Mam kini disibukkan mengurus bayi yang baru saja lahir. Anda dan pasangan tentu sangat bahagia dengan kehadiran anak pertama ini. Namun, belum tentu Mam ingin segera memiliki momongan kembali usai lahirnya anak pertama. Memang, lebih disarankan untuk mengatur jarak kehamilan supaya anak mendapatkan perhatian dan keluarga pun sejahtera.
Hamil memang menjadi karunia yang luar biasa bagi setiap pasangan. Namun, kehamilan bisa membuat Anda cemas jika jaraknya terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya. Dapat dibayangkan betapa repotnya harus mengurus si Kakak yang masih bayi, menggendongnya dan menyuapinya, dengan kondisi hamil tua. Lantas, setelah anak kedua lahir, usia si Kakak (anak pertama) masih sangat kecil dan tak bisa jauh dari Anda. Oleh karena itu, banyak Ibu yang memilih menunda dan melakukan pencegahan kehamilan usai persalinan. Hal ini dilakukan supaya jarak kehamilan berikutnya tidak terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya.
Keputusan untuk memiliki anak kembali dengan jarak yang dekat maupun memberi jarak yang cukup jauh sebenarnya kembali lagi pada kesepakatan masing-masing pasangan. Setiap pasangan tentu memiliki pemikiran yang berbeda-beda menyoal keinginan menambah momongan. Bagi Anda yang usai bersalin secara normal, dapat segera hamil lagi jika menginginkannya. Sementara persalinan caesar, disarankan menunggu waktu ideal sekitar 18 bulan untuk kembali hamil. Hanya saja, perlu dipertimbangkan bahwa jarak kehamilan yang disarankan dari kehamilan sebelumnya adalah 2 hingga 5 tahun. Memberi jarak pada kehamilan berikutnya lebih disarankan supaya si Kecil memiliki kesiapan secara psikologis untuk mendapatkan adik baru dalam keluarganya.
Ada beberapa pasangan yang sepakat memberi jarak dekat antara kelahiran si Sulung dengan kehamilan berikutnya. Hal ini bisa jadi karena Anda dikejar-kejar usia, misalnya sudah lebih dari 30 tahun sehingga tidak ingin hamil yang berisiko. Alasan lainnya, karena menganggap jarak kehamilan yang dekat akan membuat si Sulung tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kelak dapat melindungi adiknya.
Kehamilan dengan jarak dekat sebenarnya memiliki beberapa risiko, baik bagi Ibu, janin, anak-anak, maupun keluarga secara keseluruhan. Bagi Ibu, lebih berisiko mengalami gangguan anemia dan preeklamsia. Bagi janin, bisa menimbulkan terhambatnya pertumbuhan dan keguguran. Bagi anak-anak yang lahir dengan jarak dekat akan membuatnya mengalami kurang pengasuhan karena orang tuanya sudah direpotkan dengan si Adik. Sementara itu, pada kehidupan keluarga secara keseluruhan menyangkut, biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai anak-anak dengan usia yang tidak jauh, keharmonisan bersama pasangan berkurang karena Anda memiliki kesibukan yang tinggi harus mengasuh anak-anak yang masih kecil, dan lain-lain.
Untuk memberikan jarak pada kehamilan pertama, kedua, dan seterusnya dapat dilakukan dengan menggunakan kontrasepsi. Pada dasarnya, ada 2 macam kontrasepsi yang dapat dipilih:
- Kontrasepsi Sederhana
Kontrasepsi sederhana dilakukan sendiri dengan sistem kalender dan dengan melakukan penetrasi di luar vagina.
- Kontrasepsi Modern
Kontrasepsi modern membutuhkan bantuan tenaga medis, yakni dokter kandungan dan bidan. Beberapa pilihan kontrasepsi modern mulai dari KB suntik, KB pil, IUD, implant, dan lain sebagainya.
Berbagai jenis kontrasepsi tersebut memiliki tingkat efektivitas masing-masing. Sebelum ber-KB, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau bidan serta mencari informasi sendiri, misalnya dari internet. Kenali kelebihan dan kekurangan berbagai jenis kontrasepsi, kemudian diskusikan dengan suami untuk memilih jenis metode kontrasepsi yang diinginkan. Apa pun metode kontrasepsi yang dipilih, tujuannya sama, yakni untuk mengatur jarak kelahiran demi mewujudkan keluarga yang sejahtera.
Beberapa keuntungan mengatur jarak kehamilan adalah sebagai berikut:
- Memberi perhatian kepada bayi yang baru lahir
Si Kecil yang baru lahir sangat membutuhkan perhatian dari Mam dan juga Ayah, sebagai orang tuanya. Mulai dari pemberian ASI eksklusif, perawatan bayi, MPASI saat usianya bertambah, stimulasi otak dan kemampuan geraknya, sangatlah penting. Jika si Kecil masih bayi, sementara Anda sudah hamil lagi bisa membuat perhatian Anda kurang optimal kepadanya. Terlebih, saat tengah mengandung, Anda tak bisa leluasa mengikuti kemauannya bermain, menggendongnya terus-menerus, dan sebagainya.
- Pemulihan kondisi pasca persalinan
Setelah waktu 2 tahun, Anda sudah dapat mulai memikirkan persiapan untuk hamil kembali. Dalam waktu tersebut, kondisi kesehatan Anda pasca persalinan, yakni organ reproduksi dan juga psikologis telah membaik. Bagi Anda yang sebelumnya melakukan operasi caesar, dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk merencanakan kehamilan secara normal setalah masa 2 tahun ini.
- Pemberian Asi selama 2 tahun
Dengan memberi jarak kehamilan dalam waktu 2-5 tahun, Anda dapat tetap memberi ASI bagi si Kecil bahkan sampai usianya 2 tahun. Dimana ASI adalah nutrisi terbaik, terutama bagi bayi usia 0-6 bulan.
- Kemantapan kondisi keluarga
Dengan mengatur jarak kehamilan, kondisi ekonomi keluarga pun bisa lebih baik. Anda bersama pasangan dapat merencanakan keuangan untuk menyambut kelahiran bayi sesuai dengan jarak kelahiran yang telah direncanakan. Jika jarak kehamilan terlalu dekat, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Baca juga:







