Usai diberikan MPASI (Makanan Pendamping Asi), bayi seringkali muntah. Hal ini tentu saja membuat Ibu merasa cemas.
Bayi Ibu kini sudah semakin besar. Setelah diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, tiba saatnya ia diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI) untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Ibu tentu saja ingin memberikan asupan makanan terbaik dan bergizi untuk si Kecil. Wajar saja jika Ibu selalu bersemangat memasak menu MPASI untuknya.
Melihat bayi makan dengan lahap makanan yang disajikan, tentu semakin membuat Ibu merasa sangat bahagia. Namun, sebagian orang tua mengeluh bayinya sulit sekali makan, sehingga membutuhkan kesabaran ekstra untuk menyuapinya. Tak jarang, masalah lain muncul yang acap membuat Ibu cemas, yakni bayi muntah usai makan. Kecemasan Ibu kian bertambah ketika tak hanya sekali atau dua kali bayi muntah usai makan, tetapi sering sekali terjadi. Orang tua sebenarnya tak perlu cemas secara berlebihan untuk menghadapi muntah yang dialami bayi usai makan.
Beberapa hal di bawah ini, akan membantu Anda untuk memahami muntah usai makan yang dialami oleh bayi:
- Bedakan dengan gumoh
Tak jarang, muntah yang dialami bayi adalah gumoh. Gumoh adalah kondisi di mana bayi mengeluarkan ASI usai menyusu. Gumoh bukan menjadi hal yang berbahaya dan umum dialami oleh bayi. Gumoh ditandai dengan muntahan berupa cairan. Sedangkan muntah terjadi ketika tubuh bayi mengeluarkan isi lambung dan biasanya terjadi berupa semburan.
- Ketahui lebih dahulu penyebab bayi muntah
Muntah pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kesehatan tubuhnya yang sedang buruk, penyakit yang dialami oleh bayi, bayi terkena infeksi bakteri, dan virus. Muntah dapat menjadi gejala bayi mengalami penyakit tertentu. Meskipun muntah pada bayi merupakan hal yang wajar terjadi, orang tua tak boleh menyepelekannya. Kenali warna muntahan bayi dan konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisinya.
- Perut bayi masih kenyang saat diberi makan
Bayi yang muntah setelah makan, biasanya terjadi karena perutnya masih kenyang dan sudah diberi makan kembali sehingga membuatnya mengalami masalah dalam menelan. Jika bayi sering muntah, yakni lebih dari 3 kali muntah usai makan, sebaiknya dibawa berkonsultasi ke dokter.
- Cara mengatasi bayi muntah setelah makan
Pada dasarnya, tidak ada cara untuk menghentikan muntah usai makan yang terjadi pada bayi. Namun, Ibu dapat membantu bayi untuk meminimalkannya. Berikan MPASI dengan porsi kecil terlebih dahulu pada bayi dan tak perlu memaksa jika ia sudah tak mau makan. Ibu juga bisa menyendawakan bayi usai makan supaya tidak terjadi muntah.
Baca juga:







