Tak hanya dialami oleh orang dewasa, si Kecil yang masih batita pun juga bisa terkena penyakit sembelit. Berhari-hari si Kecil tidak dapat buang air besar (BAB) dan feses yang padat menjadi tanda bahwa ia mengalami sembelit. Karena itu, Mam harus membantu si Kecil agar dapat terhindar dari sembelit yang dialaminya.
Susah buang air besar memang mengakibatkan perut menjadi tidak nyaman dan terasa penuh. Tak hanya orang dewasa, batita pun juga sering mengalaminya. Kondisi yang seperti ini akrab disebut dengan sembelit. Sembelit pada anak ditandai dengan feses yang keras dan susah buang air besar. Anak yang mengalami sembelit biasanya karena tidak suka makan buah dan sayur, sehingga membuat fesesnya cenderung keras dan susah dikeluarkan.
Penyakit sembelit memang wajar terjadi pada anak-anak usia batita, sehingga Mam tidak perlu khawatir secara berlebihan. Hanya saja, sembelit yang dialami si Kecil juga tak boleh dibiarkan begitu saja. Pada masa batita, sembelit umumnya muncul ketika anak mulai disapih dan dikenalkan dengan berbagai makanan padat. Si Kecil juga sudah mulai pilih-pilih makanan yang ingin dikonsumsinya.
Banyak anak yang tidak menyukai buah-buahan dan sayuran cenderung mengalami masalah sembelit. Selain kurangnya asupan buah dan sayur, ada hal lain yang dapat membuat si Kecil mengalami sembelit, di antaranya tidak suka minum air putih yang berujung pada dehidrasi, asupan susu dan konsumsi pisang yang berlebihan, terlalu banyak memakan keju, dan si Kecil yang kurang aktif bergerak. Kejadian sembelit yang sering terjadi dan berulang kali pada si Kecil tentu mengganggu kesehatannya. Tak hanya itu, si Kecil juga akan memiliki rasa takut saat harus buang air besar karena sering merasakan sakitnya sembelit.
Jika si Kecil mengalami sembelit hingga membuatnya susah buang air besar, Mam harus segera menanganinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sembelit adalah dengan memberinya obat pelunak feses. Namun, sebaiknya Mam berhati-hati karena tidak semua obat pelunak feses yang dijual di pasaran bisa diberikan untuk si Kecil. Supaya lebih aman, Mam bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan resep yang tepat untuk si Kecil.
Setelah masalah sembelit pada si Kecil teratasi, tak berarti semua masalah selesai. Masalah tersebut sangat mungkin terulang pada si Kecil. Sehingga Mam harus menjalankan hidup sehat dan memberikan asupan nutrisi pencegah sembelit untuk si Kecil. Beberapa makanan berikut ini bisa Mam berikan kepada si Kecil agar si sembelit tidak dialami lagi olehnya.
- Sayuran dan buah-buahan
Mam harus memberikan sayuran dalam menu makan si Kecil. Jika si Kecil tak suka sayur, Mam sebaiknya memiliki ide kreatif untuk membuatnya selalu makan sayuran setiap hari. Beberapa cara bisa Mam lakukan untuk menyembunyikan sayuran dalam makanannya, seperti mencampur sayuran dalam roti isi, membuat pizza sayuran buatan sendiri, dan sebagainya. Buah-buahan juga harus diberikan setiap hari kepada si Kecil. Jika ia tidak suka buah, Mam bisa menyajikan jus segar dengan penyajian menarik, seperti sate buah, cocktail, dan sebagainya. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Serat sangat berguna dalam melancarkan pencernaan dan juga mencegah sembelit. Pilihlah buah-buahan seperti pepaya dan apel jika si Kecil sering mengalami masalah sembelit.
- Air putih
Air dapat membantu pergerakan usus halus yang mempengaruhi feses lebih mudah untuk keluar. Perhatikan asupan cairan si Kecil supaya ia tidak mengalami sembelit. Paling tidak, si Kecil minum air putih delapan gelas sehari agar pencernaannya lancar dan terhindar dari dehidrasi. Saat bepergian, bawalah bekal air putih supaya mudah diminum kapan pun saat ia haus.
- Sereal
Sereal adalah makanan yang kaya akan serat. Mam bisa memberikan sarapan sereal kepada si Kecil untuk membuat menu makannya menjadi lebih variatif.
- Kacang-kacangan
Kacang-kacangan ternyata juga menjadi sumber serat yang kaya akan gizi. Mam bisa menyajikan kacang merah untuk si Kecil supaya tak mengalami sembelit. Sajikan kacang merah dalam bentuk rebusan untuk dijadikan sebagai camilan atau bisa juga sebagai campuran sayur asem yang lezat.







