Diabetes merupakan jenis penyakit serius yang ditakuti banyak orang. Penyakit yang bisa muncul karena riwayat keturunan atau pun diderita karena pola hidup yang tak sehat ini bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang tua. Untuk menghindarinya, kenali lebih dulu gejalanya.
Suatu hari seorang ayah memeriksakan anaknya yang beberapa minggu sebelumnya jatuh dari sepeda. Ia mengalami luka lecet di kakinya, sudah diobati dengan obat penyembuh luka tapi tak sembuh juga. Luka tersebut malah semakin parah dan tak segera mengering. Dokter yang sedikit curiga dengan luka sang anak akhirnya melakukan pemeriksaan urin dan darah. Lalu didapati bahwa sang anak yang baru berusia 12 tahun ternyata positif menderita diabetes. Orangtua pun kaget, kenapa sang anak yang masih terhitung sangat belia sudah memiliki penyakit diabetes. Ya, memang penyakit ini kini tak pilih-pilih menyerang segala usia. Sehingga Anda dan keluarga pun harus hati-hati dan mencegahnya jangan sampai dialami oleh keluarga. Apalagi, penderita penyakit ini terus dan terus mengalami peningkatan. Anda tentu patut waspada jika dalam garis keturunan Anda ada yang memiliki riwayat diabetes, karena Anda atau anak-anak juga rentan mengidap penyakit yang sama.
Seperti yang diperkirakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diabetes akan diderita oleh sekitar 177 juta penduduk dunia dan akan mengalami peningkatan sampai 300 juta jiwa pada 2025 nanti. Wah, jangan sampai Anda dan keluarga terkena ya Bu. Untuk menghindarinya, kita memang harus menjaga kesehatan, pola makan yang benar, dan melakukan pencegahan dengan mengenali gejala penyakit ini sejak awal. Namun, jika memang Anda atau orang yang Anda sayangi mengidap penyakit diabetes, bukan berarti harus menyerah. Karena penyakit ini bisa diatasi dengan mengontrol gula darah supaya stabil dengan rutin memeriksa gula darah, diet makanan sehat dan bergizi, hingga berolahraga. Yuk, kenal lebih dekat diabetes terlebih dulu.
Apa sih Diabetes itu?
Diabetes atau disebut juga DM (Diabetes Millitus) dalam bahasa Yunani berarti tembus atau pancuran air. Dalam bahasa latin, diabetes memiliki arti rasa manis. Di Indonesia sendiri, diabetes dikenal dengan kencing manis. Penyakit diabetes atau kencing manis ini dapat diderita oleh seseorang ketika kadar glukosa darah tinggi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin dengan jumlah yang cukup. Sehingga insulin tidak bisa digunakan secara efektif oleh tubuh dan yang terjadi adalah kelebihan gula di dalam darah. Bisa pula diartikan bahwa penyakit diabetes bisa terjadi ketika tubuh tak lagi bisa mengendalikan gula darah secara otomatis
Tipe-tipe Diabetes
Dalam sebuah buku berjudul Diabetes: Informasi Lengkap untuk Penderita & Keluarganya yang ditulis oleh Tim Redaksi VitaHealth dikupas tipe-tipe diabetes hingga gejalanya. Ada 2 tipe diabetes, yakni Diabetes Tipe I dan Diabetes Tipe II. Diabetes Tipe I ini adalah penyakit diabetes yang tergantung sepenuhnya pada insulin, sedangkan pada Diabetes Tipe II masih bisa dibantu dengan obat-obatan.
Dalam buku ini disebutkan bahwa baik Diabetes Tipe I dan Diabetes Tipe II memiliki karakteristik yang sama dalam hal mengakibatkan gangguan metabolisme juga pada cara tubuh memanfaatkan makanan yang dicerna untuk diubah menjadi energi dan untuk pertumbuhan. Bisa diartikan pula bahwa dua tipe diabetes ini sama-sama bisa menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan lemak dan gula dengan baik.
- Diabetes Tipe I
Diabetes Tipe I ini membutuhkan pasokan insulin dari luar karena terjadi kerusakan pada sel-sel beta pada pulau-pulau Langerhans yang menyebabkan pankreas berhenti memproduksi insulin. Nah, mungkin Anda pernah mendengar anak-anak yang sudah menderita diabetes ketika usianya masih sangat muda. Karena Diabetes Tipe I ini bisa menyerang seseorang sejak ia masih berusia anak-anak. Sebagian besar, kasus Diabetes Tipe I ini diderita oleh orang yang berusia di bawah 30 tahun. Apa saja gejala Diabetes Tipe I ini? Diabetes Tipe I ini muncul dengan gejala-gejala sebagai berikut.- Buang air kecil yang terlalu sering
- Merasa lapar dan kehausan secara terus-menerus
- Berat badan yang turun
- Cepat merasa lelah
- Pandangan kabur
- Infeksi berulang pada kulit
- Meningkatnya kadar gula darah dan air seni
- Cenderung terjadi di usia muda, bahkan kurang dari 20 tahun
- Diabetes Tipe II
Diabetes tipe II ini lebih sering dijumpai pada usia di atas 40 tahun. Namun, ada pula anak-anak dan remaja yang kini juga menderita diabetes tipe ini. Kira-kira 80% dari para penderita Diabetes Tipe II ini dialami oleh mereka yang memiliki tubuh gemuk. Diabetes Tipe II ini bisa terjadi karena pola makan yang salah, stres, usia yang menua, dan kesalahan gizi saat kehamilan atau anak-anak. Gejala-gejala Diabetes Tipe II ini adalah:- Sering buang air kecil
- Sering kehilangan tenaga dan cepat lelah
- Terus-terusan kehausan dan kelaparan
- Mudah sakit dalam waktu yang berkepanjangan
- Impotensi pada pria
- Infeksi jamur pada saluran vagina
- Jika terjadi luka lama sembuhnya
- Pandangan kabu
Nah, kini Anda sudah tahu tipe diabetes dan gejalanya. Segeralah memeriksakan diri ke dokter jika beberapa gejala di atas Anda alami, supaya bisa segera dilakukan penanganan.







25 Nov 2013
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar







