• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum



Ngemil Sehat, Lengkapi Nutrisi Anak


 25 Jan 2014   Penulis Dewi Novianingsih  0 Komentar


Gizi seimbang sebaiknya diterapkan dalam mendukung tumbuh kembang buah hati. Pemenuhan gizi seimbang ini tak hanya lewat makanan utama si Kecil, namun juga melalui makanan selingan (camilan). Banyak camilan sehat yang bisa disajikan untuk si Kecil dalam memenuhi kebutuhan gizinya.

Hari Gizi Nasional (HGN) ke-54 jatuh pada tanggal 25 Januari. Tema HGN pada tahun ini adalah Gizi Baik Kunci Keberhasilan Pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Bagi ibu, hari gizi seolah menjadi momen perenungan terkait pemenuhan gizi keluarga melalui makanan yang disajikan setiap hari. Terlebih, bagi buah hati yang kini sedang balita. Selanjutnya, muncul pertanyaan, apakah makanan yang disajikan untuk buah hati sudah mencukupi kebutuhan gizinya? Karena dengan pemberian gizi yang cukup dan seimbang, balita akan sehat dan jauh dari penyakit. Padahal, balita tak selalu makan dengan lahap setiap hari. Terkadang ia tak menghabiskan porsi makannya hingga membuat Anda cemas.

Memberikan asupan nutrisi tepat dan seimbang untuk buah hati memang merupakan tugas para orangtua. Namun, memang banyak tantangannya, misalnya si Kecil yang tak mau makan, pilih-pilih makanan tertentu, atau karena sakit. Pengenalan makanan selingan untuk anak memang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizinya yang terkadang tidak terpenuhi melalui makanan utamanya. Di sela-sela jam makan makanan utamanya, anak-anak membutuhkan makanan selingan atau camilan.

Perut balita yang kecil memang tak bisa menyimpan makanan dalam jumlah banyak sekali waktu, sehingga harus sering mengkonsumsi makanan lain dengan porsi yang kecil di luar jam makannya melalui aktivitas ngemil. Tak semua orangtua tahu bahwa camilan yang dimakan si Kecil saat ngemil sebenarnya cukup berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Hanya saja, jenis camilan yang dimaksud adalah camilan yang sehat.

Balita yang sudah mulai aktif bermain bersama teman-temannya terkadang suka sekali ngemil makanan yang dibelinya di warung. Padahal, snack yang dibeli tersebut tak selalu sehat dan justru jika dikonsumsi terlalu sering akan membuat anak kelebihan kalori dan berdampak pada obesitas. Untuk menghindari hal itu terjadi, mulailah mengarahkan buah hati Anda untuk tidak sering-sering jajan di luar dan menyajikan camilan sehat untuknya.

Makanan selingan atau camilan sebagai pelengkap gizi anak ini sebaiknya diberikan kepada anak dengan tepat. Dalam buku berjudul Makanan Selingan Balita karangan Tuti Sunardi dijelaskan beberapa hal mengenai bagaimana cara pemberian makanan selingan yang tepat, yakni:

  • Makanan selingan anak sebaiknya diberikan dalam waktu yang tidak mendekati makan utamanya, karena nafsu makan anak akan terganggu.
  • Camilan untuk anak ini sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan karena dapat mengurangi porsi makannya.
  • Anak bisa diperkenalkan aneka jenis makanan selingan yang sesuai, namun sebaiknya mudah dicerna dan disesuaikan dengan usia dan kebutuhannya. Hindari camilan yang berbumbu tajam.
  • Makanan selingan atau camilan bisa pula menggantikan porsi makan utama jika anak tidak menghabiskannya. Namun, sebaiknya makanan selingan ini memiliki gizi yang lengkap seperti keroket isi ayam, pastel isi sayuran, ayam, dan telur, roti isi rogout ayam, dan sebagainya.
  • Akan lebih baik bila camilan untuk anak adalah buatan Anda sendiri, selain lebih efisien, kebersihannya pun terjamin.
  • Jika membeli camilan, sebaiknya pilih yang lengkap gizi, misalnya tidak mengandung karbohidrat saja. Kebersihan tempat membeli camilan pun juga perlu diperhatikan untuk menjamin keamanan dan kesehatannya.
  • Untuk bekal si Kecil ke sekolah, Anda bisa buatkan camilan praktis namun memiliki nilai gizi, misalnya dadar isi rogout sayur dan daging, schotel mi keju telur campur kacang polong, dan lain-lain. Sebagai bekal camilannya, pilih jenis camilan yang praktis dan/atau dalam potongan-potongan kecil, Ini untuk memudahkan si Kecil untuk memakannya.
  • Bijak dalam pemberian uang jajan pada anak. Memberikan uang jajan pada anak terlalu sering akan membuatnya terbiasa jajan. Bila Anda dibantu pengasuh dalam mengurus anak, katakan kepada mereka untuk tidak memberikan kesempatan si Kecil untuk jajan.

Terdapat beberapa jenis camilan yang sebaiknya dihindari dari anak, seperti camilan yang mengandung MSG atau bahan pengawet, karena tidak baik untuk pertumbuhan mereka. Atau juga camilan berjenis fast food (makanan siap saji), karena fast food dianggap kurang memiliki zat gizi, tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol.

Keju, susu, kentang, yoghurt, sereal, smothies, roti gandum, dan kacang-kacangan, adalah jenis-jenis makanan yang bisa Anda berikan untuk si Kecil sebagai camilan.

Yuk, berikan buah hati camilan sehat untuk melengkapi kebutuhan gizinya.

Bagi artikel ini dengan IbuDanMama lainnya...
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Pin on Pinterest0Email this to someone

Dewi Novianingsih

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

More Posts

Related



Baca Juga:


Jika Si Kecil Mimisan
24 Apr 2014

Mudahnya Penularan Konjungtivitis Pada Anak
23 Apr 2014

Jika Si Kecil Terkena Campak
17 Apr 2014

Yuk Komentar Mam!


  • Cari Artikel IbuDanMama

  • Artikel Populer

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru LahirDaftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir 136,828 views
    • 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 78,557 views
    • 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 58,381 views
    • Tips Mengatasi Kaki PegalTips Mengatasi Kaki Pegal 55,496 views
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 BulanMPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan 54,678 views
  • Recent Posts

    • 4 Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita
      November 9, 2014
    • 5 Tips Melahirkan Dengan Aman dan Menyenangkan
      November 8, 2014
    • Jenis Imunisasi Dewasa (Part 2)
      November 7, 2014
  • Survey

    Apakah Anda menyukai artikel yang sedang Anda baca? Bantu kami untuk menjadi lebih baik. Silahkan usulkan topik artikel menarik lainnya yang menurut Anda patut IbuDanMama tulis!

    Nama Anda (wajib)

    E-mail Anda (wajib)

    Topik artikel yang diinginkan



  • Tentang IbuDanMama

    IbuDanMama.com adalah tempat dimana anda dapat menjelajah dan bertemu dengan ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar kehamilan, pola asuh, dan rumah tangga.
  • Recent Posts

    • 4 Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita
      November 9, 2014
    • 5 Tips Melahirkan Dengan Aman dan Menyenangkan
      November 8, 2014
    • Jenis Imunisasi Dewasa (Part 2)
      November 7, 2014

Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id