Menggendong Si Kecil Dengan Gendongan Bayi, Amankah?

Apakah Anda sering menggendong anak Anda menggunakan gendongan bayi, Mam? Jika tidak berhati-hati, maka bisa membahayakan keselamatan bayi Anda.

Gendongan bayi (baby sling) sering dipakai orang tua untuk menggendong bayi di mana satu bahu menjadi penopangnya. Menggendong bayi menggunakan gendongan ini aman asalkan Anda berhati-hati dan benar-benar mengikuti petunjuk keselamatan yang diberikan. Jika diabaikan, maka bayi Anda bisa mengalami mati lemas.

Bayi yang berusia di bawah 4 bulan masih memiliki otot leher yang masih lemah dan belum mampu menggerakan kepalanya. Apabila Anda menggendong bayi dengan kain gendongan dan gendongan tersebut menekan hidung dan mulut bayi, maka akan membuat bayi susah bernapas atau bahkan tidak bisa bernapas sama sekali dan hal ini dapat membuat bayi mati lemas. Selain itu, gendongan bayi juga dapat membuat bayi berada pada posisi menekuk di mana dagunya menempel pada dadanya. Posisi ini dapat menyempitkan saluran napas bayi sehingga oksigen yang diterima pun tidak cukup. Digendong dalam posisi demikian juga dapat membuat bayi tidak mampu menangis jika hal yang tidak diinginkan terjadi padanya atau memberikan tanda-tanda lainnya jika ia merasa tidak nyaman sehingga berisiko mati lemas.

Bayi yang berisiko tinggi meninggal karena kehabisan napas dalam gendongan adalah bayi yang lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2,500 gram). Selain itu, bayi yang memiliki masalah pada pernapasan, seperti sedang pilek atau hidung tersumbat, juga berisiko tinggi mati lemas dalam gendongan jika tidak berhati-hati. Jika bayi Anda mengalami keadaan tersebut, usahakan untuk tidak menggunakan gendongan bayi ketika menggendongnya.

Jika Anda tetap menggunakan gendongan untuk menggendong bayi, ada beberapa tips untuk mengurangi risiko mati lemas yang diakibatkan gendongan bayi tersebut, sebagai berikut:

  • Baca dan ikuti petunjuk penggunaan
    Bacalah baik-baik petunjuk penggunaan gendongan bayi, terutama informasi mengenai minimal berat badan bayi sebelum menempatkan bayi yang baru lahir ke gendongan tersebut.
  • Jangan tutupi wajah bayi
    Pastikan bagian wajah bayi Anda tidak tertutup gendongan agar Anda dapat memantau bayi Anda apabila ia merasa tidak nyaman. Dengan tidak menutup wajah bayi, maka akan memudahkannya bernapas.
  • Perhatikan posisi bayi ketika menyusuinya
    Jika Anda menyusui bayi sambil menggendongnya dengan gendongan bayi, pastikan Anda mengubah terlebih dahulu posisi bayi Anda. Kepala bayi Anda hadapkan ke atas dan terlihat jelas dari gendongan bayi dan tubuh Anda.
  • Hati-hati jika membungkuk
    Jika Anda ingin mengambil sesuatu yang mengharuskan Anda membungkukkan badan ketika menggendong bayi dengan gendongan, maka usahakan untuk menekuk lutut daripada membungkukkan pinggang. Hal ini akan membuat bayi Anda tetap aman dalam gendongan.
  • Terus pantau bayi Anda
    Selalu pantau bayi Anda ketika menggendongnya menggunakan gendongan bayi. Pastikan ia berada pada posisi yang aman dan nyaman.
  • Gunakan gendongan yang tidak robek
    Jika gendongan bayi yang Anda gunakan robek atau pengencangnya rusak, maka segera perbaiki atau ganti dengan yang baru.

Semoga bermanfaat ya, Mam. 

 

Baca Juga:

Related Posts

Comments :