Pro Kontra KB

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah KB atau Keluarga Berencana. Memang, KB telah menjadi program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dengan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera melalui pengendalian kelahiran serta pengendalian pertumbuhan penduduk Indonesia. Namun, progam KB ini dirasa belum berjalan secera efektif karena masih mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Respons pro dan kontra ini dapat kita lihat dari sisi positif dan negatif dari program KB tersebut. Berikut ini penilaian positif dan negatif dari program pengendalian kelahiran ini.

Positif

Diadakannya program KB tentu memiliki beberapa tujuan positif. Hal ini dapat dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan oleh pengguna KB. Berikut beberapa hal positif dari program KB yang dilihat dari segi kesehatan.

  • Anda dapat menjaga jarak waktu kehamilan. Dengan begitu, Anda telah melakukan usaha perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang terjadi pada jarak waktu yang pendek.
  • Anda dapat meningkatkan kesehatan mental dan sosial karena tersedianya waktu yang cukup untuk mengasuh anak, beristirahat, serta menikmati waktu luang.
  • Anda dapat meningkatkan kualitas pengasuhan anak dengan merencanakan jumlah kelahiran.
  • Anda dapat mengantisipasi kehamilan dan kelahiran yang telah disesuaikan dengan usia Anda.

Negatif

Program KB menuai banyak anggapan negatif secara kesehatan. Hal ini terlihat dari efek samping atau risiko yang ditimbulkannya terhadap kesehatan. Berikut ini beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan KB dari segi kesehatan.

  • Program KB dapat menyebabkan beberapa keluhan kesehatan bagi beberapa wanita, seperti pusing, sembelit, nafsu makan hilang, mood swing, dan lain-lain. Keluhan-keluhan ini tidak dirasakan oleh semua wanita kok, Mam.
  • Patut disadari bahwa cara kerja KB adalah memanipulasi produksi hormon dalam tubuh untuk menghindari kehamilan. Hal ini tentu berisiko bagi kesehatan. Karena itu, selama Anda memakai obat-obatan KB harus selalu dikontrol dan mendapat pengawasan dari dokter. Hal ini bertujuan agar mencegah kemungkinan buruk efek samping dari produk KB yang Anda gunakan.

Ada banyak macam alat kontrasepsi yang dapat digunakan. Mulai dari yang bersifat metode kontrasepsi sederhana dan modern. Jenis alat kontrasepsi seperti kondom, obat pil KB, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), suntik KB, norplant atau susuk merupakan jenis alat kontrasepsi yang sering digunakan oleh masyarakat. Masing-masing alat kontrasepsi tersebut memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Karena itu, sebelum Anda memutuskan memilih jenis alat kontrasepsi tertentu, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. pilihlah jenis alat kontrasepsi yang paling aman terhadap kesehatan Anda.

Pemerintah memang mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan program KB. Namun, melihat risiko atau efek samping dari KB tersebut, pelaksanaan KB tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masyarakat. Jadi, apa pun pilihan Anda–ber-KB atau tidak– diharapkan dapat menjaga kesehatan Anda serta mendukung tujuan positif dari program KB tersebut. Semoga bermanfaat.

 

Baca juga:

Related Posts

Comments :