Batuk Alergi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

batuk alergi pada anak

Si kecil tiba-tiba terserang batuk. Tak ayal, ibu dibuat khawatir dengan hal ini. Ternyata batuk yang diderita si kecil adalah batuk alergi. Batuk alergi kapan pun bisa diderita oleh anak. Sayangnya, tak semua orangtua tahu bahwa batuk yang diderita si kecil karena alergi, sehingga tidak segera mencari tahu penyebabnya.

Saat anak terserang batuk memang membuat aktivitasnya terganggu. Saat malam hari, tidurnya pun tak sepulas biasanya karena tenggorokannya sakit dan batuk-batuk. Batuk yang dialami oleh anak ini tak melulu disebabkan oleh virus influenza, tetapi bisa saja ia dilanda batuk alergi. Tak banyak yang tahu bahwa batuk yang diderita anak merupakan batuk alergi. Banyak orangtua mengira, saat anak terserang batuk karena sedang menderita flu akibat tertular anggota keluarga atau teman bermainnya. “Ah, anak batuk pilek lagi musim sekarang, temannya terserang, besoknya ya dia juga kena.” Begitu mungkin pendapat mereka. Akhirnya, tak banyak dari orangtua yang mencari tahu penyebabnya apabila si kecil terserang batuk alergi.

Batuk karena alergi terkadang berlangsung lama, bahkan ada pula yang hanya sebentar. Jika batuk pilek yang biasa diderita anak disebabkan oleh virus influenza, batuk alergi terjadi karena anak mengalami alergi terhadap zat-zat yang merupakan pencetus alergi baginya. Orangtua yang tidak mengetahui batuk yang diderita anaknya karena alergi, tak berusaha untuk menghindarkan anaknya dari pencetus alergi tersebut.

Batuk alergi yang terjadi pada si kecil bisa disebabkan oleh banyak hal. Penyebab batuk alergi ini, misalnya zat-zat yang beterbangan dan terhirup si kecil (debu, bulu binatang, asap rokok, serbuk sari bunga, dan bahan kimia yang disemprot seperti minyak wangi, dan obat nyamuk), cuaca dingin, dan zat-zat dalam makanan seperti pengawet dan pewarna. Jadi, bisa saja si kecil menderita batuk karena di rumah memelihara kucing dan bulunya beterbangan kemana-mana, akhirnya terhirup olehnya.

Batuk alergi yang diderita anak ini terjadi diawali dengan masuknya zat-zat penyebab alergi, misalnya saja bulu binatang, kucing atau anjing yang terhirup oleh anak. Selanjutnya, bulu tersebut memicu munculnya lendir berlebihan dan pembengkakan dalam saluran napasnya. Hal ini kemudian merangsang ujung syaraf pada selaput lendir, sehingga muncullah batuk. Batuk alergi yang dialami buah hati terkadang juga disertai dengan pilek, bersin-bersin, sesak napas, dan mengi. Hal inilah yang sulit dikenali orangtua karena menyerupai batuk karena influenza. Bedanya, batuk bukan karena alergi, namun terkena virus influenza biasanya disertai dengan adanya demam.

Batuk yang dialami si kecil karena alergi tentu akan membuatnya tak nyaman. Apalagi jika batuknya tak reda-reda dan berlangsung lama. Wajar saja jika orangtua dibuat cemas karenanya. Sebenarnya, tak susah untuk mengatasi batuk alergi yang diderita si kecil. Berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi batuk alergi pada anak.

  1. Selidiki penyebab alergi si kecil
    Anda perlu mencari tahu penyebab alergi pada si kecil hingga membuatnya batuk. Jangan meremehkannya, karena si kecil bisa saja tak sembuh-sembuh jika tidak diketahui penyebabnya dan dihindarkan dari pemicu alerginya. Jika Anda tahu penyebabnya, tentu Anda akan melakukan antisipasi supaya batuk alergi si kecil tak kambuh lagi.
  2. Pakaikan baju hangat jika pemicu alergi si kecil karena cuaca
    Cuaca yang dingin kerap membuat anak-anak didera alergi yang berujung pada batuk-batuk. Kenakan pakaian yang hangat di badannya, sehingga tubuhnya akan lebih nyaman dan terhindar dari rasa dingin yang bisa menimbulkan alergi.
  3. Menjaga kebersihan rumah
    Salah satu penyebab batuk alergi yang dialami si kecil adalah debu yang beterbangan. Debu-debu yang menempel di perabotan kapan saja bisa terhirup oleh anak. Perhatikan juga kasur, bantal dan seprai di kamar si kecil. Jika batuk alergi yang dialaminya tidak sembuh-sembuh, bisa jadi pemicunya adalah debu-debu dari benda-benda di kamarnya. Jemur kasur dan bantalnya dan ganti seprainya 2 kali seminggu supaya tidak ada debu bersarang di sana.
  4. Hindarkan dari binatang peliharaan
    Bulu binatang peliharaan bisa menjadi pemicu batuk pada anak. Bulu kucing yang terkena angin bisa terbang dan terhirup oleh si kecil yang menyulut batuk-batuk. Apabila anak dekat dengan binatang peliharaan tersebut, lebih baik dijauhkan dulu darinya supaya tidak memperburuk kondisinya. Apalagi binatang peliharaan sering bermain ke mana-mana, misalnya ia dari tempat yang kotor dan langsung dipeluk anak, tentu saja kuman ikut menempel di tubuh si kecil.
  5. Hindari jajanan berpengawet dan pewarna
    Saat anak menderita batuk, sebaiknya hindari dulu makanan-makanan yang berbahan pengawet dan pewarna. Selain berbahaya bagi kesehatan, makanan tersebut juga menjadi pemicu batuk alergi yang dideritanya.
  6. Hubungi dokter jika kondisi semakin memburuk
    Jika batuk alergi yang dialami buah hati tak sembuh-sembuh dan mengganggu aktivitasnya, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini supaya kondisi si kecil segera membaik dan batuknya mereda.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :