Beberapa bayi baru lahir mengalami kuning. Kejadiannya berkisar 50-60% pada bayi lahir cukup bulan dan 75-80% pada bayi prematur atau lahir kurang bulan.
Definisi
Penyakit kuning yang dialami bayi baru lahir dalam istilah medis disebut ikterus (jaundice). Ikterus bayi adalah pewarnaan kuning yang tampak pada sklera (bagian dinding mata) dan kulit yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin.
Siklus sel darah merah (eritrosit) bayi lebih pendek daripada orang dewasa, yakni 70-90 hari, sementara orang dewasa 120 hari. Hal ini membuat lebih banyak bilirubin dilepaskan oleh hati bayi. Padahal, terkadang hati bayi belum mampu mengatasi jumlah bilirubin yang berlebih. Ikterus (jaundice) terjadi ketika hati tidak dapat menghilangkan bilirubin dari darah secara cepat dan bilirubin tidak dapat keluar dari dalam tubuh. Pada bayi lahir cukup bulan, kadar bilirubin akan meningkat pada hari ke-2 sampai ke-3, kemudian mengalami puncaknya di hari ke-8. Setelah itu, di hari ke-9 kelahirannya akan kembali normal. Pada bayi prematur, kadar bilirubin akan mengalami puncaknya di hari ke-14.
Pengelompokan Bayi Kuning
Bayi kuning dapat dikelompokkan menjadi 2, yakni:
- Bayi kuning fisiologis
Bayi kuning fisiologis disebabkan oleh meningkatnya volume sel darah merah, usia sel darah merah pendek, dan hati belum mampu menjalankan fungsinya dengan baik dalam mengolah bilirubin. Bayi kuning fisiologis tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus. Biasanya akan sembuh dengan sendirinya seiring berfungsinya hati.
- Bayi kuning patologis
Bayi kuning patologis disebabkan tidak sesuainya golongan darah antara ibu dan anak. Bayi dengan kuning patologis harus dilakukan pemantauan karena kadar bilirubin akan terus meningkat sampai hari ke-14 dan tidak akan turun dengan sendirinya. Demam dan penurunan berat badan merupakan gejala yang menyertainya.
Batas Aman Kadar Bilirubin Bayi
Bayi lahir cukup bulan memiliki batas aman kadar bilirubin 12,5 mg/dL. Sementara itu, bayi lahir kurang bulan, batas aman kadar bilirubinnya adalah 10 mg/dL.
Gejala-gejala Bayi Kuning
- Kulit bayi dan bagian putih bola matanya berwarna kekuningan. Bisa juga kekuningan pada membran mukosa, seperti gusi, lidah, kuku tangan dan kuku kaki.
- Urine berwarna kuning pekat.
- Bayi rewel dan tidak mau menyusu.
Cara Penanganan dan Pengobatannya
Jika diketahui terdapat gejala-gejala bayi kuning seperti di atas, Anda dapat mengatasinya dengan melakukan hal berikut.
- Bawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut
- Memberikan ASI sesering mungkin.
- Menjemur bayi di pagi hari, kira-kira 10-15 menit yakni antara pukul 07.00-08.00.
Pada bayi dengan kadar bilirubin tinggi, pengobatan dilakukan dengan fototerapi. Jika fototerapi tidak memungkinkan lagi, dilakukan transfusi tukar, yakni mengambil sejumlah darah dalam jumlah yang kecil kemudian mengembalikannya dari donor dengan jumlah yang sama dan dilakukan berulang-ulang hingga sebagian besar darah bayi tertukar. Transfusi tukar ini direkomendasikan pada bayi sehat dengan kadar bilirubin 25-29 mg/dL dan 17-23 mg/dL pada bayi sakit.
Baca juga:







