• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum



Waspadai Gejala Keracunan Makanan


 17 Sep 2014   Penulis Dinny Mutia  0 Komentar


Setiap orang tua tentu ingin makanan yang dikonsumsi anak dan anggota keluarga lainnya memberikan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh mereka. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa jika tidak teliti, makanan yang disantap juga bisa membahayakan anggota keluarga. Oleh karena itu, ada baiknya Anda memperhatikan setiap makanan yang dimasak dan disajikan karena bisa jadi makanan tersebut dapat membuat Anda sekeluarga keracunan.

Keracunan makanan dapat terjadi setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus dan bakteri. Selain itu, keracunan makanan juga bisa diakibatkan oleh parasit, paparan racun atau bahan kimia. Keracunan makanan dapat menyebabkan beberapa gejala dari ringan sampai berat yang membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengalami dehidrasi. Gejala ringan kemungkinan akan sembuh dalam waktu beberapa jam atau hari saja, sedangkan gejala yang parah seperti botulisme atau beberapa jenis keracunan toksin lainnya harus mendapatkan perawatan medis karena dapat membahayakan nyawa Anda.

Banyak bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Orang yang sedang sakit dapat menularkan bakteri staphylococcus pada makanan yang mereka sajikan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda tidak menyajikan makanan kepada si Kecil dan anggota keluarga lainnya ketika sedang sakit. Selain itu, Orang yang memakan atau meminum makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri E.Coli dapat terserang diare. Keracunan juga dapat terjadi setelah memakan daging unggas, telur dan daging yang terkontaminasi bakteri salmonella. Walaupun berpotensi menimbulkan gejala yang serius hingga kematian, namun kebanyakan kasus keracunan bakteri ini hanya menyebabkan gejala ringan. Bakteri yang berbahaya biasanya ada pada daging dan ikan baik yang sudah dimasak maupun yang mentah, produk susu, atau makanan yang dibiarkan dalam suhu ruangan terlalu lama.

Anda juga perlu berhati-hati dalam menyajikan makanan yang dikemas dalam kaleng. Makanan dalam kaleng dapat menyimpan bakteri yang dapat berkembangbiak walau tanpa oksigen dan bakteri tersebut tidak dapat hancur walaupun sudah dimasak. Bakteri ini dapat menyebabkan botulisme, yaitu keracunan makanan yang jarang terjadi namun berpotensi kematian pada si penderita.

Selain makanan kaleng, seafood mentah khususnya kerang-kerangan yang terkontaminasi juga dapat menyebabkan keracunan. Ada beberapa jenis jamur tertentu, buah beri-berian dan tumbuh-tumbuhan lainnya yang mengandung racun alami yang mematikan yang tidak seharusnya dimakan oleh manusia. Jamur beracun dapat tumbuh pada buah, sayur, gandum dan kacang yang tidak disimpan dengan tepat. Keracunan makanan karena bahan kimia dapat disebabkan oleh pestisida atau menyimpan makanan pada wadah yang tidak bersih.

Lalu, apa saja gejala yang dapat ditimbulkan dari keracunan makanan ini? Pada umumnya keracunan makanan dapat menyebabkan mual, muntah dan diare yang bisa disertai darah. Selain itu, ada beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Kram pada bagian perut, diare dan muntah-muntah dapat terjadi satu jam setelah memakan makanan tercemar bakteri staphylococcus dan setidaknya 10 hari setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri campylobacter. Gejala tersebut juga muncul setelah mengonsumsi makanan yang mengandung parasit seperti giardia. Penderita keracunan makanan ini akan sembuh dalam hitungan hari bahkan sampai berbulan-bulan tergantung jenis keracunan yang diderita.
  • Muntah-muntah, diare, berkeringat, pusing, mata berair, air liur berlebihan, dan nyeri di bagian perut setelah makan makanan yang tercemar bahan kimia atau toksin.
  • Hilangnya sebagian kemampuan berbicara dan penglihatan, otot-otot melemah, sulit menelan makanan, mulut kering, otot-otot dari kepala ke badan mengalami kelumpuhan dan muntah-muntah yang bisa jadi botulisme (keracunan makanan yang parah namun jarang terjadi yang biasanya diakibatkan oleh bakteri).

Apabila Anda dan keluarga mengalami gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Keracunan makanan dapat Anda cegah dengan beberapa cara, silakan klik di sini untuk info lengkapnya. 

 

Baca Juga:

  • Tips Memenuhi Kebutuhan Protein Hewani Bagi Anak Alergi Seafood
  • Jika Si Kecil Terserang Diare
  • Hati-hati, Hewan Peliharaan Anda Menularkan Penyakit!
Bagi artikel ini dengan IbuDanMama lainnya...
Share on Facebook46Tweet about this on Twitter1Pin on Pinterest0Email this to someone

Dinny Mutia

More Posts

Related



Baca Juga:


19 Tips Mencegah Keracunan Makanan
16 Sep 2014

Yuk Komentar Mam!


  • Cari Artikel IbuDanMama

  • Artikel Populer

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru LahirDaftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir 136,828 views
    • 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 78,560 views
    • 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 58,381 views
    • Tips Mengatasi Kaki PegalTips Mengatasi Kaki Pegal 55,496 views
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 BulanMPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan 54,679 views
  • Recent Posts

    • 4 Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita
      November 9, 2014
    • 5 Tips Melahirkan Dengan Aman dan Menyenangkan
      November 8, 2014
    • Jenis Imunisasi Dewasa (Part 2)
      November 7, 2014
  • Survey

    Apakah Anda menyukai artikel yang sedang Anda baca? Bantu kami untuk menjadi lebih baik. Silahkan usulkan topik artikel menarik lainnya yang menurut Anda patut IbuDanMama tulis!

    Nama Anda (wajib)

    E-mail Anda (wajib)

    Topik artikel yang diinginkan



  • Tentang IbuDanMama

    IbuDanMama.com adalah tempat dimana anda dapat menjelajah dan bertemu dengan ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar kehamilan, pola asuh, dan rumah tangga.
  • Recent Posts

    • 4 Manfaat Bermain Sepeda Bagi Balita
      November 9, 2014
    • 5 Tips Melahirkan Dengan Aman dan Menyenangkan
      November 8, 2014
    • Jenis Imunisasi Dewasa (Part 2)
      November 7, 2014

Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id