Jamu merupakan salah satu minuman tradisional yang berkhasiat bagi kesehatan. Bahkan, jamu ini bisa dikonsumsi oleh anak hingga orang lanjut usia. Terbuat dari bahan-bahan herbal (tumbuh-tumbuhan) dan bebas dari kandungan bahan kimia merupakan nilai lebih dari jamu. Karena itu, jamu dianggap tidak memiliki efek samping sehingga digemari oleh banyak orang, termasuk para ibu hamil. Namun, apakah ibu hamil diperbolehkan minum jamu? Apakah jamu aman bagi pertumbuhan dan perkembangan janin? Informasi mengenai hal tersebut tentu harus ibu dapatkan. Untuk itu, penting bagi ibu hamil membaca beberapa informasi mengenai jamu berikut ini:
- Jamu adalah minuman kesehatan yang baik dikonsumsi dari segala usia (continuum of care).
- Jamu terbuat dari bahan-bahan, yaitu tumbuh-tumbuhan yang tidak berbahaya. Jadi, jamu dianggap aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, jamu tetap tidak disarankan oleh dokter untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena belum ada penelitian atau pengujian teratogenik (efek pada janin).
- Jamu berfungsi untuk menjaga kondisi kesehatan, bukan untuk mengobati penyakit ataupun gangguan kesehatan tertentu. Jika Anda sakit, sebaiknya Anda mengobatinya dengan mengonsumsi obat-obatan atas resep dokter.
Setelah mengetahui beberapa fakta seputar jamu maka Anda juga harus memerhatikan beberapa tips bagi ibu hamil dalam mengonsumsi jamu:
- Sebelum minum jamu, Anda harus paham mengenai khasiat bahan ramuan jamu dan manfaat jamu tersebut bagi ibu hamil dan janin.
- Pastikan Anda mengonsumsi jamu yang terbuat dari bahan-bahan yang tidak bersifat racun (toksis). Hal ini mengantisipasi karena ada beberapa jenis tumbuhan yang mengandung zat aktif yang berakibat memicu kelahiran prematur, kelainan pada bayi, kontraksi rahim, bahkan keguguran janin.
- Konsumsi jamu sesuai takaran, jangan berlebihan.
- Konsumsi jamu sesuai dengan petunjuk penggunaannya, misal diseduh (bila berupa serbuk), diminum langsung (bila berupa tablet atau sirup).
- Konsumsi jamu sesuai dengan usia kehamilan Anda. Misal, jangan minum jamu kunyit asam saat hamil muda karena dapat membersihkan dinding rahim dan mengakibatkan keguguran, sebaliknya jangan mengonsumsi jamu cabe puyang saat hamil tua karena akan menyulitkan kontraksi.
- Buatlah sendiri jamu segar kesukaan Anda agar lebih fresh dan higienis.
- Perhatikan gejala ketidakcocokan tubuh Anda dalam mengonsumsi jamu, seperti keluhan pusing, mual, keringat dingin, kulit merah, diare, dll. Jika hal ini terjadi, segera hentikan pemakaiannya ya, Mam.
- Perhatikan kondisi tubuh Anda. Jika Anda menderita maag maka sebaiknya Anda tidak mengonsumsi jamu.
- Sebelum Anda memutuskan mengonsumsi jamu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda ya, Mam.
Nah, jamu memang sudah dipercaya secara turun-temurun sebagai minuman tradisional berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Namun, ada baiknya Anda tetap cerdas dalam mengonsumsi jamu ini selama hamil. Anda boleh mengonsumsi jamu dengan pengawasan dokter untuk mengantisipasi adanya gangguan pada diri ibu hamil dan janin. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







