Anda bingung apakah si kecil sudah siap atau belum untuk mulai proses toilet training? Coba perhatikan tanda-tanda ini untuk memastikan.
Biasanya, toilet training dapat dimulai antara usia 18 bulan hingga 3 tahun. Pada usia ini, anak mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk meninggalkan popok dan mulai belajar menggunakan toilet. Namanya pelatihan, sudah pasti membutuhkan proses. Begitu juga toilet training, anak membutuhkan proses belajar yang mencakup 3 fase: mengenal, memahami, dan menggunakan.
Kalau disimpulkan, seperti inilah contoh 3 fase tersebut. “Apa itu toilet?” “Mengapa kita harus ke toilet?” “Dan bagaimana cara menggunakannya.” Untuk bisa menjawab ketiga pertanyaan ini, si kecil membutuhkan Anda sebagai mentor yang bisa memberikan contoh.
Toilet training merupakan momen BESAR bagi buah hati Anda, karena menjadi simbol awal KEMANDIRIAN anak. Jadi, bagi para orang tua, usahakan untuk tetap menjaga kepercayaan diri anak ketika ia sedang menjalani proses toilet training. Hindari kata-kata menghina atau marah, ketika anak gagal melakukan proses toilet training.
Selain itu, jangan pernah membandingkan tingkat kemampuan anak memahami proses toilet training dengan saudara atau temannya. Hal ini bisa membuat ia tertekan dan menimbulkan masalah lain, seperti ia sering menahan-nahan pipis bila harus ke toilet. Harus dipahami, toilet training adalah proses pembelajaran berkala yang tengat waktu pemahamannya bisa berbeda pada setiap anak.
Nah, bagaimana para orang tua mengetahui saat yang tepat untuk mulai mengenalkan toilet training? Berikut tiga kategori tanda-tanda kesiapan anak, mulai dari ciri fisik, perilaku, hingga kemampuan kognitif.
Ciri-Ciri Fisik
- Sudah tidak buang air kecil paling tidak 1 hingga 2 jam. Ini bukti bahwa otot dan fungsi kandung kemihnya sudah berkembang dengan lebih sempurna.
- Jadwal BAB sudah mulai teratur dan tidak BAB lagi di malam hari.
- Sudah bisa menaikkan celananya sendiri atau hanya sedikit dibantu.
- Ingin tahu dan bertanya kepada Anda apa yang Anda lakukan di toilet dan fungsi toilet.
Indikasi Perilaku
- Menunjukkan keinginan untuk mandiri.
- Tidak nyaman ketika popok atau celananya kotor dan basah.
Kemampuan Kognitif
- Memahami dan dapat mengikuti intruksi dan permintaan sederhana, seperti “Kamu ingin pipis?” “Kalau mau pipis, bilang Mama yah.”
- Sudah bisa mengucapkan kata-kata yang berkaitan dengan toilet, seperti pipis, pup.
- Sudah bisa menyadari dan memberitahukan kepada Anda ketika ngompol atau BAB di celana.
- Pada tahap yang lebih lanjut, si kecil sudah mampu mengatakan kapan ia harus ke toilet.







08 Apr 2013
Penulis Gita Nova
2 Komentar











