Tradisi mudik tidak bisa dipisahkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Meski harus menempuh perjalanan jauh dengan waktu berjam-jam hingga berhari-hari tetap dilakukan demi bisa bersilaturahmi dengan orangtua dan saudara di kampung halaman. Tapi bagaimana kalau mudik bersama anak? Bisakah mereka tetap nyaman dalam perjalanan?
Tinggal menghitung hari, sebentar lagi Lebaran tiba. Lebaran menjadi momen untuk saling memaafkan dan bersilaturahmi kepada orangtua dan keluarga. Tradisi mudik ke kampung halaman adalah tradisi yang tak bisa dipisahkan menjelang hari besar umat Muslim ini tiba.
Demi bisa berkumpul dengan orangtua dan saudara di kampung halaman, orang rela antre mendapatkan tiket kereta, pesawat, dan moda transportasi lainnya. Bahkan, beberapa alat transportasi dengan tujuan daerah tertentu sudah ludes sebulan sebelum Lebaran. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket mudik ini pun tak bisa dikatakan murah, karena bisa 2x lipat harganya dibanding hari-hari biasa. Pemandangan yang membuat hati miris pun kerap kali terlihat ketika penumpang harus berdesak-desakan, entah ibu-ibu, lansia, hingga anak-anak yang naik angkutan umum demi bisa mudik dan berkumpul dengan keluarga.
Mudik menggunakan kendaraan pribadi pun tak bisa terhindar dari kemacematan. Banyak warga, khususnya perantau yang meninggalkan kota untuk berlebaran di kampungnya. Sehingga, tradisi mudik menjadi identik dengan jalanan macet. Tentu kondisi ini membuat pemudik merasa tidak nyaman. Berhari-hari di jalan karena macet, jarak yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu sehari menjadi dua hari, dan sebagainya. Jika Anda mudik bersama anak balita, tentu harus lebih dipertimbangkan lagi. Bagaimana tidak, kondisi yang kurang nyaman Anda rasakan saat tradisi mudik ini tentu juga akan dirasakan oleh anak. Usianya yang masih kecil dan harus meninggalkan rutinitasnya di rumah kemudian merasakan berlama-lama di jalanan dengan kondisi macet atau berdesak-desakan ini membuatnya capek. Hal ini kerap kali kurang diperhatikan oleh orangtua demi menuruti keinginan mudik. Kasihan bukan, jika si kecil menangis sepanjang jalan saat mudik karena merasakan betapa tidak nyamannya kondisi yang ia rasakan. Oleh karena itu, persiapan harus benar-benar dilakukan ketika mengajak anak mudik, terutama bagaimana supaya anak merasakan nyaman meski dalam perjalanan.
Berikut ini adalah tips yang bisa Anda coba, supaya anak tetap nyaman saat mengajaknya mudik.
Dengan Mobil pribadi
- Persiapkan perlengkapan anak, seperti susu, botol susu, termos kecil, tisu basah, sendok pengaduk susu di tas khusus supaya kapan pun saat anak minta susu mudah membuatkannya.
- Bawakan P3K untuk anak jika sewaktu-waktu dibutuhkan, misalnya obat penurun panas, termometer, minyak kayu putih, obat luka, obat batuk, vitamin, dan lain-lain.
- Pilih waktu yang tepat untuk berangkat supaya bisa terhindar dari kemacetan parah. Berangkat pada tanggal yang sudah mepet dengan Lebaran biasanya kemacetan akan semakin parah.
- Pakaikan pakaian yang nyaman untuk anak, yakni mudah diganti dan tidak berbahan panas, supaya anak tidak mudah gerah.
- Tetap lakukan rutinitas keseharian anak walaupun tengah di mobil, misalnya tidur siang atau menyeka badannya saat jadwal mandinya tiba.
- Bawa bekal dan camilan favorit anak, supaya kapan pun saat lapar atau ingin ngemil Anda tinggal memberikannya.
- Bawa mainan kesukaannya supaya bisa menghiburnya di saat rewel.
- Istirahat kalau lelah dan mengantuk, turutama supir.
Dengan sepeda motor
- Sebaiknya saat memutuskan mudik mengajak anak balita dengan sepeda motor, usia anak sudah lebih dari 3 tahun.
- Mudik dengan sepeda motor dilakukan jika jarak yang ditempuh tidak jauh.
- Pakaikan jaket hangat pada anak, untuk melindungi dirinya dari udara yang dingin.
- Tetap pakaikan helm kecil supaya aman.
- Jangan membawa barang bawaan terlalu banyak.
- Beristirahatlah setiap 2 jam sekali.
- Tanyakan kepada anak, apakah dia capek atau tidak. Segeralah beristirahat jika anak memang capek.
- Perhatikan wajah anak. Jika pucat, sebaiknya beristirahat dan berikan susu atau minum untuknya.
- Jika memungkinkan, tetap lakukan rutinitasnya seperti di rumah, misalnya beristirahat di masjid arau musala saat biasanya anak tidur siang supaya ia bisa tidur sebentar.
Dengan angkutan umum
- Belilah tiket jauh-jauh hari supaya dapat memilih nomor kursi yang menurut Anda paling nyaman untuk Anda, keluarga, dan yang terpenting untuk anak.
- Tanggal berangkat mudik belum terlalu mepet dengan Lebaran.
- Pakaikan pakaian yang nyaman untuk anak, yakni tidak membuatnya susah bergerak dan berbahan tidak panas.
- Bawakan bekal makan, camilan, dan minuman secukupnya untuk anak dan juga Anda.
- Membawa tas praktis untuk tempat botol, susu, termos kecil, dan tisu basah.
- Bawalah P3K untuk si kecil.
- Seka tubuhnya saat jadwal mandi seperti biasa di rumah tiba.
- Bawakan mainan kesayangan anak supaya ia tetap bisa bermain meski dalam perjalanan.
- Ajak anak beraktivitas seperti bernyanyi atau tebak-tebakan untuk mengusir rasa bosannya, apalagi saat kondisi lalulintas mengular.
Saatnya mudik bersama anak dan keluarga. Tetap berikan hak anak untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman saat mudik. Selamat mudik!







