Bahaya Ibu Hamil Sering Jongkok Berdiri

Beberapa orang akan menyarankan Ibu hamil untuk banyak beraktivitas jongkok. Memang, aktivitas jongkok ini bagus dilakukan oleh Ibu hamil yang usia kehamilannya sudah tua dan menjelang melahirkan. Kenapa jongkok? Karena jongkok merupakan posisi alami saat proses melahirkan. Adapun sikap jongkok bermanfaat:

  • Mengurangi rasa sakit saat proses mengejan.
  • Meningkatkan elastisitas jalan lahir sehingga dapat terbuka dengan sempurna.
  • Menguatkan otot paha dan perut agar mampu mendorong bayi saat dilahirkan.

Mengetahui pengaruh positif sikap jongkok terhadap kelancaran proses persalinan secara normal maka jongkok banyak dilakukan oleh Ibu hamil yang tengah mempersiapkan persalinan sebagai latihan atau senam. Namun, jongkok diperbolehkan untuk dilakukan oleh Ibu hamil yang mendekati waktu HPL (Hari Perkiraan Lahir). Apabila Ibu hamil trimester kedua tetap sering melakukan aktivitas jongkok ini maka dikhawatirkan dapat mempercepat kelahiran.

Sikap jongkok memang baik, namun menjadi tidak baik jika dirangkai dengan sikap jongkok berdiri secara berulang tanpa perhitungan atau hati-hati. Sikap ini dapat membahayakan diri Ibu dan janin. Berikut beberapa alasan kenapa Ibu hamil tidak disarankan untuk sering melakukan aktivitas jongkok berdiri tanpa berhati-hati.

  • Menyebabkan nyeri perut bagian bawah akibat rahim semakin membesar sehingga menimbulkan peregangan pada otot-otot di sekitar rahim menyebabkan rasa kencang atau kontraksi.
  • Menimbulkan rasa sakit pada punggung akibat peregangan atau tarikan otot belakang.
  • Kehilangan keseimbangan sehingga Ibu hamil rawan terjatuh.

Aktivitas keseharian tentu sering mengharuskan Anda melakukan sikap jongkok berdiri, seperti membungkuk untuk mengambil benda yang terjatuh di lantai. Untuk itu, sebaiknya Anda memperhatikan sikap tubuh yang benar saat Anda melakukan aktivitas jongkok berdiri agar tidak menimbulkan nyeri pada tulang atau otot. Di bawah ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat melakukan aktivitas jongkok berdiri.

  • Turunkan badan secara perlahan.
  • Kedua lutut ditekuk secara perlahan sambil badan dibungkukkan.
  • Ketika akan berdiri, pastikan salah satu tangan atau kedua tangan berpegangan atau bertumpu pada tembok atau benda yang kuat menopang tubuh Anda.
  • Kaki Anda mendorong tubuh untuk kembali ke posisi berdiri.
  • Saat berpindah dari posisi jongkok ke berdiri maupun sebaliknya, Anda tetap menggunakan otot-otot tangan dan kaki.

Meski cukup berbahaya, namun latihan jongkok berdiri memiliki manfaat jika dilakukan oleh Ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Karena itu, Ibu hamil malah disarankan untuk setiap pagi melakukan aktivitas jongkok berdiri di tepi tempat tidur. Hal ini bertujuan untuk:

  • Melatih otot dinding diafragma agar dapat berfungsi optimal saat persalinan.
  • Mempercepat proses penurunan kepala janin ketika janin masuk panggul.
  • Memperlancar pembukaan jalan lahir sehingga mempercepat proses persalinan normal.

Ibu hamil memang disarankan untuk selalu menjaga sikap tubuh yang benar, baik saat duduk, berdiri, berjalan, bahkan jongkok. Sikap tubuh yang benar ini sangat bermanfaat menjaga kesehatan tulang dan otot sehingga terhindar dari keluhan nyeri atau sakit. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :