Eksim Susu Pada Bayi

eksim susu bayi

Ibu dan ayah begitu bahagia ketika bayi mungilnya hadir ke dunia. Kulitnya begitu lembut dan halus. Namun, tak berapa lama kemudian ibu dibuat khawatir karena di wajah mulusnya tiba-tiba muncul bintik-bintik merah yang membuat bayi rewel. Kejadian ini disebut eksim susu.

Tangis bayi yang menghiasi keluarga kecil ibu telah lama dinanti-nantikan. Sekarang keluarga ibu lengkap dengan kehadirannya. Bayi yang baru lahir dengan kulit mulus, putih, dan bersih tentu membuat gemes siapa pun yang melihatnya, bahkan ingin menggendong. Ibu baru pun begitu bahagia dengan status barunya menjadi mama. Namun, beberapa hari kemudian terkadang bayi rewel karena muncul bintik-bintik merah di pipi montoknya. Ah, hal ini tak jarang membuat ibu merasa khawatir dan sedih.

Banyak yang bilang kalau bayi yang berusia beberapa hari dan mengalami wajah merah-merah dan terkadang bersisik ini karena terkena ASI saat disusui yang kemudian mengenai kulit di sekitar mulutnya. Ternyata hal tersebut salah dan hanyalah mitos belaka. Kondisi wajah bayi merah-merah disertai bintik-bintik yang terkadang bersisik ini bukan disebabkan oleh ASI, namun karena beberapa faktor, yaitu karena orangtua memiliki riwayat alergi, lingkungan dengan udara panas, kotor dan berdebu, dan karena faktor anak sendiri, yakni kulitnya yang kering.

Gejala merah-merah yang terkadang disertai sisik, lecet, dan bintik-bintik di wajah bayi ini disebut dengan eksim susu. Eksim susu sering disebut juga dengan dermatitis atopi yang biasanya dialami oleh bayi yang baru berusia beberapa hari. Karena wajahnya yang memerah, bintik-bintik dan bersisik ini, tak ayal membuat bayi gelisah dan rewel. Pada orangtua yang mempunyai riwayat penyakit asma dan alergi, memiliki kemungkinan sekitar 80% anaknya akan terkena eksim susu.

Memang sedih ya Ma, kalau si kecil rewel dengan wajah yang merah-merah. Ia merasakan gatal dan sedikit perih sehingga sedikit-sedikit menangis. Apalagi terkadang gejala eksim susu ini tak hanya muncul di wajah, tetapi hingga menjalar ke bagian lehernya. Kalau sudah begitu, ibu pun jadi semakin cemas. Bahkan, pendapat para tetangga maupun orang lain terkait dengan eksim yang diderita si kecil seringkali kian menambah kecemasan ibu. Wajar kok, hal ini terjadi pada ibu, karena tak ada orangtua mana pun yang tidak khawatir saat melihat buah hatinya sakit. Gejala eksim susu kerap kali juga terjadi pada bayi-bayi lainnya. Eksim susu ini kerap dialami bayi dalam waktu yang tidak lama, yakni antara satu hingga dua hari. Namun sering kali kambuh dan mendera bayi kembali. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Jika bayi ibu terkena eksim susu, sebaiknya cari penyebabnya terlebih dahulu, sehingga ibu bisa menjauhkannya dari si kecil. Selain itu, langkah-langkah berikut ini bisa dilakukan.

  • Jagalah kebersihan kulit wajah bayi
    Jika kulit bayi selalu dalam keadaan bersih tentu akan menghindarkannya dari berbagai penyakit. Apalagi jika eksim susu telah menyerangnya. Saat ASI menetes di pipinya yang terkena eksim, segera bersihkan dengan handuk basah yang hangat.
  • Ciptakan lingkungan yang bersih
    Bisa jadi, anak terkena eksim karena lingkungan di sekelilingnya yang kurang bersih dan banyak debu. Bersihkan rumah dan jauhkan segala perabot dan karpet dari debu. Selain itu, ganti seprai 2 kali seminggu supaya tidak banyak debu karena si kecil tidur dan bermain di tempat tidur. Kulit bayi yang masih sensitif tersebut jika terkena debu bisa berdampak pada munculnya eksim atau bahkan memperburuk kondisinya jika ia sudah terserang eksim. Kasihan bukan kalau wajah si kecil merah-merah karena orangtuanya tak memperhatikan banyak debu di sekelilingnya?
  • Pakaikan sarung tangan untuk si kecil
    Saat si kecil tengah didera eksim susu, ia akan gelisah karena kulitnya gatal. Karena gatal ini, kadang si kecil ingin menggaruknya. Jika tidak memakai sarung tangan, bisa saja kondisinya semakin parah karena terkena kukunya. Apalagi, tangan si kecil terkadang kotor karena memegang mainan, bermain air liur, dan sebagainya. Hal ini bisa membuat ruam merah-merah di wajahnya semakin parah karena iritasi.
  • Gunakan pakaian yang menyerap keringat pada si kecil
    Memakai baju yang mudah menyerap keringat tidak akan membuat si kecil merasa gerah dan kepanasan. Tentu hal ini tidak akan memicu gatal-gatal pada kulitnya hingga berdampak pada eksim. Dengan baju yang nyaman, si kecil akan jauh dari keringat dan tidak kepanasan.
  • Gunakan krim pelembab bayi
    Ibu bisa mengoleskan krim pelembab khusus bayi pada kulit wajah bayi untuk menjaga kelembaban kulitnya dan terhindar dari eksim. Apabila sudah terkena eksim, oleskan di bagian kulit yang terkena eksim supaya tetap lembab. Krim pelembab bayi ini bisa dioleskan setelah mandi atau 3-4 kali sehari. Namun, pilihlah krim pelembab bayi yang non-parfumed.
  • Hindarkan luka eksim anak dari sinar matahari langsung
    Sebaiknya hindarkan luka anak dari sinar matahari secara langsung karena akan membuat lukanya terasa panas dan gatal.
  • Pergi ke dokter jika kondisi eksim semakin parah
    Jika eksim susu yang diderita anak malah semakin parah, sebaiknya membawanya ke dokter anak supaya segera dilakukan penanganan oleh dokter.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :