkan secara normal padahal kondisi janinnya adalah sungsang? Apakah hal itu dapat membahayakan ibu dan bayi?
Sebenarnya apabila dipaksakan, ibu yang bayinya dalam keadaan sungsang dapat melahirkan secara normal. Namun prosesnya agak sedikit berbeda dibandingkan bayi dalam posisi normal, karena persalinan sungsang terjadi dengan mengeluarkan pantat bayi terlebih dahulu, bukan kepala bayi. Sementara itu, waktu yang tersedia untuk bayi agar bisa keluar sampai keseluruhan tubuhnya mulai dari kepala hingga kaki hanyalah delapan menit. Hal itu berarti kapasitas oksigen yang dimiliki bayi terbatas selama delapan menit saja. Apabila melebihi dari batas waktu tersebut, maka dikhawatirkan dapat membuat bayi kekurangan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian.
Di samping itu, persalinan sungsang yang secara normal juga berisiko terhadap terjadinya pendarahan pada otak bayi. Apalagi persalinan tersebut pastinya akan memberatkan ibu, karena membutuhkan kekuatan yang sangat besar untuk mengeluarkan bayinya. Bahkan jika ibu tidak sanggup dapat berakibat fatal, yaitu bayi bisa terjepit di jalan lahir. Sehingga, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa melahirkan secara normal bagi bayi sungsang cukup berbahaya bagi ibu dan bayi.
Namun, dalam beberapa hal, persalinan normal masih aman untuk dilakukan bagi bayi sungsang apabila memenuhi kriteria berikut:
- Bukan kehamilan yang pertama
- Posisi kepala janin normal, yaitu menghadap ke bawah atau menunduk
- Panggul ibu yang cukup luas untuk ukuran bayi
- Ukuran bayi yang kecil, yaitu tidak lebih dari 3,5 kilogram
- Bayi tidak berada dalam kondisi terlilit






