Perempuan hamil cenderung lebih mudah terharu dan gampang menangis hanya karena hal-hal kecil. Sebenarnya apa sih yang terjadi pada mereka?
Kehamilan menjadi periode waktu yang sangat emosional bagi sebagian besar perempuan, karena pada saat itu wanita mengalami banyak perubahan yang terjadi dalam tubuhnya. Apalagi dengan meningkatnya jumlah hormon yang bekerja membuat emosi mereka terkadang bisa lepas kendali. Tak jarang emosi mereka lebih sering naik turun dibandingkan saat sebelum hamil.
Perubahan suasana hati atau emosi yang sangat sering terjadi selama masa kehamilan adalah bagian proses alami yang sehat. Menurut “American Pregnancy Association”, perubahan ini cenderung muncul antara minggu ke 6 dan minggu ke 10 pada trisemester pertama atau awal-awal kehamilan dan menjelang akhir trisemester ketiga. Sebenarnya perempuan yang sedang hamil mengalami perubahan kadar hormon secara signifikan. Hormon-hormon tersebut antara lain adalah hormon estrogen (hormon wanita yang diproduksi oleh ovarium), progesteron (hormon yang bertugas untuk melindungi lapisan rahim), dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan neurotransmitter (zat kimia yang menyampaikan sinyal ke otak) juga ikut berubah.
Inilah yang mengakibatkan otak sebagai pengatur suasana hati menjadi lebih cepat dan lebih mudah terpengaruh, sehingga membuat air mata mudah mengalir. Namun, apakah hal ini berbahaya terhadap kondisi kesehatan janin? www.wheniampregnant.com menjelaskan bahwa hal ini tergantung pada alasan mengapa perempuan tersebut menangis selama masa kehamilan. Berikut beberapa kemungkinannya:
- Perubahan hormonal adalah normal dialami oleh perempuan hamil, tapi ini sangat tidak mungkin menyebabkan kerusakan pada bayi.
- Perempuan hamil yang terlalu esktrim menangis dapat membuat kehamilannya berisiko.
- Perempuan hamil yang mengalami depresi dapat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi, di antaranya:
- Bayi lahir cacat
- Kelahiran prematur
- Berat badan bayi saat lahir kurang baik
- Bayi yang dilahirkan rentan terkena penyakit
Jadi, menangis dan gampang terharu boleh saja, ibu dan mama. Tetapi, hati-hati kalau sudah berlebihan dan memengaruhi kondisi psikis, yah. Kalau sudah terlalu berat dan kompleks, ada baiknya dikonsultasikan ke psikolog agar tidak mengganggu perkembangan kehamilan.







29 Jan 2013
Posted by Nadya Fitri
0 Comment










