Liburan akhir semester anak tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan. Meskipun berpuasa, anak bisa tetap melakukan liburan yang mengasyikkan.
Bulan Ramadan menjadi bulan yang selalu dinanti-nantikan umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa termasuk anak-anak. Kebetulan, bulan Ramadan kali ini bertepatan dengan liburan sekolah. Tak jarang, beberapa orang tua membatalkan rencana mengajak anak berlibur karena pertimbangan ibadah puasa yang tengah dijalankan. Lantas anak menjadi sedih karena tidak jadi mengunjungi objek wisata yang sudah lama diinginkannya. Anda tentu tidak tega melihat anak kecewa, apalagi ia tentu membutuhkan liburan untuk menyegarkan pikirannya setelah disibukkan dengan rutinitas sekolah dan ujian.
Sebenarnya puasa Ramadan tak harus dijadikan beban dan halangan untuk tetap mengajak anak liburan. Berpuasa adalah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan namun liburan juga merupakan kebutuhan anak. Oleh karena itu, akan lebih baik jika keduanya bisa dijalankan bersama-sama namun tetap menyesuaikan dengan kondisi anak yang tengah menjalankan ibadah puasa. Jangan sampai pergi berlibur, namun membatalkan puasa karena terlalu kelelahan dan haus.
Beberapa tips berikut ini dapat Anda jadikan referensi agar liburan anak tetap asyik walaupun sedang puasa. Berikut ini tipsnya.
- Perhatikan nutrisi saat sahur
Pastikan anak mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang saat sahur. Sajikan makanan yang terdiri dari nasi, lauk (misalnya ikan, daging, telur) sayuran, dan buah-buahan untuk makan sahurnya. Tambahkan pula susu agar kebutuhan nutrisinya semakin lengkap. Namun, tak perlu makan berlebihan, cukup makan dengan porsi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat liburan dan berpuasa.
- Pilih liburan indoor
Panas matahari yang terik akan memicu haus. Agar puasa tetap aman dijalankan, ada baiknya Anda berlibur ke tempat wisata indoor, seperti mengunjungi museum atau pusat permainan. Tempat-tempat liburan indoor ini tak kalah menyenangkan dan tentunya bermanfaat untuk anak. Sebagai contoh, dengan mengunjungi museum sejarah anak akan mendapatkan banyak pengetahuan baru dari masa lalu.
- Tidak melakukan aktivitas berlebihan
Sebaiknya Anda membatasi aktivitas anak, hindari melakukan aktivitas yang berlebihan dan menguras energi. Jika anak terlalu lelah, bisa-bisa membuatnya tak sanggup melanjutkan puasanya. Meskipun anak terlihat begitu menikmati aktivitas liburannya, ingatkan bahwa ia harus menghemat energinya dan tak boleh kelelahan karena sedang berpuasa.
- Istirahat yang cukup
Pastikan anak beristirahat yang cukup sebelum pergi berlibur dan saat sampai di tujuan liburan jika liburan dilakukan dalam beberapa hari. Dengan istirahat yang cukup, tubuh akan segar saat liburan dan puasa anak tetap lancar.
Semoga bermanfaat ya, Mam.
Baca Juga:







24 Jul 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











