Demam memang kerap dialami bayi. Saat bayi terserang demam, sebaiknya Anda jangan panik dan segera lakukan pertolongan pertama supaya kondisinya lekas membaik.
Demam merupakan sebuah kondisi mekanisme tubuh dalam melawan infeksi. Anak-anak terutama bayi, yakni usia 0-12 bulan sering mengalaminya. Biasanya, bayi juga akan mengalami demam usai mendapatkan imunisasi. Hal ini sebenarnya merupakan pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk dalam tubuhnya. Tak jarang, Anda justru panik mendapati bayi demam, sehingga tidak dapat melakukan penanganan yang terbaik.
Demam pada bayi tidak berbahaya asalkan tidak menimbulkan dehidrasi, kejang, dan kesadaran yang menurun. Bayi dikatakan demam apabila suhu tubuhnya meningkat menjadi 380 C ataupun lebih. Kondisi ini dapat terjadi dalam waktu yang singkat atau mendadak, meningkat dalam beberapa jam, bahkan meningkat secara perlahan dalam beberapa hari. Anda yang terlalu panik menghadapi demam yang dialami bayinya, terkadang salah dalam melakukan penanganan. Tak jarang, pertolongan yang dilakukan justru akan merugikan bayi, yakni menyelimutinya rapat-rapat atau melakukan penanganan yang berlebihan. Sebaiknya, Anda memiliki termometer di rumah untuk memantau suhu tubuh bayi saat terserang demam.
Masih banyak hal yang penting untuk diketahui sebagai pertolongan pertama saat bayi demam, seperti:
- Susui bayi lebih sering dan berikan cairan yang cukup bagi bayi di atas 6 bulan
Saat bayi Anda demam, penguapan cairan tubuh meningkat sehingga membuatnya membutuhkan cairan lebih banyak. Bayi yang kekurangan cairan dapat mengalami dehidrasi, sebaiknya Anda menyusuinya lebih sering. Pada bayi yang sudah mendapatkan MPASI, dapat diberi sup, kaldu ayam, jus buah, dan air putih untuk menambah kebutuhan cairannya.
- Kompres dengan air hangat
Pertolongan lain yang dapat Anda lakukan pada bayi demam adalah dengan mengompresnya. Siapkan baskom berisi air hangat kuku dan handuk halus, kemudian kompres di bagian lipatan paha atau ketiaknya. Cara ini dapat membuat bayi nyaman dan menurunkan suhu tubuhnya yang tinggi. Anda juga bisa mengelap seluruh tubuh bayi dengan handuk beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Hindari penggunaan alkohol karena dapat berdampak buruk jika terhirup bayi.
- Kenakan pakaian tipis pada bayi
Menggunakan pakaian yang tipis saat bayi demam akan membuatnya nyaman dan tidak meningkatkan suhu tubuhnya. Hindari memberikan selimut, menggunakan baju tebal, dan pakaian ketat karena akan membuat bayi tak nyaman dan meningkatkan suhu tubuhnya.
- Berikan obat penurun panas sesuai dosis
Jika ingin memberikan obat penurun panas, sebaiknya sesuaikan dengan usia bayi atau konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
Semoga bermanfaat.
Baca juga:







23 Oct 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar