Memiliki balita yang sehat dan atif tentu sangat membahagiakan. Namun, ia terlihat kurus dan berat badannya susah bertambah. Orang tua sering merasa resah melihat buah hati yang kurus. Terlebih, jika berat badannya di bawah normal bisa berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya.
Buah hati kini sudah semakin besar dan aktif bermain bersama teman-temannya. Namun, Mama cukup terganggu melihat badannya yang kurus dan berat badannya susah sekali mengalami kenaikan. Melihat teman-temannya yang memiliki badan berisi dan montok rasa-rasanya membuat hati Mama bertambah cemas. “Rasa-rasanya, si kecil makannya juga lahap, teratur 3 kali setiap hari”, mungkin hal ini ada di benak Anda. Lantas muncul pertanyaan, mengapa badan si kecil tetap saja kurus?
Tak hanya Mama sendiri yang berpikiran seperti itu kepada buah hati, orang-orang di sekitar Mama, seperti ayah dan tetangga kerap berujar yang sama. Hal ini sering kali menggenapi kegundahan Mama, hingga terkadang membuat tidak enak hati. Apalagi ketika sama-sama menimbang si balita ke posyandu, lantas mendengar obrolan para orangtua dengan pertambahan berat badan anaknya yang signifikan, sementara balita Anda tak begitu.
Jika Mama terus khawatir dengan berat badan buah hati, sebaiknya mengkonsultasikannya ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan terkait berat badannya, apakah memang masih normal untuk usia balita Anda atau memang mengkhawatirkan. Jika memang cukup mengkhawatirkan, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebabnya.
Seperti dilansir dalam healthyeating.sfgate.com sekitar 3,5 % anak-anak di Amerika Serikat yang kurus, mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan, tulang-tulangnya lemah, dan lebih rentan terkena penyakit dan anemia. Untuk mendapatkan berat badan yang sehat, anak-anak harus diberi makanan yang bergizi dan kalori yang cukup. Nah, Ma, bisa jadi pula, selama ini si kecil kurang mendapatkan kalori dan nutrisi yang cukup, sehingga pertambahan berat badannya lambat dan cenderung kurus. Supaya buah hati Mama tidak kurus dan memiliki berat badan yang sehat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan menyoal nutrisinya. Silakan disimak.
- Memberikan keju dan susu
Keju dan susu merupakan jenis nutrisi yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan buah hati. Keju dan susu mengandung vitamin D dan juga kaya akan kalsium yang dapat menguatkan tulang. Keju dan susu ini memiliki kalori dan lemak yang tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan berat badan buah hati. Mama bisa memberikan susu untuk si kecil dan juga menambahkan keju pada menu camilannya. Saat anak makan roti, tambahkan lembaran keju yang lezat, pasti si kecil suka. Bisa pula, Mama menambahkan parutan keju dalam cake pisang kesukaannya, kentang panggang, dan pasta yang disajikan untuknya. - Alpukat
Alpukat merupakan jenis buah yang kaya nutrisi, padat lemak, dan memiliki kalori yang tinggi. Anda bisa menyajikan smoothies alpukat untuk buah hati di siang atau sore hari sekitar 1 jam sebelum makan supaya ia tak merasa masih kenyang saat makan nanti. Hidangkan segelas smoothies alpukat segar tanpa menambahkan gula karena lebih sehat dan bergizi. Smoothies alpukat bisa pula dikombinasikan dengan buah lain untuk menambah kesegarannya, seperti mangga atau lemon. - Camilan sehat
Selain makan secara teratur, anak-anak biasanya suka ngemil di sela-sela aktivitasnya. Menurut www.babycenter.com, makanan seperti roti gandum dengan selai kacang, dan puding susu bercampur pisang dan yoghurt bisa diberikan kepada buah hati karena kaya akan kalori dan sumber vitamin. Daripada buah hati suka makan camilan dan jajan sembarangan padahal tak bagus untuk kesehatannya, ada baiknya Mama menggantikannya dengan jenis makanan tadi. Terlebih, camilan yang Mama sajikan untuk balita bebas MSG. - Kacang-kacangan
Kacang-kacangan mengandung protein tinggi yang juga bagus dikonsumsi si kurus. Mama dapat menyajikan camilan sehat kacang-kacangan kepada si kecil, misalnya kacang almon, kacang mede, kacang kedelai, kacang merah, dan sebagainya. Bisa pula, kacang-kacangan ini disajikan dengan kombinasi sayuran untuk makan siangnya, seperti kacang merah dicampur dengan wortel dan kentang untuk disajikan menjadi sup sebagai menu makan siang buah hati. - Hindari makanan cepat saji
Makanan cepat saji tinggi akan garam dan lemak jenuh. Tahukah Anda bahwa makanan-makanan cepat saji, seperti pizza dan burger ternyata cenderung memiliki kalori yang rendah? Biasanya para orangtua membeli makanan junkfood ini untuk anak-anak saat sedang jalan-jalan ke mall. Makanan tersebut merupakan makanan yang tidak sehat dan tidak disarankan untuk sering-sering dikonsumsi oleh buah hati. Jika dengan makanan cepat saji berat badan si kecil mengalami kenaikan, belum tentu tubuhnya sehat.
Jika buah hati termasuk anak yang gampang makan, mungkin Mama tak akan mengalami banyak kesulitan untuk memberikan nutrisi di atas untuknya. Namun, bagi si kecil yang cukup susah untuk makan, Mama harus kreatif membuat si kecil lahap makan. Beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya mengajak anak untuk memasak dan berkreasi di dapur. Mama bersama si kecil bisa membuat puding dengan membentuknya menjadi bentuk yang lucu, membuat hidangan kentang panggang tabur keju dengan dicetak berbentuk Hello Kitty, dan sebagainya. Saat menyuapi si kecil, ciptakan suasana makan yang menyenangkan sehingga ia pun lebih bergairah untuk menyantap menu makannya dengan lahap.







21 Jan 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











