Orang tua mana yang tidak bangga memiliki anak yang pintar. Kepintaran tidak datang dengan sendirinya dalam diri si Kecil. Orang tua paling berperan dalam mencetak anak pintar dan berprestasi.
Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anaknya, termasuk agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang pintar. Berbagai cara dilakukan orang tua untuk mewujudkannya. Betapa bangganya hati orang tua, ketika si Kecil selalu langganan menjadi juara kelas.
Kepintaran atau kecerdasan memang tidak datang dengan sendirinya. Ada beberapa langkah untuk menjadikan si Kecil lebih pintar dan cerdas, sebagai berikut:
- Gizi lengkap
Faktor gizi sangat berperan dalam mencetak generasi pintar lho, Mam. Bahkan asupan makanan bergizi ketika Anda tengah mengandung dapat menciptakan anak yang cerdas sejak dalam rahim. Saat si Kecil menginjak usia balita, berikan menu makanan bergizi lengkap dan seimbang agar ia tumbuh sehat dan semakin pintar. Berikan makanan kepada si Kecil berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan cairan yang cukup seperti telur, ikan, daging merah, buah-buahan, sayuran, dan berbagai olahan susu yang menyehatkan. Ikan salmon, tuna, sarden, daging, dan telur kaya akan AA dan DHA yang berfungsi dalam pembentukan sel syaraf pusat dan sangat baik untuk penglihatan. Sementara itu, buah-buahan dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan zat besi yang bermanfaat mendukung kecerdasan otak. Dengan gizi yang lengkap, maka akan berpengaruh pada perkembangan kemampuan motoriknya. Jika gizinya tidak mencukupi, beberapa masalah seperti melambatnya impuls syaraf bisa saja terjadi. Selain itu, usahakan untuk menghindarkan anak-anak dari makanan-makanan seperti junk food yang rendah gizi.
- Berikan ASI
Tahukah Anda bahwa ASI ternyata sangat bagus untuk perkembangan otak si Kecil. Dalam sebuah studi, didapati bahwa anak yang disusui hingga usia 9 bulan, akan memiliki kemampuan otak yang lebih bagus dibanding anak yang tidak disusui atau disusui kurang dari 1 bulan. ASI juga dapat menghindarkan bayi dari berbagai infeksi dan menjadi nutrisi terbaik bayi usia 0-6 bulan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak menyusui si Kecil demi menjadikannya pintar dan sehat.
- Kenalkan dengan permainan asah otak
Balita paling suka bermain. Saat bermain, Anda bisa mendampinginya dan bermain bersama. Kenalkan si Kecil dengan berbagai permainan yang dapat mengasah otaknya, seperti puzzle, catur, teka-teki silang, dan juga tebak-tebakan. Dengan permainan ini, ia akan belajar strategi memecahkan masalah dan melatih cara berpikirnya. Lakukan permainan dengan menyenangkan agar ia semakin antusias dan terhindar dari rasa bosan.
- Latih anak gemar membaca
Rajin membaca dapat membuat si Kecil lebih pintar. Dengan buku yang dibacanya, pengetahuannya akan jauh lebih luas. Belikan buku-buku cerita, bacaan pengetahuan populer, hingga majalah anak-anak. Jika anak belum bisa membaca karena masih sangat kecil, Anda sebaiknya rutin membacakan cerita untuknya. Pilih buku cerita bergambar dan beri kesempatan padanya untuk melihat gambar dalam buku sambil mendengarkan cerita Anda. Jangan lupa untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk merangsang imajinasi dan cara berpikirnya, misalnya ketika bercerita tentang hewan, tanyakan warna hewan, berapa kakinya, dan apa makanannya. Hal ini akan membuat imajinasi anak berkembang bahkan ketika usianya masih sangat kecil.
- Mendorong anak berolahraga
Olahraga ternyata juga berperan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak. Dalam sebuah penelitian di Belanda, didapati bahwa nilai tes kognitif anak-anak lebih tinggi ketika mereka memiliki akses untuk melakukan aktivitas fisik seperti senam karena hal ini dapat menurunkan ketegangan dalam diri anak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memberikan dukungan kepada buah hati untuk melakukan olahraga agar badannya sehat dan menjadi anak yang pintar. Saat hari libur, lakukan aktivitas olahraga bersama, misalnya lari-lari kecil di sekitar rumah, jalan-jalan berkeliling kompleks perumahan, bersepeda, dan sebagainya.
- Belajar musik
Si Kecil mungkin sudah menunjukkan ketertarikannya bermain alat musik tertentu meski usianya masih sangat kecil. Bermain musik dapat mengasah otak kanannya. Beri kesempatan kepada anak untuk memainkan alat musik yang disukainya, misalnya piano, pianika, gitar, dan sebagainya. Jika ia belum tahu cara memainkannya, Anda bisa melatihnya sambil bernyanyi. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti Universitas Toronto menyebutkan bahwa bermain musik di masa kecil dapat berpengaruh pada nilai IQ anak saat ia dewasa.
- Membiasakan anak untuk sarapan
Terkadang banyak sekali alasan anak untuk melewatkan sarapannya. Perutnya belum enak, eneg, terburu-terburu, dan sebagainya. Namun, Anda perlu tahu bahwa sarapan sangat berperan dalam meningkatkan konsentrasi anak. Dengan sarapan sebelum memulai aktivitasnya, anak-anak akan terhindar dari rasa lapar dan keinginan untuk jajan ketika sudah di sekolah. Pelajaran di sekolah akan diserap dengan baik ketika perutnya tidak kosong. Siapkan sarapan sehat dan berenergi untuk memulai aktivitasnya.
Semoga bermanfaat, Mam.
Baca Juga:







