Seiring bertambahnya usia anak, pikirannya pun terus berkembang. Di usia balitanya kini, sedikit-sedikit ia sudah mulai mengenal uang. Untuk mengajari anak lebih mengenal uang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
“Mama… mau jajan, minta uang.” Begitu teriakan si balita kepada mamanya saat ada penjual ice cream melewati depan rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa si kecil sudah mengenal uang. Ia mulai tahu bahwa untuk membeli sesuatu harus menggunakan uang. Apalagi jika ia terbiasa diajak pergi berbelanja bersama mamanya. Ia akan sering melihat mamanya membeli sesuatu dan membayar dengan uang. Namun, di usianya yang masih balita, biasanya anak belum mengerti nilai uang. Ia hanya mengerti bahwa lembaran kertas dan kepingan logam yang selalu diterima dari mamanya itu untuk membeli jajan. Setiap kali ia ingin jajan, lantas meminta uang mamanya. Ia belum bisa menyebutkan berapa uang yang diminta karena belum tahu. Kalau pun ia bisa menyebut nominal tertentu, biasanya pada nilai uang yang paling sering digunakan untuk jajan, misalnya seribu. Itu pun belum tentu ia hafal dengan uang seribuan yang disebutkannya. Wajar saja jika anak-anak harus didampingi oleh orangtuanya ketika jajan. Bisa pula, Ibu memberi uang pas kepada anak ketika ia membeli sesuatu sendiri.
Anak balita usia 3 tahun yang sudah mulai ingin jajan sendiri dan mengerti kegunaan uang untuk membeli barang memang sudah saatnya dikenalkan dengan uang. Tak hanya kegunaan dan nilai uang, namun ia perlu juga dikenalkan dari mana asal uang yang didapatkannya untuk membeli jajan. Ya, balita pun perlu tahu bahwa uang tersebut diperoleh dari orangtuanya karena bekerja. Sehingga ia pun tak boleh semaunya meminta uang kepada orangtuanya untuk membeli jajan. Terkadang ada anak-anak yang maunya jajan terus dan selalu meminta uang, akan menangis atau marah ketika tidak diberi uang oleh mamanya. Nah, jangan sampai hal ini menjadi kebiasaan hingga anak besar. Dalam mengenalkan uang kepada si balita, kenalkan pula usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan uang dengan beberapa tugas sederhana untuknya.
Dalam mengenalkan uang kepada balita, ketika ia sudah mengerti fungsinya untuk membeli jajan atau keperluan yang lainnya, kenalkan nilai nominalnya. Mengenalkan nilai nominal uang kepada balita sebaiknya dimulai dengan nilai nominal yang kecil terlebih dahulu dan akrab dengannya setiap hari, misalnya untuk membeli jajan. Nilai nominal yang bisa diperkenalkan bisa dimulai dari uang logam Rp 100,00, Rp 200,00, Rp 500,00, Rp 1.000,00, lalu kenalkan pula uang kertas Rp 1.000,00, Rp 2.000,00, Rp 5.000,00 dan Rp 10.000,00. Kenalkan nilai nominal uang tersebut dengan mengatakan kepadanya, “Ini Dek, uangnya banyak, yang ini seratus rupiah, yang ini lima ratus, terus yang Adek pegang itu seribu rupiah.” Supaya anak mudah memahaminya, ibu bisa menjelaskannya dengan warna uang, bentuk, hingga ukurannya. Selain itu, supaya anak lebih paham nilainya, kaitkan pula dengan jajanan yang sering ia beli. Semakin besar nilai uang, ia akan mendapatkan jajanan lebih banyak daripada nilai uang yang kecil.
Memberi kesempatan kepada anak untuk bertransaksi sendiri juga bisa membuatnya belajar mengenal uang lho Ma. Semakin sering ia jajan sendiri, ia akan tahu berapa uang yang digunakannya untuk membeli. Saat buah hati ingin jajan, beri uang ribuan dan biarkan ia pergi ke warung sendiri, tentunya dengan pengawasan Anda. Setelah ia pulang, tanya kepadanya untuk merangsang pemahamannya tentang uang, “Adek jajan apa, kok dapatnya minuman yang itu bukan susu?” Mungkin saja ia akan menjawab, “Ih Mama, kalau buat beli susu uangnya kurang.” Hal ini sudah semakin membuatnya mengenal nilai uang. Ia pun sudah mulai mengerti mana jajanan yang harus dibeli dengan uang lima ratusan, seribuan, atau lima ribuan karena terbiasa bertransaksi sendiri.
Supaya anak mengerti bagaimana uang didapatkan dari orangtuanya dan tidak membuatnya terus-terusan meminta uang, ajari anak untuk mengerjakan sesuatu terlebih dahulu sebelum meminta uang jajan kepada mamanya. Anda bisa menyuruh anak sambil berkata, “Adek, bantuin Mama menyiram tanaman dulu ya, nanti diberi uang deh.” Ia harus menyelesaikan terlebih dahulu tugas menyiram tanaman, baru uang yang merupakan upahnya bisa ia terima. Anda bisa pula menerapkan hal ini untuk membantu beberapa pekerjaan ringan yang bisa dikerjakan balita. Selanjutnya, Mama bisa mengajarinya menabung uang imbalan dari sesuatu yang dikerjakannya, misalnya membantu merawat taman, menjaga adik saat Mama memasak, membelikan sabun cuci ke warung, dan sebagainya. Suatu saat, ketika tabungannya dibuka bisa dibelikan barang yang diinginkannya, misalnya sepeda. Hal ini akan membuat si kecil semakin mengerti bahwa untuk membeli sesuatu harus dengan uang, untuk mendapatkan uang harus disertai usaha terlebih dahulu seperti yang dilakukan orangtuanya.
Tak susah mengenalkan uang kepada buah hati kan Ma? Mama sebaiknya juga bijak dalam memberi uang kepada buah hati. Berikan secukupnya saja, tak perlu berlebihan, dan beri batasan jajan supaya anak belajar berhati-hati dalam menggunakan uang.







17 Jan 2014
Posted by Dewi Novianingsih
0 Comment










