Gejala dan Bahaya Malaria Pada Ibu Hamil

Malaria merupakan salah satu penyakit yang mudah berkembang di daerah tropis seperti Indonesia. Malaria bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan, Ibu hamil pun mudah terserang malaria karena biasanya sistem imunnya mudah menurun. Malaria adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala
Malaria ditandai dengan beberapa gejala, antara lain:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Berkeringat.
  • Sakit kepala.
  • Anemia .
  • Pembesaran limfa sehingga terasa sakit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada tulang.
  • Lemah dan letih.
  • Nafsu makan menurun.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Sembelit.
  • Bibir kering, muka pucat.
  • Kejang-kejang .

Malaria pada Ibu hamil harus ditangani secara serius secara medis. Apabila tidak mendapatkan perawatan maka akan dapat membahayakan kesehatan Ibu hamil dan janinnya. Berikut ini pengaruh penyakit malaria terhadap kesehatan Ibu hamil dan janin.

  • Anemia pada Ibu hamil.
  • Edema paru akut pada Ibu hamil.
  • Malaria serebral pada Ibu hamil.
  • Sepsis (keracunan darah) pada Ibu hamil.
  • Hipogiklemia, yaitu kadar gula darah (glukosa) Ibu hamil sangat rendah (abnormal).
  • Kematian pada Ibu hamil.
  • Malaria bawaan pada janin.
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.
  • Kontraksi rahim.
  • Bayi lahir prematur.
  • Bayi lahir dengan berat kurang.
  • Bayi lahir mati.
  • Keguguran (abortus).

Efek negatif gigitan nyamuk Anopheles ini sangatlah membahayakan kesehatan Ibu hamil dan janin. Karena itu, sebisa mungkin diupayakan agar Ibu hamil jangan sampai terkena gigitan nyamuk, baik nyamuk penyebab malaria maupun demam berdarah. Di bawah ini beberapa tips bagi Anda dalam menjaga tubuh agar aman dari serangan gigitan nyamuk:

  1. Memakai pakaian (atasan dan bawahan) yang berlengan panjang dan menutup kaki.
  2. Tidur dengan menggunakan kelambu yang telah dicelup insektisida.
  3. Memakai lotion penolak nyamuk.
  4. Memakai obat nyamuk, baik elektrik, bakar, ataupun semprot.
  5. Pasang kawat nyamuk pada pintu dan jendel rumah agar nyamuk tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Nyamuk merupakan salah satu serangga yang membawa penyakit berbahaya bagi manusia. Jadi, usahakan untuk selalu mencegah gigitan nyamuk dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan rajin mengonsumsi makanan bernutrisi, minum air putih (cukup asupan cairan), dan cukup beristirahat. Selain itu, selalu rawat kehamilan dengan rutin memeriksakan kesehatan Anda dan janin ke dokter. Namun, apabila Anda merasakan beberapa gejala malaria seperti yang sudah diuraikan di atas maka Anda harus segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :