Sebelum membahas vaksinasi dewasa, ada baiknya kita mengenal tiga istilah yang sering digunakan dengan tepat yaitu vaksin, vaksinasi dan imunisasi. Ketiga istilah ini seringkali diartikan sama oleh orang awam namun sebenarnya istilah tersebut memiliki arti yang berbeda. Vaksin berasal dari bahasa latin vacca (sapi) dan vaccinia (cacar sapi), diistilahkan demikian karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi). Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau ‘liar’. Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksinasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut sedangkan imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak ia terpapar dengan antigen yang serupa, tidak akan terjadi penyakit. Dari paparan definisi tiga istilah di atas, terlihat jelas bukan perbedaannya?
Selama ini vaksinasi identik dengan anak-anak saja namun ternyata orang dewasa juga membutuhkan vaksinasi. Banyak orang dewasa mengira bahwa vaksinasi yang mereka dapatkan sewaktu kecil dulu akan memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut sepanjang hidup. Hal tersebut memang benar untuk penyakit tertentu seperti polio tetapi ada penyakit yang vaksinasinya harus diulang secara berkala untuk mempertahankan imunitas atau kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Untuk itu, Perhimpunan Spesialisasi Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah membentuk satgas Imunisasi Dewasa. Satgas ini bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan melalui vaksinasi. Pada tahun 2013, Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI yang didukung oleh Persatuan Dokter Ahli Alergi dan Imunologi (PERLAMUNI) memberikan rekomendasi jadwal vaksinasi untuk dewasa seperti di bawah ini:
(Jadwal Imunisasi Dewasa berdasarkan Rekomendasi PAPDI 2013)
- Influenza
Semua orang dewasa dianjurkan untuk vaksinasi Influenza satu kali setiap tahun. Beberapa kelompok atau kondisi yang dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi ini adalah mereka yang mengalami gangguan sistem pernapasan kronik, penyakit ginjal kronik, gangguan kardiovaskular (gagal jantung, penyakit jantung koroner, sindroma koroner akut, hipertensi, aritmia, gangguan katup jantung, defek kongenital), diabetes melitus, imunokompromais (HIV/AIDS, kanker, dll), kanker, anemia/hemoglobinopati, obesitas morbid, lansia, karyawan/pekerja, tenaga kesehatan, perokok, pelancong (traveller), orang yang tinggal di panti jompo/tempat penampungan, dan calon jemaah haji/umrah. Vaksin ini juga ditujukan kepada ibu hamil terutama pada masa pandemi. - Tetanus, Difteri, Pertusis (Td/ Tdap)
Pemberian booster Td/ Tdap sangat penting sehubungan dengan wabah Difteri yang terjadi di beberapa daerah dan waning immunity pasca vaksinasi Pertusis. Orang dewasa menggunakan vaksin ini yang merupakan vaksi TDP dengan reduksi antigen Difteri dan Pertusis. Untuk mencegah Tetanus Neonatorum, status imunisasi Tetanus bagi WUS (Wanita Usia Subur) dan calon pengantin perempuan juga harus diperhatikan. - Varicella (Cacar Air)
Semua orang dewasa yang tidak terbukti pernah mengalami cacar air atau tidak memiliki kekebalan terhadap Varicella, dianjurkan untuk vaksinasi. Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. - Human Papillomavirus (HPV) untuk perempuan
Waktu pemberian terbaik untuk memperoleh efektifitas maksimal adalah usia 9- 26 tahun dan/atau sebelum aktif secara seksual. Vaksin ini dapat diberikan hingga usia 55 tahun. Vaksinasi tidak menggantikan pap smear dan tidak direkomendasikan pada ibu hamil. - Human Papillomavirus untuk laki-laki
Vaksin ini diberikan untuk laki-laki berusia 9-21 tahun kepada semua individu. Untuk usia 22-26 tahun vaksin terutama diberikan kepada individu homoseksual yang belum vaksinasi. - Zoster
Berikan 1 dosis vaksin Zoster kepada semua individu berusia 60 tahun ke atas dengan atau tanpa episode Zoster sebelumnya.
Baca juga:
(Jadwal Imunisasi Dewasa berdasarkan Rekomendasi PAPDI 2013)






