Terjatuh saat hamil tentunya berbahaya bagi Anda dan janin. Semoga jangan sampai menimpa Anda , ya Mam. Namun, bila hal ini terjadi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan serta lakukan agar kehamilan Anda tetap sehat.
- Perhatikan posisi jatuh.
Posisi saat terjatuh sangat berpengaruh pada risiko yang bisa saja dialami oleh janin, seperti:- Posisi telentang. Jatuh dengan posisi telentang tidak begitu mengkhawatirkan karena janin tidak berbenturan langsung dengan tanah/lantai. Namun, tetap saja terjatuh dapat mengakibatkan kontraksi sebagai respons rasa kaget, syok, atau stres.
- Posisi tengkurap. Terjatuh dengan posisi tengkurap membuat janin Anda terbentur secara langsung dengan tanah/lantai. Hal ini tentu membahayakan janin dengan kemungkinan lepasnya plasenta (solutio placenta). Dalam kasus ringan, janin masih bisa diselamatkan. Namun, dokter bisa saja memutuskan mengakhiri kehamilan jika ternyata banyak bagian plasenta yang lepas.
- Posisi terduduk. Posisi terduduk saat terjatuh menempatkan beban tubuh Anda pada tulang belakang secara mendadak. Pada kehamilan usia tua, hal ini dapat menyebabkan ketuban pecah sehingga memicu kelahiran lebih awal.
- Perhatikan perubahan pada kondisi Anda dan janin.
Lakukan pengecekan pada beberapa hal di bawah ini untuk mengetahui risiko yang bisa ditimbulkannya.- Pendarahan atau tidak. Jangan anggap sepele bila timbul flek setelah terjatuh. Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apakah terjadi pendarahan atau tidak.
- Ketuban pecah atau tidak. Ketuban pecah dapat menyebabkan timbulnya kontraksi sehingga bisa memicu kelahiran prematur.
- Janin masih bergerak atau tidak. Pantau setiap jam gerakan janin Anda. Apabila tidak ada gerakan pada janin lebih dari 2 jam setelah terjatuh, segera periksakan ke dokter. Pada ibu hamil yang kandungannya masih muda, Anda bisa cek gerakan janin dengan USG atas bantuan dokter.
- Kontraksi atau tidak. Bila Anda merasakan kontraksi setelah terjatuh, segera periksakan ke dokter.
Ibu hamil diharapkan untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kenakanlah alas kaki yang aman (misalnya: model flat atau tanpa tumit), hal ini untuk memudahkan Anda dalam menjaga kestabilan tubuh saat berjalan atau beraktivitas. Selain itu, jagalah kondisi fisik Anda, makan makanan sehat dan bernutrisi dan cukup istirahat agar tubuh Anda tetap fit dan kuat sehingga Anda terhindar dari anemia atau pusing yang kerap terjadi selama kehamilan yang bisa mengakibatkan Anda terjatuh.
Bila Anda terjatuh, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Tindakan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada kandungan, terutama bila terjatuh dengan posisi tengkurap.







