Morning sickness umum terjadi pada wanita hamil. Gejala mual dan muntah ini bisa terjadi kapan saja, pagi hari, sore, bahkan sepanjang hari. Pada ibu hamil, ada yang hanya sesekali mual dan muntah, namun ada pula yang mengalami morning sickness parah.
Tak ada yang menyangkal bahwa morning sickness yang dialami oleh ibu hamil di trimester pertama kehamilan itu terkadang menyiksa. Makan tak enak, badan lemas, tak bergairah, perut rasanya tak karuan, dan sebagainya. Itulah yang sering dirasakan oleh sebagian besar ibu hamil. Memang, ada ibu hamil yang hanya sedikit merasakan mual atau tidak merasakan sama sekali. Jika ibu hamil tidak merasakan gejala mual dan muntah di trimester pertama kehamilan, sekitar minggu keempat atau keenam tentu aktivitasnya tidak akan terganggu. Berbeda dengan ibu hamil yang mengalami morning sickness parah di kehamilannya.
Morning sickness yang bisa datang kapan saja ini membuat beberapa ibu hamil hingga tak memiliki nafsu makan. Lebih repot lagi bagi beberapa ibu yang bekerja. Morning sickness ini seringkali harus membuatnya tak bisa masuk kerja karena harus tergolek lemah di tempat tidur. Bukan saja cukup sehari atau dua hari, seringkali, karena morning sickness parah membuat ibu hamil tak kunjung membaik dalam beberapa hari. Tanggung jawab untuk bekerja pun terganggu karena kondisi fisik lemah didera mual dan muntah setiap hari. Hem, kasihan ya Mom. Apalagi jika sampai membuat ibu hamil tak mau makan apa pun. Tak hanya kondisi ibu yang tentu akan menurun, tidak ada nutrisi yang bisa masuk untuk memenuhi asupan nutrisi kebutuhan si kecil di rahim ibu. Pada kondisi ini, tak ayal membuat ibu hamil di awal-awal kehamilan malah terlihat kurus karena mengalami mual dan muntah terus-terusan.
Sebenarnya, morning sickness ini wajar saja dialami oleh ibu hamil di masa kehamilannya. Meski mual dan muntah, tidak akan berdampak terhadap janin. Namun, yang harus menjadi perhatian jika ibu hamil mengalami mual dan muntah parah sehingga badannya melemah dan tidak ada nutrisi yang masuk karena selalu dimuntahkan. Morning sickness parah atau berlebihan ini sering disebut juga hyperemesis gravidarum. Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum ini biasanya dalam sehari bisa mual dan muntah hingga 10 kali. Gejala mual dan muntah yang parah ini bahkan bisa dialami hingga sepanjang kehamilan apabila tidak segera ditangani.
Mual dan muntah parah ini bisa berbahaya jika terus dialami oleh ibu hamil. Beberapa dampak dari mual dan muntah berlebihan ini, antara lain gangguan keseimbangan cairan elektrolit yang berakibat dehidrasi, kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi sehingga pertumbuhan janin terganggu, berat badan ibu hamil terus menurun, dan pada kondisi yang sudah sangat parah bisa menyebabkan gangguan hati. Oleh karena itu, ibu hamil harus memperhatikan mual dan muntah yang dialaminya dan melakukan penanganan dengan segera apabila mengalami morning sickness yang parah.
Ada beberapa tanda morning sickness parah seperti yang dikutip oleh boldsky, yakni sebagai berikut.
- Rasa enggan untuk makan
Seringkali wanita hamil memiliki rasa enggan untuk makan jenis makanan tertentu pada masa kehamilan trimester pertamanya. Pada kasus morning sickness akut ini, wanita hamil akan merasa jijik pada seluruh makanan. - Merasa mual terhadap air
Wanita hamil yang menderita morning sickness parah akan mengalami mual meskipun hanya meminum air saja. Rasa mual ini sebenarnya tidak hanya berasal dari mulut, melainkan rasa mual juga berasal dari dalam. - Dehidrasi
Saat sering merasa mual dan muntah ini, wanita hamil tidak ingin minum dan juga makan, sehingga tubuh akan merasakan lapar dan juga tidak ada cairan. Selain itu, muntah-muntah yang sering terjadi sepanjang hari akan membuat tubuh banyak kehilangan cairan. Hal ini berujung pada dehidrasi yang sangat berbahaya dalam masa kehamilan. Wanita hamil yang mengalami dehidrasi, harus segera mendapatkan perawatan dari rumah sakit dan segera mendapatkan asupan cairan intravena jika memang diperlukan. - Mengalami pikiran negatif pada makanan
Ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum akan memiliki pikiran negatif terhadap makanan seperti yang terjadi pada bulimia. - Tidak mengalami ngidam
Pada umumnya, ibu hamil akan mengalami mengidam pada makanan tertentu. Namun, ibu hamil yang menderita morning sickness parah tidak seperti ibu hamil lainnya. Tubuhnya tidak menginginkan makan, bahkan ingin makanan tertentu.
Bagaimana Mom, apakah morning sickness yang Anda alami sudah termasuk dalam kategori parah seperti tanda-tanda hyperemesis gravidarum di atas? Jika memang Anda mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter supaya mendapatkan penanganan dan tidak membahayakan kehamilan. Selain itu, aktivitas Anda pun tidak akan terganggu dengan morning sickness yang parah jika sesegera mungkin ditangani. Selamat menjalani kehamilan ya Mom.












03 Sep 2013
Posted by Dewi Novianingsih
2 Comments










