Ketika mendengar kata kanker ovarium, Anda pasti bergidik kan, Mam? Ya, hal ini dikarenakan kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker berbahaya dan mematikan bagi kaum wanita. Namun, tidak semua wanita memahami mengenai faktor penyebab, siapa saja yang bisa saja terkena, gejala atau tanda, cara mengatasi, serta jenis pengobatan yang bisa dilakukan terhadap penyakit kanker ovarium ini. Untuk itu, di bawah ini akan dijelaskan beberapa hal penting mengenai kanker ovarium. Silakan disimak ya, Mam.
Faktor penyebab
Di bawah ini beberapa faktor penyebab timbulnya kanker ovarium:
- Memiliki riwayat keluarga penderita kanker
Jika Anda memiliki keluarga dekat yang terkena kanker ovarium, kanker payudara, kanker rahim, kanker usus besar maka Anda memiliki risiko tinggi juga akan terkena penyakit ini.
- Tidak pernah mengonsumsi pil kontrasepsi
Jika Anda tidak pernah mengonsumsi pil kontrasepsi maka Anda memiliki risiko tinggi juga akan terkena penyakit kanker ovarium.
- Usia lanjut
Wanita yang berusia di atas 65 tahun atau setelah menopause akan memperbesar risiko terkena kanker ovarium.
- Belum pernah hamil atau mandul
Wanita yang belum pernah hamil akan memiliki risiko tinggi terkena kanker ovarium.
- Menstruasi dini
Jika Anda mulai haid sejak usia dini maka Anda memiliki risiko tinggi mengidap kanker ovarium.
- Terlambat menopause
Wanita yang menopause saat usia lanjut maka risiko terkena kanker ovarium juga tinggi.
- Melakukan terapi hormon
Terapi hormon dapat meningkatkan risiko menderita penyakit ini.
- Mengalami obesitas
Wanita yang kegemukan (obesitas) memiliki risiko tinggi terkena kanker ovarium.
- Makanan
Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak hewani dapat meningkatkan risiko terkena kanker ovarium.
Gejala
- Rasa sakit pada panggul atau perut.
- Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, terutama perut membesar.
- Perdarahan hebat pada vagina.
- Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.
- Nafsu makan berkurang.
- Sering buang air kecil.
Beberapa wanita yang terkena kanker dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
- Wanita yang mulai menstruasi sejak usia 12 tahun sekaligus mulai menopause lebih dari usia 50 tahun (siklus menstruasi panjang).
- Wanita yang mandul atau sulit memiliki keturunan.
- Wanita yang memiliki riwayat keluarga seperti ibu atau saudara perempuan penderita kanker ovarium.
Cara mengatasi
Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan kanker ovarium:
- Pemeriksaan oleh ahli ginekologi untuk mengetahui adanya kista atau pembesaran ovarium.
- Pemeriksaan USG transvaginal.
- Pemeriksaan tumor.
- Pemeriksaan CT-Scan, MRI atau pemeriksaan laboratorium.
Jenis pengobatan
- Operasi
Operasi dilakukan pada kanker stadium awal ataupun lanjut.
- Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan setelah operasi untuk menuntaskan pengobatan pada sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi.
- Radioterapi
Radioterapi dilakukan pada kanker ovarium stadium I atau II saja, kurang efektif pada stadium lanjut.
Demikian penjelasan mengenai kanker ovarium. Semoga bermanfaat ya, Mam.
Baca juga:







