• Home
  • Kehamilan
    • Info Kesuburan
    • Ensiklopedia Kehamilan
    • Tes Kehamilan
    • 0 – 3 Bulan
    • Persiapan Kelahiran
    • Metode Melahirkan
    • Tips Menyusui
    • Peran Ayah Dan Papa
  • Pola Asuh
    • 0 – 12 Bulan
    • 1 – 3 Tahun
    • 3 – 5 Tahun
    • 6 -12 Tahun
    • Adopsi
  • Cantik & Gaya
    • Mode Anak
    • Gaya Saat Hamil
    • Tips Kecantikan
  • Kesehatan
    • Diet
    • Kesehatan Wanita
    • Bugar
    • Kesehatan Keluarga
  • Cinta & Keluarga
    • Tips Pernikahan
    • Seks Sehat
  • Rahasia Dapur
    • Sajian Lezat
  • Me Time
    • Life Guru
    • Hang Out
    • Hiburan
    • Karier
    • Keuangan
  • Topik Hangat
    • Event
    • Berbagi Cerita


Breaking

Jauhkan Anak Dari Rasa Minder

Kenal Lebih Dekat Dengan Diabetes

Diabetes Pada Ibu Hamil

Tempat Shopping Populer di Asia

Bijak Berburu Diskon di Liburan Akhir Tahun


Liburan Sekolah, Ajak Anak ke Panti Asuhan


 12 Jun 2013   Posted by Dewi Novianingsih  0 Comment


Twitter0Facebook0Pinterest0Google+0

Mengunjungi panti asuhan sebagai salah satu kegiatan mengisi liburan sekolah anak adalah wujud dari liburan edukatif yang patut dilakukan. Nilai-nilai kasih sayang, bersyukur kepada Tuhan, cinta kepada keluarga, menghormati sesama, berbagi, dan tidak sombong pun dapat dikenalkan kepada anak dari kegiatan ini.

Saat libur sekolah tiba, para ibu mungkin sudah terbiasa mengajak anak-anaknya mengunjungi tempat wisata dari yang berbayar murah hingga mahal. Aneka pertunjukkan pun digelar di berbagai objek wisata dan mal untuk menyambut libur sekolah itu. Ada yang bersifat edukatif, namun tak jarang mengajari mereka pada hedonisme semata. Tak salah memang sekali-kali memanjakan mereka, mengajak mereka bermain sepuasnya setelah sebelumnya sibuk dengan pelajaran di sekolah.

Namun, kegiatan liburan yang satu ini jauh dari sikap hedonisme dan kemeriahan permainan serta hiburan menarik layaknya di tempat rekreasi atau pusat-pusat permainan anak. Pergi ke panti asuhan bisa para ibu lakukan untuk mengisi liburan sekolah anak. Sebuah tempat yang dihuni oleh anak-anak yang mungkin memiliki usia yang sama dengan anak para ibu. Bedanya mereka jauh dari orangtua, tak tahu siapa orangtuanya, atau bahkan sudah tak punya orangtua.

Anak-anak yang tinggal di panti asuhan memang tak seberuntung anak para ibu. Jika anak para ibu bisa punya banyak mainan lucu, baju-baju bagus, sekolah pilihan, dan tentunya limpahan kasih sayang dari ibu dan ayahnya, tak begitu dengan anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Mereka mendapatkan kasih sayang setiap hari dari para pengasuh yayasan, pun pakaian dan permainan yang penting pantas dan bisa untuk dipakai. Hal inilah yang patut para ibu kenalkan kepada anak-anak saat berkunjung ke panti asuhan dalam liburannya. Bahwa di balik kehidupan anak para ibu yang serba ada dan bahagia itu, banyak teman-temannya yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang.

Sebenarnya, banyak kegiatan liburan yang memberikan iming-iming liburan edukatif untuk anak, namun tak selalu mengena di hati mereka. Usai mereka puas liburan, lalu lupa begitu saja apa yang mereka dapatkan dari liburannya. Nah, mengajak anak ke panti asuhan sebagai salah satu kegiatan mengisi liburan justru sarat akan nilai edukatif. Banyak nilai-nilai yang bisa diajarkan kepada anak dari kegiatan ini, mulai dari mengenalkan rasa kasih sayang, mengenalkan untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan, untuk mencintai keluarga, menghormati sesama, berbagi, dan tidak sombong. Yuk, dibahas satu per satu tentang nilai-nilai tersebut.

  • Mengenalkan rasa kasih sayang. Dengan mengunjungi teman-temannya di panti asuhan merupakan wujud menyayangi mereka. Para ibu bisa mengajari anak untuk memperkenalkan diri ke anak-anak di sana. Beri tahu pula kepada anak ibu bahwa mereka yang di panti asuhan ini juga teman-teman yang baik yang harus disayangi layaknya sahabat mereka di sekolah.
  • Mengenalkan untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan. Dengan mengunjungi mereka, anak para ibu tentu tahu bahwa di sekelilingnya ada teman-teman yang kurang beruntung dibandingkan dirinya. Mereka yang tinggal di panti asuhan, tidak memiliki orangtua, tak bisa bermain atau liburan sesukanya, namun masih bersemangat untuk belajar dan berusaha. Jadi, anak ibu tentu dengan sendirinya akan lebih bersyukur. Para ibu bisa mengobrol dengan anak-anak sepulang dari panti asuhan. Rangsang mereka dengan pertanyaan yang bermuara pada jawaban bahwa ia harus bersyukur kepada Tuhan.
  • Mencintai keluarga. Setelah mengunjungi panti asuhan dan mendapati bahwa teman-teman yang tinggal di sana tanpa orangtua kandungnya, apa kira-kira yang dipikirkan anak para ibu ya? Mereka juga bisa membayangkan, bagaimana kalau yang harus terpisah dengan ibu atau ayahnya itu diri mereka sendiri. Hal ini tentu membuat mereka semakin mencintai ayah, ibu, dan keluarganya. Para ibu pun bisa mengajaknya mengobrol seputar masalah ini di rumah.
  • Menghormati sesama. Ternyata mengisi liburan ke panti asuhan juga dapat mengajari anak untuk menghormati sesama. Tak mengenal dia orang kaya, orang miskin, cantik, ganteng, maupun yang punya fisik kurang sempurna. Anak para ibu bisa melihat sendiri bagaimana ibu atau mungkin pengasuh di yayasan bersikap kepada anak-anak yang kurang beruntung ini.
  • Berbagi. Saat mengunjungi panti asuhan bersama anak, para ibu bisa membawakan buah tangan maupun sekadar pakaian pantas pakai. Sebelum berangkat, libatkan anak ketika memilih pakaian yang akan diberikan kepada anak-anak di panti asuhan nanti. Begitu pun saat memberikan buah tangan atau pakaian pantas pakai. Libatkan anak untuk memberikannya kepada pengurus yayasan atau langsung kepada anak-anak di panti asuhan. Hal ini tentu membuat anak para ibu belajar berbagi.
  • Tidak sombong. Nilai terakhir yang bisa dikenalkan kepada anak dari mengunjungi panti asuhan saat liburan adalah tidak sombong. Dengan mangajaknya ke panti asuhan dan berkenalan dengan mereka yang kurang beruntung seakan mengingatkan kepada kita dan anak-anak bahwa kita tak boleh sombong. Selalu mengingat bahwa di balik kebahagiaan, harta, dan keluarga yang berkecukupan ada anak-anak yang kurang kasih sayang, tak punya orangtua, tak punya rumah, dan sebagainya. Hal ini akan mengajarkan kepada anak untuk rendah hati dan tidak berlaku sombong.

Bagaimana dengan liburan sekolah anak para ibu nanti? Tak perlu memilih panti asuhan yang jauh untuk dikunjungi, para ibu bisa mengajak anak-anak ke panti asuhan yang dekat dengan rumah.

Twitter0Facebook0Pinterest0Google+0

About Dewi Novianingsih

Dewi Nopianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.


Leave a Reply


  • Popular Posts

    • Daftar Belanja Perlengkapan Bayi Baru Lahir
      March 4, 2013
    • Cara Jitu Mengatasi Anak Ngompol
      March 14, 2013
    • MPASI Rumahan Mudah Dan Cepat Untuk Bayi 6 Bulan
      September 23, 2013
  • Recent Posts

    • Jauhkan Anak Dari Rasa Minder
      November 26, 2013
    • Kenal Lebih Dekat Dengan Diabetes
      November 25, 2013
    • Diabetes Pada Ibu Hamil
      November 23, 2013
  • 901

    followers

    158,077

    fans

    Subscribe

    To RSS Feed


  • About Us

    Ayo bergabung di www.ibudanmama.com, dimana ibuDanMama dapat menjelajah dan bertemu dengan para ibu dan mama lainnya. Komitmen kami sebagai sahabat terbaik para ibu dan mama adalah dengan selalu memberikan informasi terkini seputar dunia kehamilan dan teknik parenting.
  • Find us on Facebook

  • Recent Posts

    • Jauhkan Anak Dari Rasa Minder
      November 26, 2013
    • Kenal Lebih Dekat Dengan Diabetes
      November 25, 2013
    • Diabetes Pada Ibu Hamil
      November 23, 2013
    • Tempat Shopping Populer di Asia
      November 22, 2013
  • Categories


Privacy Policy|Terms & Condition|Sitemap|©2012 Copyright IbuDanMama.co.id