Kehamilan trimester ketiga merupakan trimester terakhir dalam proses kehamilan. Lengkapi kebutuhan nutrisi sebagai tahap penyempurnaan janin sebelum masa persalinan. Selain itu, sebaiknya pahami terlebih dahulu mengenai apa yang terjadi saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga dan bagaimana tips mengatasinya. Nah, semua itu perlu Anda ketahui agar proses persalinan nanti lancar. Silakan disimak ulasan di bawah ini ya, Mam.
Apa yang terjadi ketika usia kehamilan trimester ketiga?
Trimester ketiga adalah usia kehamilan pada bulan ke-7 hingga ke-9. Pada trimester terakhir ini panca indra janin berkembang semakin sempurna. Organ paru-paru dan sistem pernafasan janin sudah matang. Pada kulitnya sudah ditumbuhi rambut halus, janin juga makin sering bergerak dan menendang. Dengan kondisi ini maka si Kecil pun siap untuk dilahirkan.
Apa saja masalah kehamilan yang biasanya terjadi pada usia kehamilan trimester ketiga?
Trimester ketiga merupakan masa paling mendebarkan karena pada fase inilah organ-organ dan sistem tubuh janin sudah matang, siap untuk dilahirkan dan Anda pun akan menghadapi proses persalinan. Dengan fase peralihan tersebut maka tidak heran Ibu hamil akan tetap merasakan beberapa keluhan yang biasanya menjadi tanda gejala pra persalinan. Nah, berikut ini beberapa keluhannya ya, Mam.
- Pembengkakan (edema) pada betis, kaki, ataupun wajah.
- Kontraksi palsu.
- Tekanan darah tinggi.
- Rasa lelah.
- Gejala pre-eklampsia.
- Heart burn (nyeri ulu hati).
- Sesak nafas.
- Berkemih.
- Kram.
- Nyeri punggung.
- Perdarahan.
Bagaimana tips mengatasi masalah kehamilan pada trimester ketiga?
- Melakukan peregangan dan relaksasi bagian kaki sebelum beraktivitas. Hindari berdiri ataupun duduk dalam waktu lama. Posisikan kaki lebih tinggi daripada kepala saat tidur. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah edema atau pembengkakan, pegal, dan kram.
- Perhatikan asupan makanan. Jaga agar berat badan tidak naik terlalu banyak.
- Perbanyak asupan protein untuk mempercepat proses penyembuhan luka pasca proses persalinan.
- Penuhi asupan kalori untuk simpanan energi menghadapi proses persalinan.
- Penuhi asupan nutrisi dari makanan bergizi (karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serat) dan suplemen atas resep dokter.
- Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.
- Istirahat dan tidur cukup.
- Mengikuti kelas senam hamil untuk melancarkan proses persalinan secara normal.
- Jangan menahan buang air kecil agar tidak terjadi infeksi saluran kemih.
- Tenangkan diri dan hindari sress.
Hari kelahiran si Kecil sudah makin dekat. Persiapkan hal-hal penting untuk menyambut kelahirannya ya, Mam. Semoga proses persalinan nanti lancar, Anda dan bayi pun sehat.
Baca juga:







04 Mar 2015
Penulis Fenita Agustina
0 Komentar











