Traveling Aman Saat Hamil

traveling aman saat hamil

Menjelang hari libur panjang, biasanya segudang rencana sudah dipersiapkan, salah satunya adalah traveling.  Tapi, bagaimana jika Anda saat ini sedang hamil?  Ibu hamil diperbolehkan untuk traveling, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan agar tidak mengganggu kesehatan dan kehamilannya.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bila Anda ingin melakukan perjalanan jauh atau liburan, yaitu:

  1. Konsultasi ke dokter.
    Sebelum melakukan traveling, konsultasikan rencana Anda tersebut dengan dokter untuk memastikan apakah kondisi kesehatan dan kehamilan Anda dianggap aman untuk melakukan perjalanan jauh.  Ikuti saran dokter apabila dokter tidak memperbolehkan Anda melakukan perjalanan dengan alasan kesehatan, hal ini untuk keselamatan Anda dan janin Anda.
  2. Pilih waktu yang tepat.
    Melakukan perjalanan jauh saat usia kehamilan Anda berusia kurang dari 4 bulan,  beresiko tinggi mengalami keguguran, hal ini dikarenakan kondisi kandungan masih belum cukup kuat, terutama bagi Anda yang pernah mengalami keguguran atau memiliki rahim lemah. Kondisi pusing, mual, dan muntah akan memperburuk kondisi stamina Anda. Oleh karena alasan-alasan tersebut, sebaiknya rencana traveling Anda ditunda dulu hingga kehamilan Anda minimal berusia 14 minggu, atau setidaknya sampai dokter/bidan Anda sudah memperbolehkan Anda untuk traveling. Selain itu, ibu hamil juga tidak diperbolehkan untuk traveling saat kandungan Anda memasuki usia 28 minggu.
  3. Pilih tujuan yang tidak terlalu jauh.
    Perjalanan dengan tujuan yang tidak terlalu jauh, tentu tidak membutuhkan waktu lama dalam perjalanan. Karena itu, Anda pun tidak harus duduk dalam waktu lama. Hindari juga negara yang mengharuskan Anda mendapatkan vaksinasi karena vaksinasi bisa saja membahayakan kandungan.
  4. Pilih transportasi yang nyaman.
    Usahakan memilih transportasi yang membuat Anda nyaman. Jika bepergian dengan mobil, hindari duduk di kursi belakang karena guncangannya sangat terasa. Bila memungkinkan, hindari menggunakan transportasi air.  Ombak atau gelombang tinggi dapat memicu rasa mual dan pusing.
  5. Bawa catatan kesehatan.
    Membawa catatan kesehatan (surat keterangan dokter) lengkap dengan data riwayat pemeriksaan sangat diperlukan bagi ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan Anda.
  6. Bawa obat-obatan dan snack sehat
    Sediakan camilan untuk menghindari mual akibat perut terasa lapar, juga siapkan obat-obatan atau suplemen.
  7. Bawa pakaian dan sepatu yang nyaman.
    Kenyamanan saat perjalanan juga sangat dipengaruhi oleh pakaian yang kita kenakan, terlebih bagi ibu hamil. Bawalah pakaian yang nyaman buat Anda, tetapi sesuaikan dengan cuaca tempat tujuan. Jangan lupa juga membawa baju hangat untuk berjaga-jaga. Begitu juga dengan sepatu dan sandal yang akan Anda kenakan selama dalam perjalanan/liburan. Sepatu/sendal dengan hak rendah atau flat akan lebih baik untuk menghindari pembengkakan pada kaki yang akan mengganggu kenyamanan perjalanan Anda.
  8. Jaga kondisi tubuh.
    Untuk menghindari terjadinya infeksi saluran urin, sakit punggung, dan pembengkakan kaki atau kram yang kemungkinan terjadi pada ibu hamil yang tengah melakukan perjalanan, hindari posisi duduk lebih dari 2 jam. Sesekali lakukan perenggangan kaki dengan berjalan-jalan sejenak, setidaknya 5 menit.  Perbanyak minum air untuk menghindari dehidrasi. Bila Anda ingin buang air kecil, usahakan untuk tidak terlalu menahannya untuk menghindari terjadinya infeksi saluran urin.

Related Posts

Comments :