Menjadi single mom memang tak mudah. Setelah ditinggal pergi oleh suami, entah karena perceraian atau menghadap Sang Pencipta, perempuan harus siap menjalankan perannya sebagai ibu sekaligus pencari nafkah tunggal. Tuntutan untuk menghidupi anak, mengasuh, dan menyekolahkannya, membuat single mom harus bijak mencari rupiah.
Single mom menjadi pilihan perempuan setelah bercerai dari suaminya, meskipun adapula yang menjadi single mom karena suami lebih dulu meninggal. Siapa pun perempuan tersebut, tidak ada yang menginginkan menjadi single mom. Bahkan, bagi para ibu yang kini tengah menjalani kehidupannya sebagai single mom pun tidak ada yang pernah bercita-cita menjadi seperti itu. Lagi-lagi hal ini karena konsekuensi dari sebuah keputusan dan pilihan hidup.
Jika dihadapkan pada sebuah kondisi harus menjadi single mom memang bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. Seorang ibu yang menjadi single mom karena sang suami meninggal, tentu sangat berat dijalani. Rasa sedih ditinggal belahan jiwa yang bahkan menimbulkan rasa kehilangan mendalam butuh waktu yang lama bagi perempuan untuk bangkit. Begitu juga dengan kasus lain, yakni pilihan menjadi single mom karena perceraian. Perempuan mana sih yang ingin bercerai? Perceraian kerap membuat perempuan trauma, depresi, dan kehilangan kepercayaan diri. Namun, dari kondisi tersebut, ada amanah yang harus tetap dijalankan, yakni membesarkan dan mendidik anak dengan kasih sayang. Bagaimana mungkin ibu tega melihat anak-anak yang lucu dan masih kecil tersebut terlantar hanya karena ibunya masih berada dalam rasa sedih yang berlarut-larut? Yang jelas, mereka tetap harus dipenuhi kasih sayangnya, dipenuhi kebutuhan hidupnya, dan juga pendidikannya.
Sudah bisa dibayangkan beban yang harus ditanggung single mom yang tak bisa dikatakan ringan. Menjadi orangtua tunggal yang harus memenuhi segala kebutuhan anak-anak dan juga memberikan kasih sayang. Masalah yang kemudian muncul adalah pemenuhan ekonomi keluarga. Apalagi jika tidak ada lagi nafkah mantan suami untuk anak-anak. Terlebih biaya hidup dan pendidikan tak bisa dikatakan murah. Beberapa ibu yang menjalankan peran menjadi single mom mungkin ada yang kebetulan memang wanita karier dan memiliki pekerjaan tetap, namun ada pula yang tadinya hanyalah ibu rumah tangga. Tentu saja, dengan menjadi single mom, pemasukan keluarga berkurang meskipun ibu bekerja. Bagi ibu rumah tangga, bahkan harus berpikir untuk mencari pemasukan karena kini tidak lagi ada pemasukan. Lalu bagaimana menghadapinya? Dari mana harus mendapatkan rupiah demi memenuhi kebutuhan keluarga? Bagaimana kondisi anak-anak jika harus ditinggal bekerja? Serentetan pertanyaan ini kemudian muncul di benak single mom. Solusi berikut ini bisa menjawab keresahan hati dari berbagai pertanyaan single mom tersebut.
- Gali potensi diri
Mungkin selama ini Anda memilih mengurus anak di rumah dan suamilah yang mencari nafkah. Padahal, Anda punya keahlian, misalnya memasak, menjahit, membuat aksesoris dan kerajinan, menulis, dan sebagainya. Kini saatnya menggali potensi Anda dan menekuninya, karena rezeki bisa saja mengalir dari potensi Anda tersebut. Dengan keahlian memasak, Anda bisa menerima pesanan katering, membuka warung makan, hingga pesanan kue dan jajanan pasar. Kalau Anda suka menulis, Anda bisa menulis buku-buku dan menawarkannya kepada penerbit, jika sesuai kebutuhan pasar, siap-siap saja royalti mengalir deras ke rekening Anda. Begitu juga dengan potensi lainnya yang dapat membuka lahan rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga. - Cari peluang usaha modal kecil
Banyak peluang usaha yang bisa Anda coba dijalankan dari rumah dengan modal yang kecil atau bahkan tanpa modal. Tanpa meninggalkan anak-anak, Anda bisa tetap mencari uang, misalnya bisnis online, menjadi dropshipper, membuka toko kelontong, berjualan camilan, dan sebagainya. - Bekerja sebagai freelancer
Mungkin Anda memiliki skill tertentu, namun merasa harus berada di samping anak-anak dan tidak mau terikat pekerjaan. Menjadi single mom dan meninggalkan anak-anak untuk bekerja fulltime, rasanya akan membuat Anda tak bisa memantau keseharian mereka. Pilihan menjadi freelancer bisa dicoba, misalnya sebagai editor freelance, penulis freelance, ilustrator freelance, drafter freelance, hingga marketing freelance. Maksimalkan relasi Anda supaya banyak klien yang membutuhkan kerja dan pemikiran Anda. Tentu, Anda pun harus profesional dalam menjalankan pekerjaan ini. Semakin bagus pekerjaan Anda, tentu klien pun akan terus mengorder pekerjaan kepada Anda. Jika ditekuni, bekerja sebagai freelancer ini bisa menghasilkan penghasilan yang justru lebih besar dibanding sebagai karyawan kantoran. - Cermat mengatur pengeluaran
Meski Anda single mom yang bekerja, ingat bahwa saat ini Andalah yang bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Tidak ada pemasukan lain untuk membantu ekonomi keluarga Anda. Tidak seperti dulu saat pemasukan masih bersumber dari dua orang, yakni suami dan Anda. Sebaiknya Anda cermat dalam mengatur pengeluaran, sehingga tidak boros. Masih banyak kebutuhan anak-anak di masa datang, kebutuhan pendidikannya masih sangat besar. Apalagi jika Anda single mom yang mematok standar pendidikan bagus dan berkualitas untuk anak-anak.
Tetap semangat membesarkan, mendidik, dan mencari nafkah untuk keluarga ya Mom!







20 Aug 2013
Penulis Dewi Novianingsih
1 Komentar











