Hindari Cedera Olahraga Pada Anak

cedera olahraga pada anak

Senang pada olahraga tertentu sering membuat anak terlalu bersemangat dan kurang berhati-hati. Risiko jatuh, terkena bola, dan lain-lain bisa dialami kapan saja sehingga anak bisa cedera dari ringan hingga serius. Sebenarnya, cedera saat berolahraga ini bisa dihindari.

Olahraga merupakan aktivitas yang harus dilakukan supaya tubuh sehat dan terhindar dari penyakit. Banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan, mulai olahraga ringan hingga yang cukup menguras energi. Olahraga ringan seperti golf, sepeda santai, jalan-jalan, sedangkan yang menguras energi seperti lari, sepak bola, bersepeda, dan banyak lagi.

Tak hanya orang dewasa yang harus berolahraga, anak-anak pun tak boleh ketinggalan. Bahkan, fungsi olahraga untuk anak-anak selain untuk kesehatan juga untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. Orangtualah yang harus membiasakan anak rutin berolahraga. Anak-anak yang usianya masih balita, memang belum paham untuk mengikuti intruksi, jadi ikuti saja gerakan-gerakan yang mereka lakukan dan jangan dipaksakan. Namun, bagi anak-anak yang sudah lebih dari 6 tahun, mereka sudah lebih mengerti untuk diberi tahu mengenai gerakan-gerakan dalam olahraga.

Tak jarang, anak-anak usia sekolah dasar sudah memiliki ketertarikan pada jenis olahraga tertentu. Banyak dari mereka yang suka sepakbola, voli, basket, kasti, atau olahraga sepeda. Kesukaannya terhadap olahraga tertentu bisa disebabkan karena memang dia memiliki kemampuan di olahraga tersebut, banyak teman-temannya yang juga suka, dan terpengaruh oleh tontonan di televisi. Coba ingat, ketika demam timnas Indonesia ramai, banyak dari anak-anak yang kemudian gandrung dengan olahraga sepakbola, hingga kostum bernomor punggung pemain tertentu pun dipakainya. Tentu sikap anak ini tak salah, bahkan bisa memotivasinya untuk menjadi pemain sepakbola andal nantinya. Hal ini patut didukung orangtua.

Seringkali, saat anak berolahraga, sesuatu yang tidak diinginkan dialami, yakni jatuh dan terluka atau mengalami cedera. Mungkin ia terlalu bersemangat sehingga kurang berhati-hati atau karena alasan lain, seperti terpeleset, perlengkapan olahraga seperti sepatu yang kurang mendukung, dan sebagainya. Kalau sudah cedera, orangtua pun dibuat cemas dengan sakit yang dialami anak. Belum lagi, kalau sampai cedera parah hingga mengganggu sekolahnya, tentu tidak ada yang menginginkannya. Oleh karena itu, sebelum cedera dialami anak, sebaiknya diantisipasi.

Pastikan beberapa hal di bawah ini dilakukan anak supaya terhindar dari cedera saat melakukan olahraga. Apa saja yang harus dilakukan? Silakan disimak.

  • Mencoba berbagai olahraga terlebih dahulu bersama orangtua
    Anak-anak seringkali belum pernah mencoba sebuah olahraga dan langsung mempraktikkannya dengan teman-temannya. Padahal, bisa saja teman-temannya sudah lebih pintar sehingga ia harus kerja keras untuk terlibat di dalamnya. Sebagai contoh, dalam olahraga sepak bola. Ketika anak sama sekali belum pernah mencobanya dan langsung turun ke lapangan bersama teman-temannya, bisa saja ia hanya banyak berlari mengejar bola dan tak bisa mengendalikan bola. Kalau sudah begitu, kemungkinan untuk terjatuh dan cedera lebih besar. Orangtua bisa mencobanya bersama anak di halaman rumah secara sederhana, sehingga paling tidak ia pernah latihan.
  • Menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai
    Perlengkapan olahraga sangat penting diperhatikan untuk melakukan olahraga tertentu. Ketika anak ingin olahraga renang, kenakan pakaian renang dan juga ban renang jika memang ia belum bisa berenang. Pakaian renang tentu akan mempermudah geraknya di air dibandingkan mengenakan pakaian biasa. Apabila anak ingin olahraga sepakbola, sebaiknya juga mengenakan sepatu sepakbola. Hal ini untuk menghindari cedera saat melakukan olahraga ini. Bayangkan jika anak memilih memakai sepatu yang biasa ia kenakan atau bukan sepatu bola dan ternyata licin digunakan untuk berlari. Bisa saja ia mudah terpeleset yang berujung pada jatuh. Begitu juga saat anak berolahraga tanpa alas kaki, bisa jadi ia menginjak batu yang tajam dan menginjak kaca yang tak pelak menimbulkan cedera.
  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga
    Sebelum melakukan olahraga tertentu, sebaiknya latih anak untuk melakukan pemanasan. Hal ini untuk menghindari cedera yang sewaktu-waktu bisa menderanya. Selain itu, jika langsung berolahraga tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu, sendi-sendinya akan kaget. Pemanasan bisa dilakukan dengan lari-lari kecil dan stretching.
  • Mengetahui cara bermain olahraga tertentu dengan benar
    Sebelum anak melakukan olahraga, seperti sepakbola, basket, kasti, dan lain-lain, sebaiknya ia mengetahui cara permainannya dengan jelas. Jika tidak, ia kapan saja bisa melakukan kesalahan yang berujung pada cedera maupun mencederai temannya. Beberapa aturan dalam olahraga pun sebaiknya dikenalkan padanya, seperti istilah-istilah dalam sepakbola, basket, dan olahraga lainnya. Hal ini supaya anak juga tidak bingung saat bermain.
  • Menerapkan sikap sportif dalam olahraga
    Dalam berolahraga, sikap sportif sangat penting ditanamkan pada anak. Hal ini akan membuatnya belajar berusaha untuk meraih kemenangan dan juga mengakui kekalahan. Sikap ini juga akan membuat anak tidak sembarangan dalam berolahraga, yakni membuatnya tetap berhati-hati dan menghindari saling mencederai dengan temannya.

Yuk Mom, melatih anak untuk melakukan hal di atas supaya terhindar dari cedera saat berolahraga. Kasihan anak-anak bukan, kalau mengalami cedera olahraga dan aktivitasnya terganggu.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :