Gizi seimbang sebaiknya diterapkan dalam mendukung tumbuh kembang buah hati. Pemenuhan gizi seimbang ini tak hanya lewat makanan utama si Kecil, namun juga melalui makanan selingan (camilan). Banyak camilan sehat yang bisa disajikan untuk si Kecil dalam memenuhi kebutuhan gizinya.
Hari Gizi Nasional (HGN) ke-54 jatuh pada tanggal 25 Januari. Tema HGN pada tahun ini adalah Gizi Baik Kunci Keberhasilan Pelaksanaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Bagi ibu, hari gizi seolah menjadi momen perenungan terkait pemenuhan gizi keluarga melalui makanan yang disajikan setiap hari. Terlebih, bagi buah hati yang kini sedang balita. Selanjutnya, muncul pertanyaan, apakah makanan yang disajikan untuk buah hati sudah mencukupi kebutuhan gizinya? Karena dengan pemberian gizi yang cukup dan seimbang, balita akan sehat dan jauh dari penyakit. Padahal, balita tak selalu makan dengan lahap setiap hari. Terkadang ia tak menghabiskan porsi makannya hingga membuat Anda cemas.
Memberikan asupan nutrisi tepat dan seimbang untuk buah hati memang merupakan tugas para orangtua. Namun, memang banyak tantangannya, misalnya si Kecil yang tak mau makan, pilih-pilih makanan tertentu, atau karena sakit. Pengenalan makanan selingan untuk anak memang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan gizinya yang terkadang tidak terpenuhi melalui makanan utamanya. Di sela-sela jam makan makanan utamanya, anak-anak membutuhkan makanan selingan atau camilan.
Perut balita yang kecil memang tak bisa menyimpan makanan dalam jumlah banyak sekali waktu, sehingga harus sering mengkonsumsi makanan lain dengan porsi yang kecil di luar jam makannya melalui aktivitas ngemil. Tak semua orangtua tahu bahwa camilan yang dimakan si Kecil saat ngemil sebenarnya cukup berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Hanya saja, jenis camilan yang dimaksud adalah camilan yang sehat.
Balita yang sudah mulai aktif bermain bersama teman-temannya terkadang suka sekali ngemil makanan yang dibelinya di warung. Padahal, snack yang dibeli tersebut tak selalu sehat dan justru jika dikonsumsi terlalu sering akan membuat anak kelebihan kalori dan berdampak pada obesitas. Untuk menghindari hal itu terjadi, mulailah mengarahkan buah hati Anda untuk tidak sering-sering jajan di luar dan menyajikan camilan sehat untuknya.
Makanan selingan atau camilan sebagai pelengkap gizi anak ini sebaiknya diberikan kepada anak dengan tepat. Dalam buku berjudul Makanan Selingan Balita karangan Tuti Sunardi dijelaskan beberapa hal mengenai bagaimana cara pemberian makanan selingan yang tepat, yakni:
- Makanan selingan anak sebaiknya diberikan dalam waktu yang tidak mendekati makan utamanya, karena nafsu makan anak akan terganggu.
- Camilan untuk anak ini sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan karena dapat mengurangi porsi makannya.
- Anak bisa diperkenalkan aneka jenis makanan selingan yang sesuai, namun sebaiknya mudah dicerna dan disesuaikan dengan usia dan kebutuhannya. Hindari camilan yang berbumbu tajam.
- Makanan selingan atau camilan bisa pula menggantikan porsi makan utama jika anak tidak menghabiskannya. Namun, sebaiknya makanan selingan ini memiliki gizi yang lengkap seperti keroket isi ayam, pastel isi sayuran, ayam, dan telur, roti isi rogout ayam, dan sebagainya.
- Akan lebih baik bila camilan untuk anak adalah buatan Anda sendiri, selain lebih efisien, kebersihannya pun terjamin.
- Jika membeli camilan, sebaiknya pilih yang lengkap gizi, misalnya tidak mengandung karbohidrat saja. Kebersihan tempat membeli camilan pun juga perlu diperhatikan untuk menjamin keamanan dan kesehatannya.
- Untuk bekal si Kecil ke sekolah, Anda bisa buatkan camilan praktis namun memiliki nilai gizi, misalnya dadar isi rogout sayur dan daging, schotel mi keju telur campur kacang polong, dan lain-lain. Sebagai bekal camilannya, pilih jenis camilan yang praktis dan/atau dalam potongan-potongan kecil, Ini untuk memudahkan si Kecil untuk memakannya.
- Bijak dalam pemberian uang jajan pada anak. Memberikan uang jajan pada anak terlalu sering akan membuatnya terbiasa jajan. Bila Anda dibantu pengasuh dalam mengurus anak, katakan kepada mereka untuk tidak memberikan kesempatan si Kecil untuk jajan.
Terdapat beberapa jenis camilan yang sebaiknya dihindari dari anak, seperti camilan yang mengandung MSG atau bahan pengawet, karena tidak baik untuk pertumbuhan mereka. Atau juga camilan berjenis fast food (makanan siap saji), karena fast food dianggap kurang memiliki zat gizi, tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol.
Keju, susu, kentang, yoghurt, sereal, smothies, roti gandum, dan kacang-kacangan, adalah jenis-jenis makanan yang bisa Anda berikan untuk si Kecil sebagai camilan.
Yuk, berikan buah hati camilan sehat untuk melengkapi kebutuhan gizinya.







25 Jan 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











