• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
    • Tips
    • Resep MPASI
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Aktivitas
    • Event
    • Berbagi Cerita
    • Topik Umum



Kapan Saatnya Anda Harus Merelakan?


 02 Feb 2013   Penulis Kontributor IbudanMama  0 Komentar


Hidup adalah perjuangan, terkadang apa yang didambakan tidak kunjung terjadi. Tapi, sampai kapankah Anda harus terus bertahan atau malah seharusnya sudah belajar melepaskan?

Saat segala usaha yang Anda lakukan tidak membuahkan hasil yang berarti, pikiran untuk menyerah pun mulai muncul dalam benak Anda. Hal itu tidak sepenuhnya buruk, karena ada saatnya di mana Anda harus melepaskan beberapa hal, untuk bisa mendapatkan sesuatu yang baru, atau bahkan yang lebih baik. Namun pertanyaannya: kapan Anda saatnya untuk melepaskan? Poin-poin berikut ini mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan Anda.

Dengarkan Kata Hati
Apapun yang Anda lakukan dalam kehidupan, memang seharusnya dilakukan dengan tujuan kebahagiaan Anda. Anda memang tidak bisa menghindari segala kemungkinan yang dapat membuat Anda merasa kecewa, marah, ataupun sedih sesekali, tetapi selama hal tersebut masih mendatangkan kebahagiaan, artinya hal tersebut masih pantas untuk dipertahankan. Coba bersikap jujur dengan bertanya pada diri Anda: apakah Anda benar-benar bahagia dengan semua itu?

Keluar Dari Zona Nyaman
Coba analisa kembali, apakah yang Anda pertahankan selama ini berdasarkan keberanian menerima tantangan atau hanya karena Anda takut merasa kehilangan? Jika ternyata yang Anda rasakan diakibatkan alasan yang kedua, berarti Anda harus segera mengubah pandangan hidup Anda sendiri. Kuncinya adalah jangan takut mengalami perubahan. Segala sesuatu yang baru memang terlihat menakutkan dan sulit pada awalnya, but you will get used to it in no time.

Evaluasi Tujuan Akhir
Saatnya Anda mengevaluasi diri sendiri mengenai seberapa besar usaha Anda dalam mewujudkan apa yang Anda inginkan. Terkadang Anda merasa telah melakukan segalanya dengan maksimal, padahal yang Anda lakukan hanya mengulang cara yang sama, lagi dan lagi. Ketika Anda gagal dengan satu cara, move on to another strategy. Perkaya pengetahuan serta bersikap terbuka akan kritik dan masukan dari banyak orang. Jika apa yang telah Anda lakukan ternyata benar-benar tidak membuahkan hasil, mungkin sudah waktunya Anda berpikir, “This is not for me.”

Tentukan Batas Waktu
Sudah berapa lama Anda berpegang teguh pada keinginan Anda? Berapa lama waktu yang sudah Anda lewati untuk mengusahakan dan mempertahankan hal tersebut? Periode juga bisa menjadi tolak ukur apakah Anda masih pantas memperjuangkan mimpi Anda. Jika ternyata sudah berlangsung terlalu lama, coba lihat kembali seberapa besar kemajuan yang telah terjadi. Nothing of value comes easily and instantly, tapi kalau ternyata tidak ada kemajuan atau yang terjadi malahan kemunduran, tinggalkan hal itu sekarang juga dan segera pikirkan opsi lainnya.

“When one door of happiness closes, another one opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which had been opened for us.” Kalimat yang diucapkan oleh Helen Keller ini sangat inspiratif bagi banyak orang—termasuk Anda. Banyak pilihan dan kesempatan yang bisa saja Anda lewatkan hanya karena satu hal yang nyatanya tidak sesuai untuk Anda. Think carefully, mommies!

Bagi artikel ini dengan IbuDanMama lainnya...
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Pin on Pinterest0Email this to someone

Kontributor IbudanMama

Kontributor yang ingin berbagi pengetahuan dengan Ibu dan Mama.

More Posts

Related



Baca Juga:


Bahagia Menjadi Single Mom
21 Aug 2013

Yuliati Umrah: “ASIku Selamatkan Masa Depan Buah Hatiku”
22 Feb 2013

Buku: Meniti Bianglala (The Five People You Meet In Heaven)
14 Feb 2013

Yuk Komentar Mam!


  • Cari Artikel IbuDanMama

  • Artikel Populer

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir 176,465 views
    • 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 6 Cara Terbaik Mengatasi Keputihan Saat Hamil Muda 108,559 views
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan 106,396 views
    • 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 4 Tanda dan 6 Tips Untuk Minggu-minggu Terakhir Kehamilan 106,169 views
    • Tips Mengatasi Kaki Pegal Tips Mengatasi Kaki Pegal 81,390 views
  • Recent Posts

    • 4 Ide Wisata untuk Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Bumi
      April 20, 2015
    • Benarkah Sugar Rush Membuat Anak Jadi Hiperaktif?
      April 20, 2015
    • 5 Manfaat Pentingnya Makan Buah Pir Selama Kehamilan
      April 20, 2015
  • Survey

    Apakah Anda menyukai artikel yang sedang Anda baca? Bantu kami untuk menjadi lebih baik. Silahkan usulkan topik artikel menarik lainnya yang menurut Anda patut IbuDanMama tulis!

    Nama Anda (wajib)

    E-mail Anda (wajib)

    Topik artikel yang diinginkan



  • Tentang IbuDanMama

    IbuDanMama.com adalah tempat dimana anda dapat menjelajah dan bertemu dengan ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar kehamilan, pola asuh, dan rumah tangga.
  • Recent Posts

    • 4 Ide Wisata untuk Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Bumi
      April 20, 2015
    • Benarkah Sugar Rush Membuat Anak Jadi Hiperaktif?
      April 20, 2015
    • 5 Manfaat Pentingnya Makan Buah Pir Selama Kehamilan
      April 20, 2015

Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2014 Copyright IbuDanMama.co.id