Skoliosis yang dialami oleh anak sebaiknya ditangani semenjak dini. Jika kelainan tulang ini dibiarkan dan tidak segera diatasi dapat memperburuk struktur tulang dan juga pertumbuhan anak, bahkan dalam jangka panjang.
Definisi
Skoliosis berasal dari kata scolios yang bermakna “bengkok.” Skoliosis memiliki pengertian kelengkungan tulang belakang yang abnormal ke arah samping yang bisa terjadi pada segmen servikal (leher), torokal (dada), dan juga lumbal (pinggang). Skoliosis memang tidak terlalu akrab di telinga masyarakat. Namun, bukan berarti kelainan tulang ini jarang dialami oleh masyarakat Indonesia. Bahkan pada sebuah populasi penduduk, ada sekitar 2% yang mengalami skoliosis. Skoliosis juga menjadi kelainan tulang yang kerap melanda anak-anak. Pada anak-anak, 4% kasus skoliosis terjadi pada usia 10-14 dan sekitar 40-60% kasus skoliosis ditemukan pada anak perempuan.
Penyebab
Skoliosis disebabkan oleh bebarapa hal, yakni sebagai berikut:
- Faktor bawaan atau genetik
- Kecelakaan
- Tulang yang tidak mengalami pertumbuhan
- Adanya suatu penyakit tertentu
- Faktor kebiasaan yang salah, seperti sikap duduk saat menulis atau bermain games, olahraga yang tidak terorganisir, dan kebiasaan membawa tas di satu pundak.
Gejala
Beberapa gejala skoliosis, yakni:
- Tulang belakang melengkung ke arah samping
- Punggung sering nyeri
- Bahu atau pinggul sebelah kiri dan kanan tidak sejajar
- Kelelahan pada tulang belakang usai duduk atau berdiri dalam waktu yang lama
- Gangguan pernapasan pada skoliosis berat dengan kelengkungan melebihi 600
Deteksi Dini
Deteksi awal skoliosis pada anak dapat dilakukan dengan memperhatikan kondisi anak, seperti tinggi kaki anak yang tidak sama, pundak yang tidak sama, dan bahu atau pinggul yang tidak sejajar.
Pemeriksaan
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan meminta penderita untuk membungkuk ke depan. Selanjutnya pemeriksa akan menentukan kelengkungannya. Selain itu, pemeriksaan akan dilakukan dengan rontgen tulang belakang, mengukur kelengkungan tulang belakang dengan skoliometer, dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) apabila diketahui terdapat kelainan syaraf pada rontgen.
Penanganan dan Pengobatan
Penanganan dan pengobatan skoliosis disesuaikan dengan penyebab, lokasi kelengkungan, derajat, dan stadium pertumbuhan tulang. Beberapa penanganan dan pengobatan skoliosis, yakni sebagai berikut:
- Anak yang mengalami skoliosis dengan kelengkungan tulang yang masih berada di bawah 200, tidak akan membuatnya menjalani pengobatan. Hanya saja, perlu menjalani pemeriksaan, yakni selama 6 bulan berturut-turut.
- Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan biasanya akan mengalami pertambahan kelengkungan, menjadi sekitar 25-300. Pada derajat kelengkungan ini, anak membutuhkan sebuah alat penyangga yang disebut brace yang berfungsi memperlambat progresivitas kelengkungan tulang belakang.
- Pembedahan akan dilakukan pada skoliosis dengan kelengkungan berkisar 400 atau bahkan lebih. Pembedahan ini dilakukan dengan perbaikan kelengkungan dan peleburan tulang.
Baca juga:







03 Nov 2014
Penulis Dewi Novianingsih
0 Komentar











