Melahirkan, adalah momen yang sangat membahagiakan. Namun, perasaan bahagia itu tidak jarang disertai juga dengan perasaan sedih, gelisah, kecewa, bingung, dan perasaan lain yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Perasaaan itu terus mengganggu dan datang kapan saja sehingga dapat menyebabkan Anda merasa lelah secara psikis. Gejala tersebut dinamakan baby blues atau stres pasca persalinan.
Baby blues adalah salah satu bentuk depresi ringan yang biasa terjadi dalam 14 hari pertama setelah persalinan dan cenderung memburuk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan. Kondisi ini disebabkan karena pengaruh perubahan hormonal, fisik dan psikis setelah melahirkan, seperti penurunan kadar hormon estrogen dan progresteron secara drastis, status ibu baru yang harus mengasuh anak, perubahan bentuk fisik setelah melahirkan dan lain-lain, dapat menyebabkan ibu merasa kurang percaya diri, lelah, bahkan tertekan. Jika seorang ibu tidak siap menghadapi beberapa perubahan tersebut, maka hal inilah yang dapat memicu timbulnya baby blues.
Gejala baby blues biasanya ditandai dengan timbulnya perasaan cemas berlebihan, sedih, murung, sering menangis, merasa kelelahan, sakit kepala, dan muncul perasaan tidak mampu mengurus si Kecil. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut maka akan menjadi depresi dan menyebabkan kelelahan berkepanjangan, susah tidur (insomnia), bahkan pikiran dan perasaannya dapat berubah-ubah secara ekstrem.
Bagaimana mengatasinya? Berikut ini beberapa tipsnya:
- Percaya diri. Yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu menjadi ibu yang baik bagi anak Anda, yang bisa merawat dan mengasuh si Kecil. Tumbuhkan sikap bahagia pada diri Anda, dan bukan terbelenggu pada perasaan tak mampu atau sedih terus menerus.
- Bersabar. Tugas baru sebagai ibu memang tidaklah mudah, namun bersikap sabar dalam mengurus si Kecil dapat membantu menghindari timbulnya baby blues.
- Perhatikan kesehatan. Status sebagai ibu tidak terelakkan dari kewajiban atau tugas yang membuat Anda kelelahan. Karena itu, pastikan Anda cukup isitrahat dan konsumsi makanan bernutrisi.
- Komunikasi. Sampaikan isi hati Anda mengenai apa yang Anda rasakan, baik itu hal yang membuat Anda gembira, sedih, kecewa, cemas, dan sebagainya. Berbagi ceritadengan pasangan atau keluarga juga dapat membantu meringankan beban pikiran Anda. Atau, bila tidak orang lain yang bisa Anda ajak bicara, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahlinya.
- Manjakan diri Anda. Sisihkan waktu untuk memanjakan diri Anda, seperti shopping, membaca buku, nonton film, atau kegiatan positif lainnya yang dapat membuat Anda rileks dan bahagia. Kegiatan yang menyenangkan ini dapat menjadi momen refreshing Anda untuk membuang rasa lelah dan bosan.
Datangnya baby blues menjadi mimpi buruk pada sebagian ibu yang baru saja melahirkan (terutama pada ibu yang baru pertama kali memiliki anak). Tapi sebenarnya baby blues dapat diminimalisir dengan kesiapan mental , finansial, sosial, dan pengetahuan dari si calon ibu dan ayah dari sebelum persalinan. Semoga bermanfaat.







03 May 2014
Posted by Fenita Agustina
0 Comment











